Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mitra BGN Curhat ke DPR, Terlilit Utang Usai Dapur Ditangguhkan Tanpa kepastian
audiensi pimpinan DPR RI dengan presidium mitra BGN Indonesia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Sawaluddin Aweng menyampaikan keluhan mitra SPPG kepada DPR terkait penangguhan operasional dapur dan kerugian akibat persoalan dalam pelaksanaan MBG.

  • Para mitra disebut telah menginvestasikan modal besar, berutang, serta menghadapi tekanan penagih karena dapur SPPG tidak beroperasi.

  • DPR akan memfasilitasi pertemuan pemilik dapur SPPG dengan Kepala BGN, Sudaryono, untuk membahas persoalan tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling dibutuhkan mitra SPPG?
Vote Now
Kamis (1/10/2026)

Sawaluddin Aweng menyampaikan aspirasi mitra BGN Indonesia dalam audiensi dengan pimpinan DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat.

minggu depan

Pimpinan DPR akan memfasilitasi pertemuan para pemilik dapur SPPG dengan Kepala BGN, Sudaryono.

kini

Para mitra disebut menghadapi tekanan dari rentenir, penagih utang, dan petugas bank karena dapur yang dibangun tidak dapat beroperasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling dibutuhkan mitra SPPG?
Vote Now
  • What?
    Mitra SPPG mengeluhkan penangguhan operasional dapur, kerugian, utang, dan tuduhan ketika terjadi persoalan dalam pelaksanaan MBG.
  • Who?
    Sawaluddin Aweng, presidium mitra BGN Indonesia, pimpinan DPR RI, BGN, dan para pemilik dapur SPPG.
  • Where?
    Audiensi berlangsung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat.
  • When?
    Kamis (1/10/2026), dengan pertemuan lanjutan direncanakan minggu depan.
  • Why?
    Mitra meminta kejelasan tanggung jawab karena dapur ditangguhkan ketika persoalan disebut berkaitan dengan pengelola SPPG.
  • How?
    Aspirasi disampaikan melalui audiensi dengan DPR, yang akan memfasilitasi pertemuan pemilik dapur SPPG dan Kepala BGN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling dibutuhkan mitra SPPG?
Vote Now

Sawaluddin bercerita kepada DPR bahwa banyak pemilik dapur SPPG meminjam uang untuk membuat dapur Makan Bergizi Gratis. Dapur mereka ditangguhkan, jadi mereka sulit membayar utang. Mereka juga merasa dituduh saat ada masalah makanan. DPR lalu akan membantu mempertemukan mereka dengan Kepala BGN, Sudaryono.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling dibutuhkan mitra SPPG?
Vote Now

Audiensi tersebut menjadi ruang bagi mitra SPPG untuk menyampaikan kondisi dan tuntutan mereka secara langsung kepada DPR. Pimpinan DPR juga menyatakan akan memfasilitasi pertemuan dengan Kepala BGN. Langkah ini mempertemukan pemilik dapur, lembaga legislatif, dan pengelola program dalam pembahasan mengenai tanggung jawab serta persoalan operasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling dibutuhkan mitra SPPG?
Vote Now

Jakarta, IDN Times – Ketua Umum Asosiasi Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) Indonesia (AMBGN) sekaligus Koordinator Aksi, Sawaluddin Aweng, mengeluhkan penangguhan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada DPR. Dia menilai, mitra tidak semestinya menanggung kerugian ketika persoalan terjadi akibat kelalaian pengelola SPPG.

Aspirasi itu disampaikan dalam audiensi pimpinan DPR RI dengan presidium mitra BGN Indonesia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026). Pimpinan DPR yang hadir diwakilkan dua Wakil Ketua DPR RI yakni Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal.

Sawaluddin mengatakan, para mitra telah mengeluarkan modal besar untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

"Mereka mengeluarkan uangnya miliaran rupiah untuk membangun dan mensukseskan program prioritas presiden yang namanya makan bergizi gratis," kata Sawaluddin.

Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 13.000 dapur yang tidak beroperasi atau ditangguhkan. Ia menyebut kondisi tersebut berdampak besar terhadap para mitra yang telah menginvestasikan modal untuk membangun dapur SPPG.

"Saya ingin katakan kepada Republik ini, rakyat Indonesia hari ini ada menitipkan pesannya kepada saya untuk sampaikan kepada negara ini bahwa ada 26.000, 26 triliun yang sudah kami investasikan. Uang rakyat, Pak," ujarnya.

1. Mitra mengaku terlilit utang

audiensi pimpinan DPR RI dengan presidium mitra BGN Indonesia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Sawaluddin mengatakan, para mitra rela berutang untuk membangun fasilitas dapur SPPG karena ingin mendukung program MBG. Dia menyebut sebagian mitra kini menghadapi tekanan dari pihak yang memberikan pinjaman.

"Karena apa? Untuk mewujudkan cita-citanya, mendukung Presiden Prabowo dalam mensukseskan program makan bergizi gratis ini, menyiapkan fasilitas yang namanya dapur SPPG. Mereka rela berhutang, Pak," katanya.

Dia menyebut para mitra kini harus menghadapi rentenir, penagih utang, hingga petugas bank karena dapur yang mereka bangun tidak dapat beroperasi.

"Mereka, Pak, ya, hari ini tidak ada yang berani pulang. Nggak ada yang berani pulang. Itu menunggu sama rentenir, ditunggu sama debt collector, ditunggu sama petugas bank," ujar Sawaluddin.

2. Pemilik SPPG justru kena tuduh saat ada kasus keracunan MBG

audiensi pimpinan DPR RI dengan presidium mitra BGN Indonesia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Menurutnya, persoalan semakin berat ketika terjadi kejadian luar biasa seperti dugaan keracunan dalam pelaksanaan MBG. Dia mengeluhkan mitra justru ikut mendapat tuduhan sebagai pihak yang melakukan kesalahan.

"Lalu ketika ada kejadian luar biasa, ketika ada keracunan, mereka yang dituduh maling, mereka yang dituduh koruptor, mereka yang dituduh mencuri," katanya.

Sawaluddin menyoroti mekanisme penangguhan dapur SPPG ketika terjadi persoalan dalam pelaksanaan MBG. Dia mempertanyakan keputusan menangguhkan fasilitas dapur ketika kesalahan disebutnya berasal dari kepala SPPG, ahli gizi, atau akuntan yang bertugas dalam operasional.

"Jangan karena kelalaian kepala SPPI, kemudian kelalaian ahli gizi dan akuntan yang menyiapkan, menyajikan gizi kepada masyarakat, terjadi keracunan, masa panci kompor yang disuspen, Pak. Nggak masuk akal," ujarnya.

Dia menganalogikan hubungan mitra dengan BGN seperti hubungan pemilik rental mobil dengan penyewa. Menurutnya, apabila kendaraan yang disewa mengalami kecelakaan akibat pengguna, pemilik kendaraan tidak semestinya ikut menjadi pihak yang disalahkan.

"Saya ini pemilik rental. Kang Cucun sewa mobil saya. Hah? Kang Cucun yang pakai, ya. Ibaratnya Kang Cucun ini BGN, ya, kan? Kang Cucun kemudian tabrakkan mobil saya. Saya kah yang dituduh? Kang Cucun tabrak kemudian ada orang meninggal, saya selaku pemilik rental car yang dituduh? Nggak, kan?" kata dia.

Karena itu, Sawaluddin meminta adanya kejelasan mengenai tanggung jawab dalam hubungan kemitraan antara BGN dan pengelola fasilitas SPPG.

"Jadi, proses kemitraan itu yang kami tuntut secara adil, setara, dan bertanggung jawab," katanya.

Sawaluddin menegaskan, mitra bersedia bertanggung jawab terhadap fasilitas yang mereka bangun dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan BGN. Namun, dia meminta BGN juga bertanggung jawab terhadap pengelolaan program dan kebijakan yang diterapkan.

"Adil dalam kemitraan ini, dalam setiap kebijakannya BGN, kami diajak bicara. Setara, kedudukan kita sama, tidak ada sistem perintah di situ. Adil ini, kita sama-sama saling menjaga. Bertanggung jawab ini, kita sama-sama saling menjaga," ujarnya.

Dia juga meminta BGN dan DPR memberikan klarifikasi kepada masyarakat mengenai persoalan yang dihadapi para mitra.

"Tolong BGN kasih klarifikasi ke rakyat, pimpinan DPR kasih klarifikasi ke rakyat. Jangan kami dituduh. Kami pembela presiden, kami pembela pemerintahan. Kami ingin kepastian dari proses ini," kata Sawaluddin.

3. Pimpinan DPR fasilitasi pertemuan dengan Kepala BGN

Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta (9/9/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa memastikan pihaknya mengakomodir aspirasi dari para pemilik dapur SPPG. DPR akan memfasilitasi pertemuan para pemilik dapur dengan Kepala BGN, Sudaryono.

"Jadi memang tuntutan mereka yang moratorium soal SPPG itu nah minggu depan pimpinan DPR akan memfasilitasi mereka untuk ketemu dengan Kepala BGN dengan Pak Sudaryono. Tentu karena kita juga ingin persoalan-persoalan yang di alami oleh mereka semua itu bisa kita selesaikan dengan baik," imbuh dia.

Sampaikan pendapatmu

Apa yang paling dibutuhkan mitra SPPG?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article