Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menko PMK Serukan Kolaborasi Cegah Kekerasan saat Momentum Harkitnas
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno pimpin rakor di Gedung PMK/ dok Kemenko PMK
  • Menko PMK Pratikno menyampaikan pesan Presiden Prabowo bahwa semangat Kebangkitan Nasional harus menjadi kekuatan melawan segala bentuk kekerasan dan penindasan.
  • Pratikno menyoroti masih maraknya kekerasan di masyarakat, terutama terhadap perempuan dan anak, sehingga perlu menjadi perhatian bersama lintas kelompok.
  • Kemenko PMK berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mencegah kekerasan serta mengajak seluruh pihak menjadikan Harkitnas sebagai momentum menciptakan lingkungan aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya menjaga semangat Kebangkitan Nasional sebagai kekuatan untuk melawan segala bentuk kekerasan, penindasan, dan tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan. 

Hal ini disampaikan Pratikno dalam agenda Ikrar Bersama Bangkit Lawan Kekerasan bertajuk “Saya Tidak Mau Menjadi Korban dan Tidak Mau Menjadi Pelaku Kekerasan” di Museum Kebangkitan Nasional Stovia, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Mei 2026. 

Agenda peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ini juga dihadiri Ibu Negara ke-4 RI Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, sejumlah Wakil Menteri/Wakil Kepala Kabinet Merah Putih, perwakilan organisasi lintas keagamaan, serta organisasi perempuan dan anak.

1. Semangat kebangkitan nasional harus jadi perlawanan terhadap kekerasan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Pratikno dalam konpers penanganan bencana di Gedung PMK, Kamis (21/8/2025) (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Pratikno mengutip pidato Presiden Prabowo yang menilai semangat Kebangkitan Nasional lahir sebagai bentuk perlawanan terhadap penindasan dan kekerasan. 

“Semangat 1908 yang berlanjut terus sehingga lahir Sumpah Pemuda, adalah kesadaran penuh melawan kekerasan, imperialisme, penjajahan. Tetapi sampai sekarang, praktek semacam ini masih terjadi dalam bentuk yang lain,” ujar Pratikno, mengutip pidato Presiden Prabowo yang disampaikan saat Rapat Paripurna DPR RI, Rabu, 20 Mei 2026.

2. Persoalan kekerasan harus menjadi perhatian bersama

Menko PMK Pratikno dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan KADIN Indonesia 2025 yang berlangsung di Plaza BPJAMSOSTEK, Jakarta, pada Kamis (13/11/2025). (Dok Kemenko PMK)

Pratikno mengatakan, lebih dari satu abad setelah Kebangkitan Nasional, Indonesia masih menghadapi persoalan kekerasan yang justru muncul di lingkungan sekitar masyarakat. 

“Satu abad lebih Kebangkitan Nasional, tetapi kita masih menghadapi sebuah masalah kekerasan, yang justru musuhnya itu ada di sekitar kita sendiri, bentuknya adalah kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya. 

Pratikno menyebut, persoalan kekerasan harus menjadi perhatian bersama, karena korbannya dapat berasal dari kelompok mana pun. 


3. Komitmen untuk mencegah kekerasan

Menko PMK Pratikno dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan KADIN Indonesia 2025 yang berlangsung di Plaza BPJAMSOSTEK, Jakarta, pada Kamis (13/11/2025). (Dok Kemenko PMK)

Kemenko PMK memiliki komitmen untuk terus memperkuat fungsi sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian, agar langkah pencegahan serta penanganan kekerasan dapat berjalan lebih terpadu dan efektif. Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan kerja bersama lintas sektor. 

“Tugas kami di Kemenko PMK adalah sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian. Tugas kami adalah mengorkestrasi, karena ini bukan pekerjaan satu institusi saja,” ucap Pratikno.

Kemenko PMK, kata Pratikno, siap terus memperkuat koordinasi lintas kementerian atau lembaga, serta mendorong partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

“Kami siap untuk terus ditugasi, diingatkan, agar kami lebih aktif untuk melakukan koordinasi, orkestrasi, mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tegas Pratikno.

4. Harkitnas jadi momentum untuk ciptakan lingkungan aman

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kemanusiaan (PMK), Pratikno. (Dokumentasi Kemenko PMK)

Pratikno mengajak seluruh pihak menjadikan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) sebagai momentum memperkuat komitmen menciptakan lingkungan yang aman, dan bebas dari kekerasan dalam penutupan sambutannya. 

“Kita tidak ingin Indonesia yang maju justru dicederai oleh sebuah insiden kemanusiaan yang ada di dekat sekitar kita. Stop kekerasan terhadap perempuan dan anak. Mari kita berkolaborasi bersama-sama untuk mencegah hal ini agar tidak lagi terjadi,” kata Pratikno.


Editorial Team