Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menko Yusril Persilakan Komnas HAM Usut Penembakan di Intan Jaya
Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra usai mengikuti ujian doktor ilmu filsafat di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Kamis (2/7/2026.) (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • Pemerintah membuka ruang bagi Komnas HAM untuk menyelidiki kematian warga sipil, termasuk ibu hamil Melkiana Duwitau, dalam konflik bersenjata di Intan Jaya, Papua Tengah.
  • Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak menutup mata atas jatuhnya korban sipil dan siap menindaklanjuti hasil penyelidikan Komnas HAM sebagai dasar langkah hukum berikutnya.
  • Komnas HAM meminta akses penuh ke lokasi kejadian di Distrik Sugapa guna melakukan pemeriksaan forensik dan saksi, di tengah meningkatnya eskalasi konflik bersenjata di Papua.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2 Juli 2026

TPNPB-OPM menembak pilot warga negara Amerika Serikat Nicholas F. Goselin dan membakar pesawat perintis PT AMA di Yahukimo. Pada hari yang sama, terjadi kontak senjata di Intan Jaya yang menewaskan Melkiana Duwitau, seorang ibu hamil.

6 Juli 2026

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menyatakan pemerintah akan mengambil langkah hukum untuk mengusut penembakan di Intan Jaya. Ia juga mempersilakan Komnas HAM melakukan penyelidikan independen dan menegaskan pemerintah tidak menutup mata atas korban sipil.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah mempersilakan Komnas HAM melakukan penyelidikan independen atas penembakan yang menewaskan warga sipil, termasuk ibu hamil Melkiana Duwitau, di tengah konflik bersenjata di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
  • Who?
    Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyampaikan kebijakan pemerintah; Komnas HAM akan melakukan penyelidikan; korban adalah Melkiana Duwitau dan bayinya.
  • Where?
    Peristiwa penembakan terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Pernyataan resmi disampaikan Yusril kepada jurnalis di Kantor Komnas HAM, Jakarta.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Senin, 6 Juli 2026. Insiden penembakan terjadi pada 2 Juli 2026 bersamaan dengan meningkatnya konflik bersenjata di wilayah tersebut.
  • Why?
    Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap fakta kematian warga sipil dalam konflik bersenjata serta memastikan langkah hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban.
  • How?
    Pemerintah menjalankan penyelidikan internal melalui aparat TNI dan membuka ruang bagi Komnas HAM melakukan investigasi independen dengan akses penuh ke lokasi kejadian dan saksi-saksi terkait.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada perang tembak-tembakan di Papua dan ada ibu hamil namanya Melkiana yang meninggal di rumahnya. Pak Yusril dari pemerintah bilang Komnas HAM boleh cari tahu kenapa itu bisa terjadi. Pemerintah juga mau ikut periksa dan dengar hasil dari Komnas HAM. Sekarang orang-orang sedang selidiki biar tahu siapa yang salah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Menko Yusril menunjukkan komitmen pemerintah untuk menegakkan transparansi dan akuntabilitas dalam menangani konflik bersenjata di Papua. Dengan membuka ruang bagi Komnas HAM melakukan penyelidikan independen, pemerintah memperlihatkan kesediaan mendengar rekomendasi eksternal serta memastikan proses hukum berjalan terbuka, langkah yang mencerminkan kepedulian terhadap perlindungan warga sipil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah membuka ruang bagi Komnas HAM untuk menyelidiki kematian warga sipil, termasuk ibu hamil Melkiana Duwitau yang tewas dalam konflik bersenjata di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Selain investigasi internal, pemerintah menyatakan siap menunggu rekomendasi dari Komnas HAM terkait insiden tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, mengatakan, pemerintah akan menempuh langkah hukum untuk mengusut peristiwa yang menewaskan warga sipil.

"Pemerintah tentu akan mengambil langkah-langkah hukum yang pasti untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kasus ini. Terutama jatuhnya korban sipil, termasuk ibu yang hamil yang meninggal akibat konflik kekerasan bersenjata di Papua," kata Yusril kepada jurnalis di Kantor Komnas HAM, Senin (6/7/2026).

1. Bakal dengar rekomendasi Komnas HAM

Agenda peluncuran laporan tahunan Komnas HAM 2025. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Menurut Yusril, pemerintah tidak hanya mengandalkan penyelidikan internal. Komnas HAM juga dipersilakan melakukan penyelidikan secara independen untuk mengungkap fakta-fakta dalam peristiwa tersebut.

"Di samping melakukan penyelidikan dan penyidikan internal pemerintah, TNI khususnya, maka pemerintah juga memberikan kesempatan dan mempersilakan kepada Komnas HAM juga untuk melakukan satu penyelidikan atas kasus ini, dan kita dengar nanti apa rekomendasi yang disampaikan oleh Komnas HAM kepada pemerintah," ujar dia.

2. Pemerintah akui tak tutup mata

Agenda peluncuran laporan tahunan Komnas HAM 2025. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dia mengatakan, pemerintah bakal memperhatikan hasil penyelidikan Komnas HAM sebagai bahan dalam mengambil langkah lanjutan.

Yusril juga menegaskan pemerintah tidak menutup mata atas jatuhnya korban sipil dalam konflik bersenjata di Papua. Menurut dia, aparat tetap berupaya menghindari timbulnya korban masyarakat sipil di tengah operasi penanganan kelompok bersenjata.

"Pada prinsipnya memang pemerintah tidak menutup mata atas terjadinya korban akibat konflik yang terjadi di Papua. Walaupun tentu, dengan segala upaya yang mungkin menghindarkan terjadinya korban di kalangan sipil dalam mengatasi konflik kekerasan bersenjata yang ada di sana," kata dia.

3. Konflik bersenjata memanas di Papua

Prajurit TNI ketika menyemayamkan jenazah warga sipil perempuan berusia 12-15 tahun usai kena serangan Organisasi Papua Merdeka (OPM). (Dokumentasi TNI)

Di sisi lain, Komnas HAM juga meminta aparat penegak hukum turun langsung ke Distrik Sugapa untuk melakukan pemeriksaan forensik di lokasi kejadian serta memeriksa saksi. Selain itu, Komnas HAM meminta akses penuh untuk melakukan penyelidikan tanpa hambatan terhadap lokasi kejadian, korban, keluarga korban, dan dokumen terkait.

Konflik bersenjata di Papua kembali memanas setelah TPNPB-OPM menembak pilot warga negara Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, dan membakar pesawat perintis PT AMA di Yahukimo pada 2 Juli 2026. Pascainsiden, TNI menggelar operasi pengamanan di lokasi. Pada hari yang sama, kontak senjata di Intan Jaya menewaskan Melkiana Duwitau, ibu hamil yang tengah mengandung sekitar tujuh bulan, bersama bayi dalam kandungannya saat berada di dalam rumah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article