Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menko PMK Sambut 4 WNI yang Dibebaskan dari Penyanderaan Somalia

2 min read
Menko PMK Sambut 4 WNI yang Dibebaskan dari Penyanderaan Somalia
Menko PMK Sugiono Jamin Pemulihan Kesehatan Empat WNI Korban Sandera Somalia (Dok. Kemenko PMK)
  • Menko PMK Sugiono menyambut empat ABK WNI MT Honour-25 yang pulang selamat ke Indonesia setelah dibebaskan dari penyanderaan perompak di perairan Hafun, Somalia.

  • Keempat WNI, bagian dari 17 ABK kapal, disandera selama lima bulan sepuluh hari; salah satu korban tiba menggunakan kursi roda.

  • Pemerintah menjamin perawatan, rehabilitasi kesehatan dan sosial bagi korban, setelah pembebasan melalui koordinasi lintas negara dengan Somalia, pemilik kapal, serta pihak terkait.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono menyambut kepulangan empat Warga Negara Indonesia (WNI) Anak Buah Kapal (ABK) MT Honour-25 yang berhasil dibebaskan dari penyanderaan perompak di Somalia.

Sugiono memastikan kehadiran negara secara utuh dalam memberikan perlindungan dan jaminan pemulihan kesehatan lanjutan bagi keempat WNI tersebut setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

“Dan puji syukur kehadirat Tuhan YME, Allah SWT, kita bisa menyambut kedatangan saudara-saudara kita, yang setelah melalui perjalanan panjang bisa kembali dengan selamat ke Tanah Air, ke pangkuan keluarga mereka tercinta,” ujar Menko PMK Sugiono, dikutip dari Siaran Pers, pada Rabu (7/9/2026).

  1. 1. Keempat WNI disandera selama lima bulan

    Empat anak buah kapal MT Honour tiba di Indonesia setelah enam bulan disandera pembajak Somalia.
    4 ABK MT Honour tiba di Indonesia usai disandera pembajak Somalia selama 6 bulan (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

    Sugiono menyebutkan bahwa keempat WNI menjadi korban penyanderaan selama lima bulan sepuluh hari. Penyanderaan tersebut terjadi karena kapal MT Honour 25 yang ditumpangi mengalami pembajakan oleh sekelompok perompak di perairan sekitar Hafun, Somalia.

    Keempat WNI tersebut yakni Ashari Samadikun (34) asal Gowa, Adi Faizal (27) asal Bulukumba, Wahudinanto (48) asal Pemalang, dan Fiki Mutakin (25) asal Bogor, yang merupakan bagian dari 17 ABK kapal MT Honour-25.

    “Sore hari ini kami menjemput saudara-saudara kita yang selama lima bulan sepuluh hari mengalami satu kasus penyanderaan”, kata Sugiono.

  2. 2. Salah satu korban mengalami cedera

    Empat ABK MT Honour tiba di Indonesia setelah enam bulan disandera pembajak Somalia dalam kondisi selamat.
    4 ABK MT Honour tiba di Indonesia usai disandera pembajak Somalia selama 6 bulan (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

    Sugiono mengatakan, salah satu WNI harus menggunakan kursi roda setibanya di bandara. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam merespons kondisi fisik dan psikologis para korban setelah menjalani penyanderaan.

    Ia menegaskan, pemerintah akan memastikan penanganan para korban hingga tahap rehabilitasi kesehatan dan sosial.

    “Pada kesempatan ini, saya selaku Menko PMK ingin memastikan kelanjutan dari proses ini, di mana perawatan kesehatan saudara-saudara kita bisa dilakukan dengan baik,” tegas dia.

  3. 3. Apresiasi Sugiono kepada pihak terkait

     Menko PMK Sugiono Jamin Pemulihan Kesehatan Empat WNI Korban Sandera Somalia (Dok. Kemenko PMK)
    Menko PMK Sugiono Jamin Pemulihan Kesehatan Empat WNI Korban Sandera Somalia (Dok. Kemenko PMK)

    Dikutip dari Antara News, proses pembebasan tersebut membutuhkan waktu cukup panjang karena melibatkan koordinasi intensif lintas negara. Upaya itu tidak hanya dilakukan bersama pemerintah Somalia dan pemilik kapal, tetapi juga melibatkan perwakilan negara asal kru lainnya yang turut menjadi korban penyanderaan perompak.

    Sugiono pun mengapresiasi kolaborasi pemerintah dengan berbagai pihak dalam upaya menyelamatkan dan memastikan keselamatan WNI di luar negeri.

    “Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, seluruh anggota Komisi I DPR RI, KBRI Nairobi, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembebasan dan pemulangan saudara-saudara kita,” ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More