Sejumlah Menteri dan Wakil Menteri hadiri screening Pelangi di Mars di Plaza Senayan (IDN Times/Lia Hutasoit)
Selain itu, film tersebut juga memanfaatkan teknologi extended reality (XR) berbasis Unreal Engine. Teknologi yang biasanya digunakan dalam pengembangan gim itu kini diterapkan dalam produksi film untuk menghadirkan pengalaman visual yang lebih imersif bagi penonton.
Dengan teknologi tersebut, penonton disebut dapat merasakan sensasi seolah berada langsung dalam alur cerita, termasuk ketika adegan berlangsung di pesawat hingga di planet Mars.
Dari sisi produksi, film ini juga melibatkan sumber daya manusia dalam jumlah besar. Sekitar 300 animator dan 500 kru terlibat dalam proses pengerjaan film yang berlangsung selama lima tahun.
Riefky menambahkan pemerintah akan terus mendorong penguatan industri film melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari akses pasar hingga pendanaan bagi pelaku industri kreatif. Dia mengajak masyarakat agar terus dukung film nasional supaya bisa bersaing di tingkat global.
“Mari mendukung film nasional tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga untuk mendunia,” kata dia.