Damkar DKI Andriyono Naik Pangkat Usai Gugur Bertugas Padamkan Api

- Pemprov DKI Jakarta menganugerahkan kenaikan pangkat luar biasa anumerta dari 3A ke 3B kepada Andriyono, anggota Damkar yang meninggal saat bertugas memadamkan kebakaran sampah.
- Ahli waris Andriyono menerima santunan JKK dan JHT dari PT Taspen senilai Rp344.161.500; Pemprov DKI juga berkomitmen mendukung kebutuhan pendidikan keluarga sesuai ketentuan.
- Andriyono, Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung, meninggal akibat serangan jantung saat menyambungkan selang dan mencari sumber air dalam operasi kebakaran di Kramat Jati.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyerahkan penghargaan anumerta berupa kenaikan pangkat luar biasa kepada anggota Damkar DKI, Andriyono, yang meninggal saat bertugas menangani kebakaran tumpukan sampah, di Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, mewakili Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menyaksikan juga penyerahan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Hari Tua (JHT) dari PT Taspen senilai Rp344.161.500 kepada ahli waris almarhum.
"Kami juga berikan kenaikan pangkat luar biasa dari 3A ke 3B. Ini penghargaan kepada almarhum atas dedikasinya mengabdi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jakarta," ujar Uus di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/8/2026).
1. Pemprov DKI ucapkan duka cita

Uus mengatakan, Dinas Gulkarmat selama ini menjadi garda terdepan dalam menangani berbagai musibah di Jakarta. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta kerap menjadikan personel Damkar sebagai teladan kecepatan mereka dalam melayani masyarakat.
"Almarhum Bapak Andriyono adalah salah satu personel yang telah memberikan dedikasi luar biasa. Dalam setiap musibah, Damkar selalu berada di barisan terdepan. Karena itu, bukan hanya keluarga yang merasa kehilangan, tetapi seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta juga merasakan duka yang sama," kata dia.
2. Pemprov DKI akan penuhi kebutuhan pendidikan keluarga almarhum

Uus meminta jajaran Dinas Gulkarmat terus memberikan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan serta dukungan lain sesuai ketentuan yang berlaku.
"Selain santunan yang telah diberikan, Pemprov DKI Jakarta juga akan memberikan dukungan sesuai aturan dan kewenangan yang dimiliki. Keluarga almarhum merupakan bagian dari keluarga besar Pemprov DKI Jakarta yang harus terus kita perhatikan," kata dia.
3. Almarhum punya riwayat jantung

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara, memastikan anggota Damkar DKI yang meninggal dunia saat bertugas menangani kebakaran tumpukan sampah di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2026) meninggal akibat serangan jantung.
"Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung," kata Bayu dalam keterangan, Minggu (2/8/2026)
Bayu mengatakan, korban bernama Andriyono merupakan Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung. Kebakaran itu dilaporkan terjadi pada pukul 07.02 WIB. Dinas Gulkarmat kemudian mengerahkan 10 unit mobil pemadam beserta 50 personel ke lokasi.
Bayu mengatakan, Andriyono saat itu bertugas mencari sumber air untuk mendukung operasi pemadaman dan tidak berada di titik penyerangan api.
"Ketika menyambungkan selang, korban tiba-tiba mengeluhkan nyeri dada. Rekan kerja kemudian segera meminta bantuan medis," ucap dia.















