Ia menambahkan, helikopter dikirimkan atas permintaan Pemerintah Indonesia. Keputusan pengiriman bantuan bagi Indonesia itu diambil beberapa hari usai digelar pertemuan tiga pihak Menhan yaitu antara Australia, Jepang, dan Indonesia pada Rabu lalu di Melbourne.
Jepang Bantu Tangani Karhutla di RI, Menhan: Ini Diplomasi Pertahanan

- Pemerintah Indonesia menerima bantuan Jepang untuk penanganan karhutla di Kalimantan melalui kerja sama pertahanan HADR, yang mencakup koordinasi kemanusiaan, logistik, dan aset transportasi darurat.
- Jepang mengirim tiga helikopter CH-47 Chinook; tim pendahulu telah berkoordinasi dengan TNI dan satgas karhutla. Operasi direncanakan didukung Lanud Supadio serta terintegrasi di bawah kendali TNI.
- Misi kemanusiaan Jepang dijadwalkan mulai 10 September 2026, dengan durasi menyesuaikan situasi. Bantuan diminta Indonesia untuk memperkuat upaya nasional dan mencegah api meluas.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin membenarkan, pemerintah bersedia menerima bantuan dari Jepang untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Pulau Kalimantan. Bantuan yang diberikan merupakan implementasi konkret dari pengaturan kerja sama pertahanan Indonesia dan Jepang. Khususnya di bidang penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan (HADR).
Selain itu, Sjafrie turut menyebut pemberian bantuan dari Negeri Sakura merupakan wujud nyata diplomasi pertahanan dan hubungan bilateral kedua negara. Selayaknya sahabat, kedua negara saling membantu bila negara lain menghadapi bencana.
"Kerja sama pertahanan itu kalau ada teman yang susah, dia balik membantu," ungkap Sjafrie saat rapat kerja sama dengan Komisi I DPR di Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026).
Mantan Pangdam Jaya itu menjelaskan, lewat mekanisme HADRkedua negara memperkuat kerja sama dalam pengelolaan bencana, termasuk koordinasi bantuan kemanusiaan, dukungan logistik dan pemanfaatan aset transportasi dalam situasi darurat.
1. Jepang kerahkan tiga helikopter CH-47 Chinook

Helikopter CH-47 Chinook ketika mengambil air untuk pemadaman kebakaran. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan Jepang) Sementara, Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait mengatakan, Negeri Sakura mengirimkan tiga helikopter Chinook CH-47 untuk membantu memadamkan api di wilayah terdampak. Tim pendahulu, kata Rico, sudah berada di Indonesia dan melakukan koordinasi dengan unsur TNI dan satgas kebakaran hutan serta lahan.
"Selama kegiatan berlangsung, helikopter bantuan Jepang direncanakan beroperasi dengan dukungan dari Lanud Supadio, Kalimantan Barat," ujar Jenderal bintang satu itu.
Ia menambahkan, dukungan dari Jepang akan diintegrasikan dengan operasi penanganan karhutla di bawah pengendalian operasi TNI. Sehingga, penggunaan aset bantuan disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas penanganan yang ditetapkan di lapangan.
Di sisi lain, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), misi kemanusiaan asal Jepang baru dimulai pada 10 September 2026.
2. Durasi bantuan dari Jepang menyesuaikan kebutuhan satgas karhutla

Karhutla dekati masjid di Kubu Raya. (IDN Times/istimewa). Rico juga menjelaskan, durasi dukungan dari Jepang akan menyesuaikan kebutuhan serta perkembangan situasi karhutla. Bantuan dari Negeri Sakura, kata Rico, bersifat komplementer untuk memperkuat dan mempercepat upaya nasional dalam melindungi masyarakat dan wilayah terdampak.
"Pemerintah tetap memiliki kemampuan nasional dalam menangani bencana. Tetapi, di dalam hubungan pertahanan bilateral terdapat semangat sense of responsibility untuk saling memberikan dukungan ketika negara sahabat menghadapi kesulitan," kata Rico.
Ia menambahkan, Menhan Sjafrie sejak awal sudah menempatkan penanganan bencana sebagai bagian dari tugas-tugas dinamis yang dijalankan oleh Kemhan dan TNI untuk kepentingan nasional dan keselamatan masyarakat.
3. Menhan Jepang akan bantu semampunya agar kebakaran tak meluas

Menteri Pertahanan Jepang, Koizumi Shinjiro (kiri) ketika tiba di Jakarta untuk kunjungan kedua menemui Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. (Dokumentasi Kemhan) Sementara, dilansir dari lapan Japan Times, Sabtu, 29 Agustus 2026, pengiriman helikopter Chinook untuk misi pemulihan bencana menjadi kali pertama dilakukan di luar Negeri Sakura. Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi mengatakan kepada jurnalis di Tokyo bahwa pihaknya akan membantu semampunya untuk mencegah kebakaran meluas.
"Kami akan membantu secara maksimal untuk mencegah meluasnya kebakaran," ungkap Koizumi.

















