Trump Klaim Iran Bunuh 75 Ribu Demonstran dalam Delapan Bulan Terakhir

- Donald Trump mengeklaim Iran membunuh sedikitnya 75 ribu demonstran dalam delapan bulan terakhir, serta menyinggung eksekusi pegulat Saleh Mohammadi dan dua orang lain di Qom.
- Dalam kampanye di Kansas, Trump menyatakan AS dapat mengakhiri perang melawan Iran karena Teheran tidak akan memperoleh senjata nuklir; ia juga mengklaim militer Iran telah lumpuh.
- Trump menyebut permintaannya kepada NATO untuk membantu perang melawan Iran sebagai ujian dukungan, sambil mengklaim AS sebenarnya tidak membutuhkan bantuan aliansi tersebut.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim Iran telah membunuh sedikitnya 75 ribu demonstran selama delapan bulan terakhir. Ia menyampaikan klaim tersebut ketika berpidato dalam rapat umum kampanye di Kansas pada Senin (19/10/2026).
Trump juga mengatakan AS dapat mengakhiri perang melawan Iran saat ini karena negara tersebut disebut tidak akan memperoleh senjata nuklir. Ia turut menyinggung kondisi militer dan kepemimpinan Iran yang diklaim telah mengalami kehancuran.
1. Trump klaim Iran bunuh 75 ribu demonstran

ilustrasi bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani) "Mereka melakukan banyak pembunuhan. Dan omong-omong, dalam delapan bulan terakhir, mereka telah membunuh setidaknya 75 ribu demonstran," ujar Trump.
"Seseorang berkata, 'Saya heran mengapa mereka tidak berdemonstrasi.' Nah, memang agak sulit ketika ada mitraliur (senapan mesin) di ujung jalan yang menembaki kalian," tambahnya.
Trump juga menyinggung eksekusi pegulat Saleh Mohammadi pada 19 Maret 2026 lalu. Ia menyebut Mohammadi sebagai juara dunia dan mengatakan bahwa pemerintah Iran menggantung orang-orang yang dieksekusi menggunakan derek agar dapat dilihat publik.
Pegulat berusia 19 tahun itu diketahui dieksekusi delapan hari setelah ulang tahunnya bersama Mehdi Ghasemi dan Saeed Davoudi di Kota Qom, Iran setelah pihak berwenang menuduh ketiganya membunuh dua polisi selama demonstrasi berskala nasional.
2. Trump berkata AS bisa tinggalkan perang Iran

ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Owen.outdoors) Dalam rapat umum yang sama, Trump mengatakan bahwa AS dapat mengakhiri keterlibatannya dalam perang melawan Iran saat ini. Ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan memperoleh senjata nuklir.
"Seseorang berkata, 'Anda bisa pergi sekarang juga.' Itu benar. Kita bisa pergi sekarang juga. Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir," ucap Trump sebagaimana dilansir Iran International.
Trump menyatakan bahwa Iran tidak lagi mempunyai angkatan laut maupun angkatan udara. Ia juga mengatakan radar dan pertahanan udara negara tersebut telah dihancurkan, sementara 229 pesawat tempur Iran tersebar di seluruh landasan pacu.
Ia turut menyinggung kondisi kepemimpinan Iran. Menurut Trump, pemimpin tingkat pertama dan kedua sudah tewas, sedangkan pemimpin tingkat ketiga juga telah lenyap separuh.
Trump mengatakan para pemimpin Iran yang tersisa meminta jaminan bahwa mereka tidak akan dibunuh seperti para pendahulunya. Dalam pernyataannya, ia juga menyinggung kematian Qassem Soleimani yang disebutnya terjadi pada masa jabatan pertamanya.
3. Trump sebut permintaan bantuan ke NATO sebagai bentuk ujian

ilustrasi bendera Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (commons.wikimedia.org/FinnishGovernment) Trump juga mengatakan dalam rapat umum tersebut bahwa permintaannya kepada negara-negara anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk membantu AS dalam perang melawan Iran merupakan ujian untuk mengetahui kesediaan mereka mendukung Washington. Ia mengeklaim AS sebenarnya tidak membutuhkan bantuan itu.
"Ketika kami meminta bantuan untuk menghadapi Iran, yang sebenarnya tidak kami butuhkan, saya sedang menguji, saya ingin mencari tahu," tutur Trump, dilansir Jerusalem Post.
Ia turut menyoroti besarnya pengeluaran AS untuk NATO yang disebut mencapai ratusan miliar dolar setiap tahunnya dan menilai negara-negara anggota aliansi tersebut tidak bersedia membantu ketika diminta.























