Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menlu Sugiono Pastikan Penyerahan Kredensial 17 Dubes Asing Pekan Ini

Menlu Sugiono Pastikan Penyerahan Kredensial 17 Dubes Asing Pekan Ini
Menlu Sugiono jemput WNI relawan Global Sumud Flotilla 2.0. (Dok. Kemlu RI)
Intinya Sih
  • Menlu Sugiono memastikan penyerahan surat kepercayaan 17 duta besar asing akan dilakukan pekan ini dan sudah masuk agenda resmi Presiden Prabowo Subianto.
  • Ia menjelaskan keterlambatan terjadi karena para duta besar datang secara bertahap, sehingga proses administrasi dan protokol juga berjalan menyesuaikan kedatangan mereka.
  • Sugiono menegaskan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara sahabat tetap berjalan baik meski proses akreditasi formal belum selesai sepenuhnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri RI Sugiono merespons sorotan diplomat senior Dino Patti Djalal terkait sejumlah duta besar asing yang disebut telah berbulan-bulan menunggu kesempatan menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Sugiono, proses tersebut sebenarnya sudah dijadwalkan dan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Ia memastikan agenda penyerahan surat kepercayaan kepada kepala negara telah masuk dalam rencana pekan ini.

Pernyataan itu disampaikan setelah Dino mengungkap adanya 17 calon duta besar asing yang telah tiba di Jakarta namun belum dapat menjalankan tugas secara resmi karena proses akreditasi belum rampung.

Isu tersebut sempat menjadi perhatian karena menyangkut hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara sahabat.

1. Menlu sebut agenda penyerahan surat kredensial telah ijadwalkan pekan ini

WhatsApp Image 2025-11-07 at 13.12.47.jpeg
12 duta besar (Dubes) negara yang akan bertugas di Indonesia menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11/2025). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Saat ditanya mengenai pernyataan Dino, Sugiono menegaskan bahwa proses penyerahan surat kepercayaan telah masuk agenda Presiden.

“Sudah dijadwalkan,” kata Sugiono kepada awak media di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (3/6/2026).

Ketika ditanya kapan pelaksanaan agenda tersebut, ia menjawab, “Kalau tidak salah minggu ini.”

Sugiono menambahkan jadwal teknis masih menunggu pengaturan lebih lanjut.

2. Penumpukan terjadi karena para duta besar datang bertahap

WhatsApp Image 2025-11-07 at 13.12.47 (2).jpeg
12 duta besar (Dubes) negara yang akan bertugas di Indonesia menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11/2025). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sugiono menjelaskan proses tersebut tidak berarti terhenti. Menurut dia, para duta besar datang ke Indonesia secara bertahap sehingga proses administrasi dan protokol juga berjalan secara bertahap.

“Jadi kita terakhir itu kapan ya? November ya. Saat itu semua yang pending sudah diserahkan kredensialnya,” kata dia.

Setelah itu, lanjut Sugiono, para calon duta besar baru mulai berdatangan dalam periode yang berbeda-beda.

“Terus setelah itu, dari November sampai sekarang, datangnya kan juga bertahap, dan prosesnya juga bertahap,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah menilai situasi tersebut merupakan bagian dari proses diplomatik yang berjalan sesuai mekanisme.

3. Hubungan diplomatik dengan negara sahabat tetap berjalan baik

85cbc675-e52d-40f0-a962-ef3b620d251a.jpeg
Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Alsattari mengalungkan kafiyeh kepada Menlu Sugiono. (Dok. Kemlu RI)

Sugiono juga menepis anggapan kondisi tersebut mengganggu hubungan Indonesia dengan negara-negara yang mengirimkan duta besarnya ke Jakarta. Menurut dia, komunikasi dan kerja sama tetap berlangsung meski proses akreditasi formal belum selesai.

“Saya sudah ketemu dengan sebagian besar dari mereka, walaupun tidak dalam suasana yang formal,” kata Sugiono.

Ia menambahkan, “Menurut saya, dengan segala rasa hormat, kerja sama itu tetap berjalan dengan baik. Hubungan dan komunikasi juga berjalan dengan baik.”

Sugiono menegaskan, substansi hubungan bilateral tetap berjalan meskipun proses protokoler masih menunggu penyelesaian.

“Yang pasti substansi dari pekerjaan dan substansi dari kerja sama itu tetap berjalan,” ujarnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More