Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Albania Beri Bonus Polisi Rp164 Miliar untuk Tangani Demo Mahasiswa

2 min read
Albania Beri Bonus Polisi Rp164 Miliar untuk Tangani Demo Mahasiswa
Polisi Albania. (MaybachJR, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Pemerintah Albania menyetujui bonus 740 juta lek atau Rp164 miliar bagi 2.750 polisi yang dikerahkan menangani demonstrasi mahasiswa dan bentrokan di Tirana.
  • Bonus diambil dari dana cadangan negara 2026, sementara Direktorat Jenderal Polisi Negara Albania akan menentukan penerima serta mengawasi distribusinya.
  • PM Edi Rama juga merencanakan kenaikan gaji polisi mulai 2027, di tengah demonstrasi mahasiswa yang menuntut perbaikan pendidikan, pekerjaan, dan pengunduran dirinya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Albania menyetujui bonus finansial kepada 2.750 personel kepolisian yang diterjunkan untuk meredam demonstrasi besar mahasiswa pada Senin (19/10/2026). Kebijakan baru ini diklaim pemerintah untuk meningkatkan pengamanan dan ketertiban di Tirana. 

Sepekan terakhir, ribuan mahasiswa Albania menggelar demonstrasi besar-besaran untuk menuntut perbaikan kualitas pendidikan tinggi dan kurangnya kesempatan kerja di negaranya. Namun, demonstran juga mendesak Perdana Menteri Albania, Edi Rama untuk mundur. 

  1. 1. Bonus polisi didanai dari dana cadangan negara

    Polisi Albania.
    Polisi Albania. (Red duck on vacations, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Keputusan pemerintah Albania ini dilakukan setelah demonstrasi selama 6 hari lamanya dan bentrokan di Tirana. PM Rama mengecam kerusuhan dan mengungkapkan dukungan kepada polisi yang disebut bertugas mengamankan dan menjaga ketertiban di Albania.

    Dilansir Euronews, melalui persetujuan ini, pemerintah Albania akan mengalokasikan sebesar 740 juta lek (Rp164 miliar) bonus kepada 2.750 aparat kepolisian. Alokasi anggaran untuk bonus polisi ini diambil dari dana cadangan negara pada 2026. 

    Nantinya, Direktorat Jenderal Polisi Negara Albania yang akan menentukan siapa personel yang berhak menerima bonus ini. Otoritas itu juga akan mengawasi langsung prosedur pendistribusian bonus kepada personel kepolisian yang terpilih.

  2. 2. Rama umumkan kenaikan gaji untuk personel kepolisian

    Perdana Menteri Albania, Edi Rama
    Perdana Menteri Albania, Edi Rama. (President.gov.ua, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Pada hari yang sama, Rama dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Albania, Ervin Demo mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat polisi. Pertemuan itu menghasilkan rencana peningkatan gaji kepada personel kepolisian mulai 1 Januari 2027. 

    “Kami akan meningkatkan gaji Anda. Ketika kami menemukan polisi yang berkhianat dan meninggalkan tugasnya, kami akan mengumumkan kenaikan gaji. Selama bertahun-tahun, kami tidak menaikkan gaji Anda dari yang seharusnya,” ungkap Rama. 

    PM Albania itu mengatakan akan mengalokasikan dana sebesar 2.500 euro (Rp50 juta) untuk setiap polisi di lapangan dan berada di garis terdepan pengamanan. Kenaikan gaji polisi ini akan masuk dalam alokasi anggaran baru pada 2027.

  3. 3. Sebut demo mahasiswa sudah lewati batas

    ilustrasi bendera Albania
    ilustrasi bendera Albania (unsplash.com/mdehevia)

    Sementara itu, Demo mengatakan bahwa kerusuhan dan kekerasan yang terjadi selama demonstrasi mahasiswa di Albania sudah keterlaluan. Menurutnya, demonstrasi selama 6 hari berturut-turut ini sudah melewati batas. 

    Mendagri Albania itu menuding individu yang terlibat dalam kekerasan ini sudah mendapatkan perlindungan dari entitas politik di Albania. Ia mempertanyakan siapa dalang di balik kerusuhan di Albania dalam beberapa hari terakhir. 

    “Kekerasan tidak akan mendapat tempat di negara demokrasi seperti Albania. Pemerintah Albania bersedia membuka dialog dengan mahasiswa, tapi kami tidak menerima kekerasan,” ungkapnya, dikutip dari Albania Daily News.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More