Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Momen Mahasiswa Papua Angkat Noken dan Tantang Stafsus Mensesneg
Seorang mahasiswa Universitas Trisakti asal Papua saat menyampaikan tuntutan kepada Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Binbin Firman Tresnadi, dalam aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (29/10/2026) (IDN Times / Dini Suciatiningrum)
  • Mahasiswa Universitas Trisakti asal Papua mengangkat noken saat menyampaikan tuntutan kepada Staf Khusus Mensesneg Binbin Firman Tresnadi dalam aksi di Jakarta.
  • Ia menjelaskan noken sebagai simbol kehidupan masyarakat Papua, digunakan para ibu untuk menggendong anak sejak lahir dan berkaitan dengan alam sebagai sumber kehidupan.
  • Mahasiswa itu meminta jaminan layanan kesehatan gratis bagi korban karhutla di Papua, Kalimantan, dan pulau lain, lalu menantang Binbin bersalaman sebagai tanda kesanggupan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebuah noken, tas tradisional khas Papua, diangkat seorang mahasiswa Universitas Trisakti saat menyampaikan tuntutan kepada Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Binbin Firman Tresnadi, dalam aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Bagi mahasiswa asal Papua itu, noken bukan sekadar tas. Dia menyebut benda tersebut sebagai simbol kehidupan, yang digunakan ibu-ibu di Papua untuk menggendong anak mereka sejak lahir.

"Pak, noken ini dibuat oleh ibu-ibu di Papua. Noken ini memelihara satu kehidupan. Ketika anak Papua lahir, mereka menggendong anak Papua itu di dalam noken ini, Pak," ujarnya di hadapan Binbin.

Dia kemudian mengaitkan makna noken dengan alam yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Papua. Karena itu, dia mempertanyakan jaminan layanan kesehatan gratis bagi warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua, Kalimantan, dan pulau-pulau lainnya.

"Apakah Bapak bisa memberikan jaminan kepada saya dan teman-teman mahasiswa? Apakah bisa memberikan layanan kesehatan gratis bagi saudara-saudara kami yang korban Karhutla?" tanyanya.

Mahasiswa itu menegaskan, jaminan tersebut menjadi hal yang ingin dipastikannya. Dia bahkan menantang Binbin untuk bersalaman sebagai bentuk kesanggupan memberikan jaminan tersebut.

"Kalau Bapak berani, salaman sama saya, Pak!"

Curated For You

Editorial Team

Related Article