Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengunjungi anak-anak korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Rumah Sakit (RS) Efarina Etaham, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Jumat (11/9/2026) (dok. Setwapres)
Budi mengatakan pemeriksaan di RSCM melibatkan sejumlah dokter dengan keahlian berbeda. Tim tersebut terdiri dari dokter spesialis anak, profesor ahli neurologi anak, profesor di bidang psikiatri anak, serta Ketua Kolegium Anak.
"Saya sudah kumpulin tim RSCM karena sesuai dengan arahan dari Pak Wapres. Nomor satu, kita ada dokter spesialis anak. Nomor dua, karena ini berkaitan dengan saraf, kita juga memanggil dokter profesor yang paling ahli mengenai neurologi anak. Ketiga, karena ini juga ada kaitannya dengan kejiwaan, kita ambil profesor yang bergerak di bidang psikiater anak," ucapnya.
"Kita juga memanggil Ketua Kolegium Anak untuk melihat secara keseluruhan dan ahli dari anak yang mengerti mengenai penyakit dalam. Karena takutnya ada yang lain juga yang kita tidak tahu," sambungnya.
FP hilang ingatan sejak menjadi korban keracunan MBG pada 13 Agustus 2026. Dari hasil yang diterima sang ibu, Elvinus, akan ada observasi selama rawat jalan. Dokter memintanya untuk memvideokan FP jika terjadi kejang-kejang agar dapat diberikan obat yang tepat.
"Tadi, kata dokter sewaktu nanti dia kejang ada waktunya observasi di rumah. Sewaktu dia nanti masih kejang di rumah, dia diambil video kata dokternya, biar tahu dokternya untuk memberikan obat," ucap dia.