Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jepang Bikin Kembang Api Ramah Lingkungan, Apa Itu?

Jepang Bikin Kembang Api Ramah Lingkungan, Apa Itu?
Ilustrasi kembang api (Unsplash.com/DESIGNECOLOGIST)
Intinya Sih
  • Produsen kembang api Jepang dan Universitas Ryukoku meluncurkan cangkang resin larut air untuk mengurangi limbah pertunjukan yang mencemari sungai, danau, serta pesisir.
  • Cangkang baru dapat terurai dalam satu hari pada kondisi sesuai, dibanding cangkang kertas kraft konvensional yang membutuhkan hingga enam bulan, sekaligus mengurangi penggunaan kertas.
  • Resin yang telah digunakan di sektor pertanian dinyatakan aman bagi lingkungan perairan; pengembangannya dilanjutkan sejak 2018 setelah riset sekitar 25 tahun dan kendala mikroplastik diatasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Produsen kembang api di Jepang bersama peneliti dari Universitas Ryukoku meluncurkan inovasi kembang api ramah lingkungan pada Minggu (2/8/2026).

Inovasi ini memanfaatkan cangkang berbahan resin larut air. Material baru tersebut mampu terurai jauh lebih cepat dibandingkan cangkang kembang api konvensional.

Teknologi ini dikembangkan untuk menekan limbah sisa pertunjukan yang kerap mencemari lingkungan, terutama di kawasan sungai, danau, dan pesisir laut.

1. Inovasi cangkang resin yang lebih cepat terurai

Kembang api konvensional umumnya memakai cangkang kertas kraft yang membutuhkan waktu hingga enam bulan untuk terurai di alam. Serpihan cangkang tersebut biasanya jatuh ke tanah atau perairan setelah meledak di udara.

Melalui kolaborasi Kakinoki Fireworks Industry dan Profesor Takahiko Nakaoki dari Universitas Ryukoku, cangkang resin baru ini dapat terurai hanya dalam kurun waktu satu hari pada kondisi yang sesuai.

Selain cepat terurai, penggunaan material baru ini juga memangkas kebutuhan kertas kraft dari dua lembar ukuran A3 menjadi hanya satu lembar per unit kembang api.

"Inovasi ini dirancang untuk mempercepat proses penguraian limbah sekaligus mengurangi beban terhadap lingkungan," ujar Presiden Kakinoki Fireworks Industry, Hiroyuki Kakinoki, dikutip dari Japan Today.

2. Keamanan material resin bagi ekosistem perairan

Bahan resin yang digunakan sebenarnya telah lama dimanfaatkan di sektor pertanian, seperti untuk pelapis benih dan pembenah tanah. Material ini dipastikan aman dan tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan saat larut.

Saat terpapar air, cangkang kembang api akan melunak sebelum akhirnya terurai sepenuhnya. Karakteristik ini sangat sesuai dengan festival di Jepang yang mayoritas digelar di atas kawasan perairan.

"Kami berharap teknologi ini dapat menekan limbah pertunjukan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem perairan," kata Hiroyuki Kakinoki.

3. Hasil riset dan pengembangan selama puluhan tahun

Kakinoki Fireworks Industry telah meneliti konsep kembang api ramah lingkungan selama kurang lebih 25 tahun. Percobaan awal menggunakan jenis resin lain sempat dihentikan karena berpotensi menghasilkan mikroplastik.

Proyek pengembangan terbaru ini kembali dimulai pada 2018 bersama Profesor Takahiko Nakaoki. Tim peneliti berhasil mengatasi berbagai kendala produksi, termasuk masalah bahan resin yang sempat menempel pada mesin pencetak.

"Teknologi ini diharapkan menjadi alternatif bagi industri kembang api untuk menekan polusi tanpa mengurangi kualitas pertunjukan," tutur Hiroyuki Kakinoki, dikutip dari Kyodo News.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More