Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PSI: Independensi Bank Indonesia Tidak Dapat Ditawar

PSI: Independensi Bank Indonesia Tidak Dapat Ditawar
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Grace Natalie meminta proses pergantian kepemimpinan Bank Indonesia dijalankan sesuai konstitusi dan ketentuan perundang-undangan.
  • PSI menilai independensi, kredibilitas, dan kekuatan institusi Bank Indonesia harus tetap terjaga saat kepemimpinan berganti.
  • Prabowo Subianto memilih Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI, dengan rekam jejak dan kompetensinya sebagai alasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah independensi Bank Indonesia tidak dapat ditawar?
Share Article

Jakarta, IDN Times — Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, mengajak seluruh pihak menghormati proses pergantian kepemimpinan Bank Indonesia (BI), dan memberikan ruang bagi DPR untuk menjalankan proses sesuai konstitusi dan ketentuan perundang-undangan.

“Pasar sudah memberikan sinyal awal kepercayaan terhadap proses transisi ini. Sekarang tugas kita bersama memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan proses yang konstitusional, dan jaminan bahwa independensi Bank Indonesia tetap menjadi prinsip yang tidak dapat ditawar,” ujar Grace, Rabu (12/8/2026).

  1. 1. Kepastian dan kredibilitas dalam proses transisi sangat penting untuk menjaga kepercayaan

    PSI: Independensi Bank Indonesia Tidak Dapat Ditawar
    Grace Natalie, Ketua Wakil Dewan Pembina PSI (imstagram.com/gracenat)

    Menurut Grace, kepastian dan kredibilitas dalam proses transisi sangat penting untuk menjaga kepercayaan investor, pelaku usaha, serta masyarakat. Terlebih di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia membutuhkan bank sentral yang kuat, kredibel, dan independen.

    “Sinergi BI dengan pemerintah penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun sinergi tidak boleh dimaknai sebagai subordinasi. Bank Indonesia harus tetap independen dalam menjalankan mandat dan mengambil keputusan moneternya,” kata dia.

    Grace meyakini proses transisi yang baik dan kepemimpinan yang kredibel, akan memperkuat kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia.

    “Yang harus kita jaga bukan hanya siapa yang memimpin BI, tetapi kekuatan institusinya. Kepemimpinan boleh berganti, tetapi independensi, kredibilitas, dan kepercayaan terhadap Bank Indonesia harus tetap terjaga,” kata Grace.

  2. 2. Istana beberkan alasan Prabowo pilih Destry jadi calon tunggal Gubernur BI

    PSI: Independensi Bank Indonesia Tidak Dapat Ditawar
    Pejabat Gubernur Sementara (PGS) Destry Damayanti (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membeberkan alasan Presiden Prabowo Subianto memilih Destry Damayanti menjadi calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI). Sebab, Destry memiliki rekam jejak yang baik.

    "Ya yang pasti kan rekam jejak beliau kan? Rekam jejak beliau yang ya, mulai dari ilmu, sarjana sampai mengabdikan diri sekian puluh tahun kan di bidang keuangan," ujar Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

    Prasetyo mengatakan, Destry yang sebelumnya menjabat Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia juga menjadi catatan penting oleh Presiden Prabowo. Sehingga, Destry dipilih menjadi calon Gubernur BI.

    "Dan beliau juga dua kali, dua periode menjadi Deputi Gubernur Senior. Itu salah satu alasan yang paling mendasar kan, tentunya kan kompetensi kan," ucap dia.

  3. 3. Nama Destry sudah dikirim ke DPR

    PSI: Independensi Bank Indonesia Tidak Dapat Ditawar
    Destry Damayanti menyampaikan keynote speech dalam Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Senin (13/4/2026). (bi.go.id)

    Sebelumnya, Surat Presiden (Surpres) Destry menjadi calon Gubernur Bank Indonesia sudah dikirim ke DPR RI, pada Senin, 10 Agustus 2026. Destry menjadi calon tunggal.

    "Namanya tunggal satu nama, yaitu namanya atas nama ibu Dastry Damyanti yang beliau sekarang menjadi Penjabat Gubernur BI Sementara," kata Prasetyo di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More