Jakarta, IDN Times - Kelangkaan minyak goreng dan kenaikan harga LPG 12 kilogram nonsubsidi bisa menjadi momentum bagi masyarakat hidup sehat. Setidaknya, itulah yang diungkapkan oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Profesor Ari Fahrial Syam.
Bagi Ari, kondisi itu sebenarnya bisa menjadi momentum untuk mengurangi kebiasaan menggunakan minyak goreng, sekaligus mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.
"Sudah saatnya masyarakat mengurangi makanan yang digoreng. Artinya, membuat pola hidup kita jadi lebih sehat," kata Ari dalam siaran tertulis, Jumat (4/3/2022).
