Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jubir Gerindra Minta Dino Tetap Kritik Pemerintah demi Demokrasi

Jubir Gerindra Minta Dino Tetap Kritik Pemerintah demi Demokrasi
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal (Dok. YouTube IDN Times)
Intinya Sih
  • Sugiat Santoso menjelaskan kunjungan luar negeri Presiden Prabowo sebagai strategi memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
  • Gerindra menilai diplomasi aktif Prabowo membawa manfaat konkret bagi rakyat, seperti ketahanan pangan, investasi, dan lapangan kerja melalui kerja sama internasional.
  • Partai Gerindra menegaskan keterbukaannya terhadap kritik publik dan mengajak Dino Patti Djalal terus memberi masukan demi menjaga kualitas demokrasi serta kebijakan luar negeri Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, ikut merespons kritik yang disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal soal intensitas kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri. Ia mengatakan, tingginya frekuensi kunjungan kerja Prabowo ke luar negeri merupakan strategi untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks.

Ia menghormati pandangan Dino sebagai diplomat senior. Tetapi, kondisi global saat ini menuntut pendekatan yang berbeda dibandingkan masa lalu.

"Kita harus melihat konstelasi global hari ini sedang tidak baik-baik saja. Di tengah ketegangan geopolitik dunia, kehadiran Pak Prabowo di panggung internasional bukan sekedar kunjungan biasa melainkan langkah proaktif untuk memastikan Indonesia tak hanya menjadi penonton. Tapi, ikut mewarnai arah kebijakan yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dalam negeri," ujar pria yang juga merupakan anggota Komisi XIII DPR RI itu, dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).

Dalam pandangannya, lanskap hubungan internasional telah berubah sehingga diplomasi tak lagi dapat dijalankan hanya dengan pendekatan-pendekatan konvensional. Kehadiran langsung seorang kepala negara menjadi bagian penting dalam membangun pengaruh Indonesia di tingkat global.

1. Prabowo sering berkunjung ke luar negeri karena peran Indonesia lagi meningkat

  Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Prancis, Kamis (28/5/20
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Prancis, Kamis (28/5/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

Lebih lanjut Sugiat menambahkan, tingginya frekuensi kunjungan Prabowo ke luar negeri tidak terlepas dari meningkatnya peran Indonesia di tingkat internasional. Ia mengklaim, banyak negara yang menginginkan peran Indonesia di tingkat global dalam berbagai isu strategis.

"Mengapa kunjungan luar negeri ini begitu intens? Jawabannya sederhana: karena dunia yang meminta kehadiran Indonesia. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, Indonesia tak lagi memposisikan diri sebagai obyek yang pasif. Melainkan subyek yang menentukan," tutur dia.

Prabowo katanya membawa posisi tawar yang kuat sebagai pemimpin negara dengan potensi ekonomi besar. Indonesia juga dianggap representasi dari negara-negara berkembang atau global south.

Ia menambahkan diplomasi yang dilakukan oleh Prabowo berjalan seimbang kepada negara-negara mitra strategis, baik di kawasan barat maupun timur. Langkah tersebut, menurutnya bentuk pelaksanaan politik luar negeri yang bebas aktif dari Indonesia.

2. Prabowo diklaim sebagai pemimpin yang bekerja cepat dan terukur

Penandatanganan dokumen Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance.
Penandatanganan dokumen Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance. (dok. BPMI Setpres)

Sugiat juga memuji Prabowo sebagai pemimpin yang bekerja secara cepat dan terukur dalam setiap agenda diplomasi yang dijalankan. Hal itu juga diimplementasikan ketika Ketua Umum Partai Gerindra itu melakukan kunjungan ke luar negeri.

"Setiap kunjungan selalu terukur dengan agenda yang padat dan konkret, mulai dari kesepakatan strategis hingga pengakuan internasional terhadap posisi Indonesia. Menghadapi dinamika dunia yang bergerak secepat kilat, diplomasi meja makan atau sekadar lewat surat, tentu tidak lagi cukup," kata Sugiat.

Ia menepis anggapan bahwa aktivitas diplomasi luar negeri tidak berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat. Kerja sama yang dibangun pemerintah bertujuan memperkuat kesejahteraan rakyat di dalam negeri.

"Mungkin ada kesan bahwa urusan luar negeri itu jauh dari urusan rakyat kecil. Padahal sebaliknya, ketika Pak Prabowo berbicara tentang ketahanan pangan, transfer teknologi pertahanan, atau kerja sama energi di luar negeri, tujuannya satu yaitu memastikan pasokan untuk dalam negeri aman, investasi masuk dan lapangan kerja tercipta," tutur dia.

3. Gerindra klaim tetap terbuka terhadap kritik publik

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso (Dok. IDN Times)
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso (Dok. IDN Times)

Di penghujung keterangannya, Sugiat mengklaim Partai Gerindra tetap membuka diri terhadap berbagai kritik dan masukan dari berbagai kalangan. Termasuk dari pakar hubungan internasional.

Dino Patti Djalal bahkan diminta oleh Sugiat agar tak berhenti memberikan masukan bagi pemerintahan Prabowo. Sikap itu berbeda dari yang ditunjukkan oleh Wakil Ketua Umum, Habiburokhman. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR itu mengatakan, mantan pejabat seperti Dino tidak elegan bila mengkritisi pemerintahan Prabowo di ruang publik.

"Sebagai partai yang terbuka, Gerindra melihat kritik dari tokoh seperti Pak Dino sebagai vitamin untuk demokrasi. Kami justru mengajak Beliau dan para pakar hubungan internasional lainnya untuk terus memberikan masukan konstruktif," kata Sugiat.

Ia mengajak publik agar ikut mengawal supaya posisi tawar Indonesia yang diklaim sedang kuat di dunia internasional, tetap bisa memberikan manfaat bagi seluruh rakyat.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More