Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menteri PPPA Minta Kasus Bullying hingga Anak 7 Tahun Tewas di Pemalang Diusut

2 min read
Menteri PPPA Minta Kasus Bullying hingga Anak 7 Tahun Tewas di Pemalang Diusut
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengunjungi korban dugaan kekerasan penyiraman air keras oleh anggota polisi. (Dok. KemenPPPA)

  • Menteri PPPA Arifah Fauzi meminta dugaan kekerasan fisik terhadap siswa tujuh tahun yang meninggal di Pemalang diusut menyeluruh, dengan proses hukum mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.

  • Polres Pemalang telah menerima laporan, melakukan autopsi dan pemeriksaan TKP, serta memeriksa pelapor, guru, dan sejumlah saksi terkait kasus tersebut.

  • Pemerintah meminta perlindungan identitas anak saksi, pendampingan sesuai UU SPPA, serta penguatan pencegahan kekerasan, SOP penanganan, dan kanal aduan di sekolah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi meminta dugaan kekerasan terhadap anak laki-laki berusia tujuh tahun di Pemalang, Jawa Tengah, diusut menyeluruh. Anak tersebut meninggal dunia dan diduga mengalami kekerasan fisik di lingkungan sekolah.

“Setiap anak berhak berada di lingkungan yang aman, termasuk ketika berada di sekolah. Kami sangat prihatin atas peristiwa yang terjadi dan mendorong agar proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap fakta yang sebenarnya. Proses hukum harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dengan tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak,” kata Menteri PPPA, dikutip Selasa (6/10/2026).

  1. 1. Polisi masih selidiki kasus

    Ilustrasi kekerasan anak (IDN Times/Sukma Shakti)
    Ilustrasi kekerasan anak (IDN Times/Sukma Shakti)

    Satreskrim Polres Pemalang masih menyelidiki dugaan kekerasan fisik yang mengakibatkan anak tersebut meninggal. Polisi telah menerima laporan, melakukan autopsi, mengecek TKP, serta memeriksa pelapor dan sejumlah saksi, termasuk anak saksi dan guru.

    “Proses hukum harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dengan tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak,” kata Arifah.

  2. 2. Anak saksi diminta dilindungi

    Siswa SMP Pemalang Tewas Diduga Dibully
    Siswa SMP Pemalang Tewas Diduga Dibully

    Kasus ini turut menyoroti penyebaran foto dan identitas anak saksi di media sosial. UPTD PPA Kabupaten Pemalang telah mendampingi keluarga korban dan anak saksi. Pemeriksaan terhadap dua anak saksi direncanakan dengan pendampingan Pekerja Sosial sesuai ketentuan UU SPPA.

    “Anak yang menjadi saksi juga harus mendapatkan perlindungan. Kami meminta masyarakat tidak menyebarluaskan identitas, foto, maupun informasi pribadi anak,” ujar Arifah.

  3. 3. Sekolah diminta perkuat pencegahan

    IMG_20260909_115604.jpg
    Menteri PPPA, Arifah Fauzi dalam Sosialisasi Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit di Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2027)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

    Arifah mendorong penguatan Sekolah Ramah Anak (SRA), termasuk mekanisme pencegahan kekerasan, SOP penanganan, serta kanal aduan yang mudah diakses dan menjamin kerahasiaan anak. Evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memperkuat mitigasi dan mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan.

    “Sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi setiap anak. Karena itu, penguatan Sekolah Ramah Anak perlu dilakukan secara menyeluruh,” kata dia.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More