Taufik Hidayat, Pelaku Penyiksaan di Bandung (Dok.Istimewa)
Kemen PPPA mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga layanan, organisasi masyarakat, dan komunitas untuk memperkuat upaya pencegahan serta penanganan kekerasan terhadap perempuan.
"Kekerasan terhadap perempuan bukan hanya persoalan individu, tetapi persoalan bersama yang membutuhkan kepedulian dan keterlibatan semua pihak. Kita perlu membangun lingkungan yang aman, saling melindungi, dan tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan," kata dia.
Kasus dugaan penculikan, penyekapan, dan penganiayaan YTR ini baru terungkap ketika yang bersangkutan berada di RSHS. Orangtua korban mendapat telepon yang mengabarkan bahwa korban dirawat di RSHS akibat kecelakaan motor. Keluarga kemudian mendatangi rumah sakit dan menemukan kondisi YTR dalam keadaan luka berat.
Ketika dicek oleh keluarga, benar bahwa perempuan yang dirawat adalah YTR yang sudah hilang sekitar tiga tahun. Sebelum hilang kontak, YTR diketahui berkenalan dengan Taufik dalam sebuah konser musik di Kota Bandung, kemudian menjalin hubungan asmara dengannya.
Adik korban, Syahrul Ulum (26), mengatakan YTR mulai menjalin hubungan dengan seorang pria bernama Taufik Hidayat pada 2023. Keduanya diketahui bertemu dalam sebuah konser musik di kawasan Tritan Point, Kota Bandung.
Menurut Syahrul, pelaku sempat diperkenalkan kepada keluarga dan datang ke rumah korban di Rancaekek, Kabupaten Bandung. Namun setelah pertemuan tersebut, komunikasi YTT dengan keluarga perlahan terputus.
"Pernah dibawa ke sini sama teteh. Saat itu ada saya dan mamah. Setelah itu enggak pernah ke sini lagi dan langsung lost contact," kata Syahrul, Selasa (16/6/2026).
Keluarga sempat mendapat informasi bahwa korban bekerja di kawasan Pasteur, Kota Bandung. Namun selama hampir tiga tahun, mereka tidak mengetahui keberadaan korban maupun aktivitas yang dijalaninya.