Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PDIP Desak Dirut KAI Mundur Bila Tabrakan Kereta Bekasi Akibat Human Error
Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Aimah Nurul Anam atau dikenal Mufti Anam mencecar Pertamina. (Dok. DPR RI)
  • Anggota DPR Mufti Anam mendesak audit independen dan transparan atas tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur, serta meminta Dirut KAI mundur jika terbukti terjadi human error.
  • Mufti menyoroti perlunya sistem pengaman otomatis di seluruh jalur kereta, penutupan pelintasan ilegal, serta evaluasi total manajemen keselamatan agar KAI tidak hanya berorientasi bisnis.
  • KAI memastikan seluruh biaya pengobatan dan pemakaman korban kecelakaan ditanggung penuh oleh perusahaan dan asuransi, sambil memusatkan penanganan korban di sejumlah rumah sakit di Bekasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada dua kereta tabrakan di Bekasi Timur, satu kereta Argo Bromo Anggrek dan satu KRL. Banyak orang terluka dan ada yang meninggal. Orang bernama Mufti marah dan bilang bos besar KAI harus mundur kalau salahnya manusia. KAI bilang semua korban akan dibantu dan dirawat di rumah sakit. Sekarang semua masih diperiksa supaya tahu kenapa bisa tabrakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi VI DPR Republik Indonesia, Mufti Anam, mengaku kecewa dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atas tragedi tabrakan maut Kereta Argo Bromo Anggrek dengan Commuterline di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).

Dia mendesak agar dilakukan audit menyeluruh dan independen dan prosesnya harus dibuka transparan ke publik di mana titik kegagalannya, apakah sistem sinyal, SOP, atau human error.

Mufti meminta Bobby Rasyidin mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (Persero) bila tragedi tabrakan maut itu disebabkan oleh human error.

"Jika terbukti human error, kami minta Dirut dan pemimpin level tertinggi lainnya untuk bertanggungjawab serta mundur. Tidak cukup dengan minta maaf dan evaluasi," kata Mufti kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).

1. Minta pelintasan sebidang ilegal ditutup permanen

Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam merasa geram karan Apple meminta tax holiday selama 50 tahun. (Dok. PDIP Jawa Timur).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu juga mendorong percepatan implementasi sistem pengaman otomatis berbasis teknologi di seluruh jalur kereta, terutama di Jabodetabek.

Dia meminta adanya evaluasi total manajemen operasional dan keselamatan di tubuh KAI agar tidak fokus terhadap orientasi bisnis belaka. Mufti turut menyoroti pentingnya penataan ulang komposisi gerbong kereta berbasis risiko, termasuk reposisi gerbong perempuan agar lebih aman.

Lebih jauh, dia mendorong pembenahan pelintasan sebidang agar lebih modern. Dia pun meminta pelintasan ilegal yang dibiarkan oleh KAI segera ditutup secara permanen.

"Semua pelintasan wajib dipetakan dan diamankan, resmi dijaga atau dilengkapi palang otomatis. Pelintasan ilegal harus segera ditutup permanen atau setidaknya diproteksi sistem digital seperti sensor dan alarm peringatan," kata dia.

2. KAI banyak menerima fasilitas negara tapi masih mengecewakan

Proses evakuasi bangkai gerbong KRL perempuan yang mengalami kecelakaan dengan KA Argo Bromo Anggrek masih berlangsung hingga Selasa (28/4/2026) sore. (IDN Times/Pitoko)

Mufti menjelaskan, KAI selama ini menikmati posisi yang sangat kuat, bahkan cenderung melakukan monopolistik di sektor transportasi rel.

Negara telah berinvestasi banyak di sektor ini termasuk penyertaan modal negara (PMN), subsidi kewajiban pelayanan publik (Public Service Obligation/PSO), penugasan proyek strategis, hingga perlindungan regulasi, sehingga kompetitor nyaris tidak ada.

Mufti menegaskan, investasi Indonesia terlalu berat ke infrastruktur fisik, rel, stasiun, kereta baru, tetapi belum seimbang dengan investasi pada sistem keselamatan berbasis teknologi dan manajemen risiko.

"Kami kecewa, KAI sebagai salah satu BUMN yang paling privileged, justru gagal melindungi nyawa rakyat," kata Mufti.

3. KAI tanggung semua biaya korban tabrakan KA vs KRL

Proses evakuasi bangkai gerbong KRL perempuan yang mengalami kecelakaan dengan KA Argo Bromo Anggrek masih berlangsung hingga Selasa (28/4/2026) sore. (IDN Times/Pitoko)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan menanggung seluruh korban dalam insiden kecelakaan maut KA Argo Bromo Anggrek dan Commuterline di Bekasi Timur. KAI menegaskan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI.

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan duka cita dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Anne mengatakan, penanganan dipusatkan di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026).

Editorial Team