Jakarta, IDN Times – Ketua Umum Asosiasi Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) Indonesia (AMBGN) sekaligus Koordinator Aksi, Sawaluddin Aweng, mengeluhkan penangguhan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada DPR. Dia menilai, mitra tidak semestinya menanggung kerugian ketika persoalan terjadi akibat kelalaian pengelola SPPG.
Aspirasi itu disampaikan dalam audiensi pimpinan DPR RI dengan presidium mitra BGN Indonesia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026). Pimpinan DPR yang hadir diwakilkan dua Wakil Ketua DPR RI yakni Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal.
Sawaluddin mengatakan, para mitra telah mengeluarkan modal besar untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
"Mereka mengeluarkan uangnya miliaran rupiah untuk membangun dan mensukseskan program prioritas presiden yang namanya makan bergizi gratis," kata Sawaluddin.
Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 13.000 dapur yang tidak beroperasi atau ditangguhkan. Ia menyebut kondisi tersebut berdampak besar terhadap para mitra yang telah menginvestasikan modal untuk membangun dapur SPPG.
"Saya ingin katakan kepada Republik ini, rakyat Indonesia hari ini ada menitipkan pesannya kepada saya untuk sampaikan kepada negara ini bahwa ada 26.000, 26 triliun yang sudah kami investasikan. Uang rakyat, Pak," ujarnya.
