Menhut Konferensi Pers Pengendalian Kebakaran Hutan
Raja menjelaskan data pemantauan pemerintah menunjukkan jumlah hotspot atau titik api di sejumlah wilayah mengalami penurunan, setelah penanganan dilakukan secara intensif selama Agustus.
Riau dan Jambi menjadi dua provinsi yang menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, kata Menhut, hotspot karhutla di Riau tercatat nol selama dua hari terakhir, dalam pemantauan yang disampaikan Menteri Kehutanan.
Di Sumatra Selatan, dari 37 hotspot yang terpantau, setelah dilakukan pengecekan ternyata hanya 11 yang teridentifikasi sebagai fire spot. Sementara, di Kalimantan Selatan, jumlah hotspot juga turun dari 22 menjadi satu berdasarkan pemantauan secara real time.
“Kalau hotspotnya nol, insyaallah di bawahnya juga pasti tidak ada fire spot. Cuman karakter gambut ya biasanya, apinya sudah padam, tapi tetap memproduksi asap. Nah, ini yang sekarang sedang dilakukan pendinginan secara intensif. Dan ini sekali lagi data dari malam tadi, jam 23.59, tengah malam yang lalu,” ungkap Menhut.
Di tengah tren penurunan secara umum, Menhut menyebut, pemerintah masih menghadapi tantangan di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang masih memiliki jumlah hotspot relatif tinggi. Meski begitu, pemantauan real time menunjukkan adanya penurunan dibandingkan kondisi sebelumnya.