Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menkes Ungkap 173 RSUD Kekurangan 7 Dokter Spesialis Dasar
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin meluncurkan seleksi program studi baru RSPPU, di Gedung Kemenkes, Kamis (3/9/2026) (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Kemenkes mencatat 173 dari 514 RSUD belum memiliki lengkap tujuh spesialis dasar: penyakit dalam, anak, obgyn, bedah, anestesi, radiologi, dan patologi klinik.
  • Di 66 kabupaten/kota tertinggal, peralatan cathlab telah dikirim tetapi belum tersedia dokter spesialis jantung maupun saraf untuk mendukung layanan jantung dan stroke.
  • Pemerintah membuka seleksi 25 program PPDS berbasis rumah sakit, lalu berencana menambah 30 program spesialis mencakup bidang dasar, KJSU, dan prioritas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
3 September 2026

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan 173 dari 514 RSUD belum memiliki tujuh dokter spesialis dasar secara lengkap. Pemerintah mengembangkan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit untuk mengatasi kekurangan tersebut.

pada tahap ini

Pemerintah membuka seleksi untuk 25 program studi baru PPDS berbasis rumah sakit.

tahap berikutnya

Pengembangan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit akan diperluas dengan rencana pembukaan 30 program studi spesialis tambahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kementerian Kesehatan mencatat 173 dari 514 RSUD di Indonesia belum memiliki tujuh dokter spesialis dasar secara lengkap dan membuka seleksi 25 program studi PPDS berbasis rumah sakit.
  • Who?
    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Azhar Jaya, Kementerian Kesehatan, serta RSUD di berbagai daerah terlibat dalam pengembangan pendidikan dokter spesialis.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta. Kekurangan spesialis tercatat di RSUD Indonesia, termasuk 66 kabupaten/kota tertinggal.
  • When?
    Pengungkapan disampaikan pada Kamis, 3 September 2026, dalam peluncuran seleksi program studi baru RSPPU dan serah terima PPDS batch 6 ke RSPPU.
  • Why?
    Program pendidikan berbasis rumah sakit dikembangkan karena banyak RSUD belum memiliki spesialis penyakit dalam, anak, obgyn, bedah, anestesi, radiologi, dan patologi klinik secara lengkap.
  • How?
    Pemerintah membuka seleksi 25 program studi PPDS berbasis rumah sakit dan berencana memperluasnya dengan 30 program studi, termasuk spesialis dasar, KJSU, dan spesialis prioritas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menteri Kesehatan Budi bilang 173 rumah sakit daerah belum punya tujuh dokter ahli yang lengkap. Ada juga 66 daerah yang belum punya dokter jantung dan dokter saraf. Pemerintah sudah kirim alat kesehatan ke sana. Sekarang pemerintah membuka 25 sekolah baru untuk dokter ahli di rumah sakit. Nanti akan dibuka lebih banyak lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pengungkapan kesenjangan dokter spesialis di RSUD sekaligus memperlihatkan adanya respons yang terarah dari pemerintah. Pembukaan seleksi 25 program pendidikan spesialis berbasis rumah sakit menjadi langkah konkret untuk menambah jalur penyiapan tenaga medis, dengan rencana perluasan program pada tahap berikutnya yang mencakup spesialis dasar, KJSU, dan prioritas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan banyak RSUD di Indonesia yang belum memiliki tujuh dokter spesialis dasar secara lengkap. Kondisi tersebut mendorong pemerintah mengembangkan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit atau hospital-based.

Budi mengatakan, tujuh spesialis dasar yang idealnya tersedia di rumah sakit terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, anak, obstetri dan ginekologi (obgyn), bedah, anestesi, radiologi, serta patologi klinik.

Namun, berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, masih terdapat 173 RSUD dari total 514 RSUD di Indonesia yang belum memiliki tujuh spesialis dasar tersebut secara lengkap.

"Masih banyak sekali yang tidak memiliki spesialis dasar, 173 RSUD dari 514. Kita sudah 81 tahun merdeka itu 7 spesialis dasar saja tidak lengkap," ujar Budi di dalam acara peluncuran seleksi program studi baru RSPPU dan serah terima PPDS batch 6 ke RSPPU, di Gedung Kemenkes, Kamis (3/9/2026).

1. Tidak ada spesialis jantung dan spesialis saraf di 66 kabupaten kota

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin meluncurkan seleksi program studi baru RSPPU, di Gedung Kemenkes, Kamis (3/9/2026) (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Budi mengatakan persoalan kekurangan dokter spesialis terlihat ketika pemerintah membangun rumah sakit di daerah tertinggal untuk meningkatkan layanan penyakit jantung dan stroke.

Ia mengatakan, pemerintah mengirimkan sejumlah peralatan medis, termasuk catheterization laboratory (cathlab), ke 66 kabupaten/kota. Namun, daerah tersebut tidak memiliki dokter spesialis jantung maupun spesialis saraf.

"Begitu kita buka alatnya kita kirim, cathlab kita kirim itu 100 persen tidak ada spesialis jantung dan spesialis saraf di 66 kabupaten kota yang yang paling tertinggal. Jadi bayangkan Bapak Ibu kekurangannya ini luar biasa sekali," katanya

2. Buka 25 program baru

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin meluncurkan seleksi program studi baru RSPPU, di Gedung Kemenkes, Kamis (3/9/2026) (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya mengatakan, sebagai bagian dari langkah tersebut, pemerintah pada tahap ini membuka seleksi 25 prodi baru PPDS berbasis rumah sakit.

"Pada tahap ini kita akan membuka seleksi untuk 25 program studi baru," ujar Azhar

3. Pengembangan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit akan diperluas

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat me-launching PPDS RSPPU di RS Anak dan Bunda Harapan Kita, Jakarta Barat, Senin (6/5/2025). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Azhar mengatakan, pengembangan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit akan kembali diperluas pada tahap berikutnya.

"Kita berharap nanti kita bisa buka lagi 30 program studi spesialis yang terdiri dari 13 prodi spesialis dasar, 13 prodi spesialis KJSU, dan empat prodi spesialis prioritas," kata Azhar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article