Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Meniti Harapan Naik Kelas dari Rusunawa Rorotan
Program RusunPreneur di Rusunawa Rorotan, Jakarta Utara, demi membantu penghuni naik kelas lewat UMKM (Dok Universitas Indonesia)
  • Program RusunPreneur mempertemukan warga Rusunawa Rorotan, Semper Barat, dan Sukapura dalam pelatihan frozen food serta kerajinan tote bag.

  • Warga memanfaatkan pelatihan untuk memperbaiki mutu produk, meningkatkan omzet, dan memperluas jangkauan pemasaran.

  • Koperasi membantu pemasaran, sementara keterbatasan modal dan perangkat menjadi tantangan bagi usaha warga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minggu pagi (18/10/2026)

Puluhan warga Rusunawa Rorotan, Semper Barat, dan Sukapura berada di lokasi untuk mengikuti pelatihan RusunPreneur. Mereka belajar membuat frozen food serta kerajinan tote bag menggunakan teknik lukis Suminagashi.

Tahun 2016

Pengembangan usaha lewat Rusunawa tertuang melalui Instruksi Gubernur No. 131 Tahun 2016 tentang Optimalisasi Pengelolaan Rusunawa di Provinsi DKI Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Program RusunPreneur mengadakan pelatihan pembuatan frozen food dan kerajinan tote bag menggunakan teknik lukis Suminagashi.
  • Who?
    Puluhan warga Rusunawa Rorotan, Semper Barat, dan Sukapura mengikuti pelatihan yang digagas Universitas Indonesia bersama sejumlah lembaga.
  • Where?
    Pelatihan berlangsung di Rusunawa Rorotan, Semper Barat, dan Sukapura, Jakarta Utara.
  • When?
    Kegiatan berlangsung sejak Minggu pagi (18/10/2026).
  • Why?
    Pelatihan ditujukan untuk membantu warga masyarakat berpenghasilan rendah meningkatkan kemampuan dan taraf hidup melalui usaha.
  • How?
    Warga mendapat pelatihan produksi serta pemasaran, dengan dukungan koperasi untuk membantu mempromosikan produk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Puluhan warga rusun ikut belajar membuat makanan beku dan tas lukis dalam program RusunPreneur. Universitas Indonesia dan beberapa lembaga membantu pelatihan ini. Lia belajar supaya produknya lebih baik dan bisa dijual lebih jauh. Warga juga dibantu koperasi, tetapi ada yang kesulitan memakai ponsel dan memasarkan produk.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

RusunPreneur memberi ruang bagi warga untuk memperkuat keterampilan produksi sekaligus memahami kebutuhan pemasaran. Pelatihan frozen food dan kerajinan tote bag membuka pilihan pengembangan usaha, sedangkan koperasi membantu promosi produk. Dukungan ini membuat warga memiliki kesempatan memperbaiki kualitas produk dan menjangkau pasar yang lebih luas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Panas yang terik menyengat ke dalam kulit saya, menusuk, bahkan cukup sakit. Meski sudah mengenakan tabir surya di wajah dan bagian tubuh lainnya, panasnya wilayah Rorotan, Jakarta Utara, ternyata tak mampu ditaklukkan.

Cuaca terik itu nyatanya tak mengecilkan hati puluhan warga dari Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Rorotan, Semper Barat, dan Sukapura untuk berkumpul demi mengikuti program RusunPreneur, sebuah pelatihan untuk para pelaku UMKM yang digagas Universitas Indonesia bersama Yayasan Rumah Berbagi dengan Hati, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, dan Unit Pengelola Rumah Susun III (UPRS III), serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta. Sejak Minggu pagi (18/10/2026), mereka sudah berada di lokasi pelatihan RusunPreneur, demi mendapatkan pelatihan berupa pembuatan frozen food serta kerajinan tote bag menggunakan teknik lukis Suminagashi.

"Pelatihan kuliner dan non-kuliner sangat dibutuhkan di komunitas rumah susun, terutama di bawah UPRS III. Kesempatan juga tidak selalu hadir secara rutin, sehingga peluang sangat baik atas kegiatan semacam ini perlu dipertahankan keberlanjutannya," kata Kepala UPRS III Rorotan, Vita Nurviattin, saat ditemui IDN Times, di lokasi.

1. Sadar harus perbaiki diri

Program RusunPreneur di Rusunawa Rorotan, Jakarta Utara, demi membantu penghuni naik kelas lewat UMKM (Dok Universitas Indonesia)

Rusunawa Rorotan, Semper Barat, dan Sukapura, merupakan tempat tinggal yang disediakan Pemprov DKI untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dengan program RusunPreneur, diharapkan warga yang termasuk ke dalam MBR bisa meningkatkan taraf hidupnya.

Lia Wahyu Ningsih, peserta pelatihan, merasa perlu mempertajam kemampuannya dalam meracik frozen food. Sebab selama ini masih banyak hal harus diperbaiki dari produknya yang dipasarkan lewat Koperasi Rusunawa Mitra Nagrak, Jakarta Utara.

"Ilmu membuat frozen food adalah peluang meningkatkan omzet bagi bisnis saya. Saya belajar teknik pengemasan vakum, pembekuan yang tepat, serta manajemen stok agar produknya bisa menjangkau pasar yang lebih luas hingga ke luar kota. Saya optimistis akan dapat membuat penjualan produk ini, selain produk bakso yang Alhamdulillah sudah best seller saat ini," ujar Lia.

2. Jaga mutu dan pemasaran jadi tantangan

Program RusunPreneur di Rusunawa Rorotan, Jakarta Utara, demi membantu penghuni naik kelas lewat UMKM (Dok Universitas Indonesia)

Menjaga mutu serta membuka peluang pemasaran menjadi tantangan lain bagi warga di sekitar Rusun. Apalagi, lokasi Rusunawa Rorotan, Semper Barat, dan Sukapura, tergolong masih jauh dari jangkauan atau pusat kota.

Konsumennya tentu hanya berasal dari warga sekitar. Pemasaran lewat platform digital menjadi tantangan tersendiri, karena keterbatasan modal dari masing-masing warga. Tak semuanya memiliki ponsel layak, banyak yang mengaku spesifikasinya "kentang".

Namun, dengan kehadiran koperasi di sekitar Rusunawa, mereka terbantu karena pemasarannya bisa dibantu dan dipromosikan lewat satu event ke lainnya.

3. Demi mengembangkan kemampuan warga

Pengembangan usaha lewat Rusunawa sebenarnya sudah tertuang melalui Instruksi Gubernur No. 131 Tahun 2016 tentang Optimalisasi Pengelolaan Rusunawa di Provinsi DKI Jakarta. Maka dari itu, pelatihan macam ini menjadi sebuah media bagi warga untuk mengembangkan kemampuannya, tak cuma dalam urusan produksi, tapi juga dalam memasarkannya lewat platform digital.

"Sebagai bagian dari kewajiban pengabdian, kami menargetkan untuk mendapatkan SROI (Social Return on Investment) untuk masyarakat. Pelatihan yang menghasilkan wirausahawan/wati yang sukses akan mendorong nilai SROI ini lebih berkah, bermanfaat, dan berdaya saing tinggi, hingga pada akhirnya mendorong tujuan pembangunan berkelanjutan yang direncanakan," ujar Dosen Graduate School of Sustainable Development Universitas Indonesia, Renny Nurhasana.

Curated For You

Editorial Team

Related Article