Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya
(Pengacara Elza Syarief) ANTARA FOTO/M. Agung Rajasa)
  • Elza Syarief resmi mundur sebagai pengacara Sony Sonjaya setelah Kejagung menetapkan Asep Yusuf Somantri, orang dekat Sony, sebagai tersangka kasus jual beli titik SPPG.
  • Elza mengaku merasa dibohongi dan tidak nyaman selama mendampingi Sony karena sulit berkomunikasi langsung serta adanya intervensi dari pihak lain dalam proses pendampingan hukum.
  • Ia menegaskan pendampingannya bersifat probono tanpa menerima bayaran, dan menyebut keputusannya mundur demi menjaga integritas serta keterbukaan dalam penanganan kasus tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
12 Juni 2026

Elza Syarief mulai merasa tidak nyaman dalam melakukan pendampingan terhadap Sony Sonjaya dan mengaku dipersulit untuk bertemu kliennya.

15 Juni 2026

Elza Syarief resmi mundur sebagai pengacara Sony Sonjaya setelah Kejaksaan Agung menetapkan Asep Yusuf Somantri, orang dekat Sony, sebagai tersangka.

16 Juni 2026

Elza menjelaskan kepada media alasan pengunduran dirinya dan menyatakan pesimistis bahwa permohonan justice collaborator Sony akan dikabulkan Kejagung.

kini

Elza menegaskan bahwa dirinya menjadi pengacara Sony secara probono dan tidak pernah menerima bayaran sepeser pun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Elza Syarief mengundurkan diri sebagai pengacara Sony Sonjaya, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, setelah merasa dibohongi terkait dugaan aliran uang dari Asep Yusuf Somantri kepada kliennya.
  • Who?
    Elza Syarief, Sony Sonjaya, dan Asep Yusuf Somantri yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.
  • Where?
    Peristiwa ini terjadi di Jakarta dan berkaitan dengan penanganan kasus di lingkungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
  • When?
    Elza resmi mundur pada Senin, 15 Juni 2026, dan memberikan penjelasan kepada media pada Selasa, 16 Juni 2026.
  • Why?
    Elza merasa tidak jujur diperlakukan oleh kliennya serta mengetahui adanya dugaan penerimaan uang rutin dari Asep kepada Sony yang membuatnya kehilangan kepercayaan untuk melanjutkan pendampingan hukum.
  • How?
    Keputusan mundur disampaikan Elza setelah mengetahui perkembangan penyidikan Kejagung dan mengalami ketidaknyamanan dalam mendampingi Sony sejak 12 Juni 2026 karena akses komunikasi yang terbatas dengan kliennya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Elza marah sama Pak Sony karena katanya Pak Sony tidak jujur. Elza itu pengacara, tapi sekarang dia tidak mau bantu lagi. Ada orang dekat Pak Sony namanya Asep yang sudah jadi tersangka dan katanya kasih uang ke Pak Sony. Elza bilang dia capek dan tidak nyaman kerja sama mereka, jadi dia berhenti saja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Keputusan Elza Syarief untuk mundur dari pendampingan hukum Sony Sonjaya menunjukkan komitmennya terhadap integritas dan transparansi dalam profesinya. Sikapnya yang tetap terbuka kepada publik serta penegasannya bahwa ia bekerja secara probono memperlihatkan dedikasi pada prinsip kejujuran dan tanggung jawab moral, bahkan ketika menghadapi situasi yang penuh tekanan dan ketidaknyamanan profesional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Elza Syarief memutuskan mundur sebagai pengacara eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya. Per Senin (15/6/2026), Elza bukan lagi pengacara Sony.

Elza menjelaskan, dia memutuskan mengundurkan diri sejak Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Asep Yusuf Somantri (AYS) yang merupakan orang dekat Sony sebagai tersangka.

Dia merasa dibohongi kliennya karena ternyata Asep diduga memberi sejumlah uang hasil jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada Sony.

“Karena Pak Sony tidak jujur dan sebelum bersumpah bersih, tapi info beberapa orang terutama Asep, dia (Sony) menerima uang dari Asep secara rutin. Bagaimana mau JC (justice collaborator)? Dan saya merasa ada yang dibuka, ada yang dilindungi,” kata Elza kepada IDN Times, Selasa (16/6/2026).

1. Pesimistis justice collaborator Sony Sonjaya dikabulkan

Eks Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya ditahan Kejagung, Rabu (3/6/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Elza pun mengaku pesimistis justice collaborator yang diajukan Sony dikabulkan Kejagung. Sebab, ada temuan penyidik soal aliran uang kepada Sony.

“Mungkin Krisna (pengacara Sony) dengan kedekatannya dengan Jampidsus dan Jamintel bisa-bisa saja Sony dapat JC, tapi dia tidak jujur dapat uang secara rutin dari Asep yang sudah tersangka saat ini,” ujar Elza.

2. Elza merasa tidak nyaman selama melakukan pendampingan

Kejaksaan Agung (Kejagung) saat menetapkan eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk sebagai terangka tata kelola program MBG (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Selain itu, Elza memiliki alasan pribadi tentang mundurnya dia sebagai pengacara Sony. Dia mengaku merasa tidak nyaman dalam melakukan pendampingan terhadap Sony sejak 12 Juni 2026.

“Saya dipersulit untuk ketemu Pak Sony, untuk tahu cerita detail selalu dipotong oleh Krisna Murti dan saya perkuat tim dengan Pitra dan Prof Rufinus, mereka marah, mereka takut terbongkar kedoknya,” kata Elza.

3. Elza klaim jadi pengacara Sony secara probono

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya (tengah). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Elza mengeklaim, dia probono atau sukarela menjadi pengacara Sony. Hingga saat ini, dia tak menerima uang sepeser pun dari Sony.

“Ya betul, tidak pernah terima uang sepeser pun, tidak pernah minta juga dan tidak ada permintaan uang sama sekali. Saya ikhlas untuk membuka kasus ini terang-benderang, mereka bilang saya keras dan sangat terbuka kepada publik, padahal itu keterangan Sony Sonjaya sendiri dan saya juga sangat hati-hati bicara,” ucap dia.

Editorial Team

Related Article