Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Misteri 995 Senjata di Sekolah Islam Jaksel: Buat Eskul atau Bukan
Konferensi pers pemusnahan barang bukti narkotika dan senjata api ilegal oleh Polda Lampung, Rabu (29/7/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • PT Lokta Karya Perbakin mengklaim 995 airsoft gun disiapkan untuk ekstrakurikuler menembak dan panahan.
  • Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu menyatakan sekolah tidak pernah memiliki ekstrakurikuler menembak.
  • Polres Metro Jakarta Selatan masih mendalami fungsi, kepemilikan, legalitas, dan kaitan temuan dengan pengurus yayasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tahun 2021

Alhadid menyebut persiapan ekskul menembak dan panahan telah diketahui bersama Jenderal Suryo Pembina Yayasan.

Jumat (10/7/2026)

Polres Metro Jakarta Selatan menemukan 995 airsoft gun di gudang salah satu yayasan sekolah di Pondok Pinang.

Rabu (5/8/2026)

Polisi kembali menemukan tiga airsoft gun jenis FN90, AK-47, dan M4 Carbine.

Kamis (6/8/2026)

Alhadid Endar Putra menyebut airsoft gun tersebut stok persiapan ekskul menembak dan panahan.

Jumat (7/8/2026)

Perwakilan yayasan sekolah menyatakan sekolah tidak pernah memiliki ekstrakurikuler menembak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Polisi menemukan 995 airsoft gun dan sejumlah senjata lain di gudang salah satu yayasan sekolah.
  • Who?
    PT Lokta Karya Perbakin, Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu, dan Polres Metro Jakarta Selatan memberikan keterangan berbeda.
  • Where?
    Gudang salah satu yayasan sekolah di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
  • When?
    Temuan awal terjadi pada Jumat (10/7/2026), lalu tiga airsoft gun kembali ditemukan pada Rabu (5/8/2026).
  • Why?
    PT Lokta Karya Perbakin menyebutnya stok ekskul, sedangkan yayasan sekolah dan polisi menyatakan tidak terkait ekstrakurikuler.
  • How?
    Polisi mendalami fungsi dan kepemilikan senjata melalui dokumen serta keterangan saksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Polisi menemukan 995 airsoft gun di gudang yayasan sekolah di Pondok Pinang. Pak Alhadid bilang itu untuk kegiatan menembak dan panahan. Tetapi yayasan sekolah bilang tidak pernah ada kegiatan menembak. Polisi juga bilang tidak terkait kegiatan itu dan masih mencari tahu siapa pemiliknya serta apakah semuanya legal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perbedaan keterangan dari PT Lokta Karya Perbakin, yayasan sekolah, dan polisi membuat fungsi serta kepemilikan 995 airsoft gun tetap diperiksa melalui dokumen dan keterangan saksi. Proses pendalaman ini memberi ruang untuk menilai legalitas senjata berdasarkan keterangan yang tersedia, sementara temuan tambahan juga dicatat oleh polisi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pihak sekolah Islam di Pondok Pinang menepis pernyataan bahwa 995 senjata airgun yang ditemukan di sekolah, disiapkan untuk ekstrakurikuler menembak. Polisi pun belum membenarkan klaim itu.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin sekaligus pengacara eks Ketua Yayasan Sekolah, Alhadid Endar Putra, menyebut senjata tersebut merupakan stok untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak dan panahan.

1. Diklaim untuk latihan menembak dan panahan di sekolah

Suasana Yayasan Sekolah dengan temuan senjata api dan CD porno di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Alhadid menyebut, 995 senjata airgun merupakan milik PT Lokta Karya Perbakin. Menurut dia, senjata tersebut disiapkan untuk kegiatan menembak dan panahan di sekolah. Klaim itu menjadi salah satu penjelasan terkait keberadaan ratusan airsoft gun di lingkungan sekolah.

“Airsoft tersebut merupakan stok untuk persiapan ekskul menembak dan panahan dari sekolah, yang akan dilaksanakan dan telah diketahui pada tahun 2021 bersama dengan Jenderal Suryo Pembina Yayasan. Senjata-senjata itu milik Lokta dan legal, sesuai Surat Izin Nopol SI/5483-XII/2008 untuk Airsoft Gun oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujar Alhadid.

2. Sekolah bantah pernah ada ekskul menembak

Suasana Yayasan Sekolah dengan temuan senjata api dan CD porno di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Namun, menurut perwakilan yayasan sekolah, tidak ada kegiatan ekstrakurikuler menembak. Hermawanto mengatakan, informasi tersebut diperoleh dari guru-guru yang telah lama mengajar di sekolah. Pihak yayasan juga menyatakan pengurus baru tidak mengetahui keberadaan senjata hingga menemukannya.

“kami informasikan berdasarkan informasi dari guru-guru yang sudah lama di sini, bahwa di sekolah ini tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak," kata dia di lokasi, Jumat (7/8/2026).

3. Polisi sebut tak ada kaitan dengan ekskul

Penemuan Air Gun, CD Porno, dan Narkoba, di sebuah sekolah Jakarta Selatan (Istimewa)

Polres Metro Jakarta Selatan juga menyatakan, temuan senjata tersebut tidak berkaitan dengan ekstrakurikuler. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adiwibowo mengatakan, polisi masih mendalami fungsi dan kepemilikan senjata berdasarkan dokumen serta keterangan saksi.

“Oh tidak. Saya rasa tidak ada kaitan dengan ekskul," ujarnya, Jumat

Polres Metro Jakarta Selatan menemukan 995 airsoft gun di gudang salah satu yayasan sekolah di Pondok Pinang pada Jumat (10/7/2026). Polisi merinci temuan itu terdiri dari 776 revolver airsoft gun dan 215 pistol airsoft gun. Polisi juga menemukan empat senapan angin, satu senjata api merek Francispa, serta empat laras senjata panjang. Pada Rabu (5/8/2026), polisi kembali menemukan tiga airsoft gun jenis FN90, AK-47, dan M4 Carbine. Polisi masih menyelidiki legalitas, kepemilikan, serta kaitan senjata dengan pengurus yayasan.

Editorial Team

Related Article