Menkes Budi Gunadi Sadikin bersama Sekda Jateng saat konferensi pers terakhir perkembangan terbaru layanan CKG untuk wilayah Jateng. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Budi mengatakan, pemblokiran anggaran di Kemenkes terjadi di sejumlah pos dengan nilai besar, antara lain kesehatan lanjutan, kesehatan primer, Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, serta pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P). Selain itu, anggaran untuk program tuberkulosis (TB).
Meski begitu, Menkes mengakui masih terdapat sejumlah target di Kementeriannya yang belum berhasil dicapai.
"Nah, tapi saya mesti jujur, ada juga beberapa yang memang kita tidak achieve. Jadi ini adalah yang diblokir," ujar dia.
Budi turut menyoroti praktik pembukaan blokir anggaran oleh Kemenkeu yang baru dilakukan menjelang akhir tahun. Kondisi tersebut membuat kementerian tidak memiliki cukup waktu untuk merealisasikan anggaran.
"Karena even sebagian pun penyerapan kita ada yang agak terlambat karena blokirnya baru dibuka bulan November sehingga gak punya waktu kita untuk bisa merealisasikan anggaran tersebut," kata Budi.
Oleh karena itu, dia meminta tata kelola pemblokiran anggaran diperbaiki oleh Kemenkeu. Jika anggaran memang tidak akan dicairkan, dia mengusulkan agar Kemenkeu menariknya lebih awal, yakni pada Juni atau September.
"Sehingga saya minta ke Pak Untung sebagai bekas dari Kementerian Keuangan, coba kita lebih rapikanlah tata kelola keuangan kita sehingga ke depannya tidak seperti ini lagi. Kalau memang ingin ditarik, gak apa-apa ditarik, tapi kalau bisa Juni lah ditarik atau September ditarik agar teman-teman di DPR Komisi IX juga memahami," kata dia.