Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Bantah Kabar AS Mau Pakai Senjata Nuklir buat Lawan Iran

Trump Bantah Kabar AS Mau Pakai Senjata Nuklir buat Lawan Iran
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Donald Trump membantah kabar AS akan memakai senjata nuklir melawan Iran, dengan alasan Teheran diklaim sudah kalah secara militer.
  • Kabar tersebut mencuat setelah CENTCOM menyerang dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak, yang disebut sedang bersiap meluncurkan roket dan ranjau laut ke Selat Hormuz.
  • Trump berulang kali menyatakan AS tidak akan menggunakan senjata nuklir; penggunaannya dilarang TPNW sejak 2021, sementara AS terakhir memakainya pada 1945 di Jepang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membantah kabar burung yang menyebut AS akan menggunakan senjata nuklir untuk melawan Iran. Menurut Trump, hal itu tidak perlu dilakukan. Sebab, ia mengklaim Teheran saat ini sudah kalah secara militer. Oleh karena itu, Washington tidak perlu lagi meningkatkan serangan memakai senjata nuklir. 

“Mereka (Iran) benar-benar sudah kalah secara militer. Jadi, saya mengalahkan mereka dan sekarang saya harus menggunakan senjata nuklir terhadap mereka? Itu pertanyaan yang bodoh sekali,” jawab Trump saat ditanya wartawan di Gedung Putih, Washington D.C., soal kabar AS akan menggunakan senjata nuklir untuk melawan Iran pada Senin (31/8/2026), seperti dilansir Jerusalem Post

  1. 1. AS kembali menyerang Iran

    Ledakan yang sangat kuat hingga menimbulkan api.
    ilustrasi serangan (unsplash.com/Emanuel Kypreos)

    Kabar ini kembali muncul usai AS kembali menyerang Iran pada Minggu (30/8/2026). Kala itu, Pusat Komando (CENTCOM) militer AS menyerang alat peluncur rudal Iran yang ada di Pulau Larak, salah satu pulau Iran yang ada di Selat Hormuz. Dalam pernyataannya, CENTCOM menjelaskan, serangan ini dilakukan karena Iran ketika itu sedang bersiap meluncurkan serangan rudal ke Selat Hormuz. 

    “Hari ini, pasukan AS menyerang dua peluncur (rudal) Iran di Pulau Larak. Pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terlihat bersiap meluncurkan roket dengan ranjau laut ke Selat Hormuz. Pekan lalu, CENTCOM menyelesaikan pembersihan ranjau laut dari jalur pelayaran internasional di selat tersebut. Pasukan AS memantau area tersebut dengan cermat dan tetap siap untuk melindungi arus perdagangan bebas melalui jalur penting ini,” kata Juru Bicara CENTCOM, Tim Hawkins, dilansir CNBC

  2. 2. Trump sudah berulang kali mengatakan AS tidak akan memakai senjata nuklir

    Senjata nuklir.
    ilustrasi senjata nuklir (pexels.com/Aseem Borkar)

    Sebetulnya, Trump sudah berulang kali mengatakan bahwa Negeri Paman Sam tidak akan menggunakan senjata nuklir untuk memerangi negara mana pun, termasuk Iran. Sebab, Trump menganggap senjata tersebut tidak boleh digunakan oleh negara mana pun untuk alasan apa pun, termasuk untuk alasan perang.

    Pada April lalu juga beredar kabar yang menyebut AS akan menggunakan senjata nuklir untuk memerangi Iran. Namun, Trump langsung membantah kabar tersebut. Ketika itu, ia mengatakan penggunaan senjata nuklir tidak diperbolehkan oleh hukum internasional. Oleh karena itu, Trump berkomitmen untuk tetap sejalan dengan hukum internasional dengan tidak menggunakan senjata nuklir untuk berperang.

  3. 3. AS terakhir kali menggunakan senjata nuklir pada akhir Perang Dunia II

    Perang Dunia II.
    ilustrasi Perang Dunia II (unsplash.com/Suzy Brooks)

    AS sendiri terakhir kali menggunakan senjata nuklir untuk berperang pada akhir Perang Dunia II pada 1945. Kala itu, AS menggunakan bom nuklir untuk menyerang Kota Hiroshima dan Nagasaki yang ada di Jepang. Dilansir USA Today, serangan tersebut ketika itu menewaskan lebih dari 200 ribu orang yang tinggal di kedua kota tersebut. 

    Penggunaan senjata nuklir sebetulnya sudah dilarang dalam Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons (TPNW). Perjanjian ini mulai berlaku sejak 2021. Dalam perjanjian tersebut, semua negara di dunia tidak diizinkan untuk mengembangkan, memproduksi, dan menggunakan senjata nuklir untuk alasan apa pun. Oleh karena itu, negara yang melanggar akan dikenakan sanksi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More