Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Panggil Menhut hingga BMKG, Prabowo Pimpin Rapat Bahas Karhutla-Cuaca
Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Istana Jakarta untuk membahas pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta kondisi cuaca.
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut Indonesia sedang memasuki musim kemarau yang diperparah El Nino, sehingga kondisi menjadi lebih kering.
  • Rapat yang melibatkan BMKG dan BRIN juga akan membahas prediksi cuaca ekstrem serta langkah-langkah antisipasi ke depan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan kepala badan untuk rapat terbatas (ratas) membahas pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta cuaca di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/9/2026). Salah satu yang hadir Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni.

"Ya, saya dihubungi tadi pagi, kita akan ada ratas khusus tentang Karhutla ya, kebakaran hutan dan lahan," ujar Raja Juli.

1. Indonesia ada El Nino

Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Saat ini, Indonesia sudah masuk ke tahap musim kemarau. Terlebih, di musim kemarau saat ini juga ada El Nino yang membuat lebih kering.

"Seperti kita ketahui siklus El Nino itu kan terjadi 4 tahunan," ucap dia.

2. Apa kata BMKG

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam webinar A 20 Years Commemoration of the 2006 Pangandaran Tsunami: Understanding The Past and Strengthening The Future Resilience, Kamis (16/7/2026). (dok. BMKG)

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Faisal Fathani, masih belum mau bicara mengenai materi rapat. Dia terlebih dulu akan menyampaikan kepada Presiden Prabowo.

"Nanti saya sampaikan, (rapat) tentang cuaca ekstrem dan kebenaran, saya laporkan dulu," kata Faisal.

3. Rapat antisipasi cuaca ekstrem

Kepala BRIN, Arif Satria hadir dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengatakan rapat tersebut nantinya akan membahas mengenai antisipasi terhadap prediksi cuaca ekstrem.

"Iya hari ini kami dipanggil oleh Pak Presiden untuk membahas masalah cuaca ekstrem ya, cuaca ekstrem. Nanti kita coba akan bahas bagaimana langkah-langkah antisipasi kedepan," ucap Arif.

Curated For You

Editorial Team

Related Article