Anis Matta Dorong Kader Partai Gelora Duduk di Senayan pada Pemilu 2029

- Anis Matta menegaskan 73 anggota DPRD Partai Gelora sebagai generasi pertama yang menjadi fondasi dan basis penguatan elektoral menuju Pemilu 2029.
- Dalam arahannya, Anis menyoroti krisis global serta perlunya Partai Gelora hadir sebagai kekuatan politik baru yang mampu menjadi solusi dan navigator bagi Indonesia.
- Anis menyampaikan optimisme atas peluang besar Partai Gelora di Pemilu 2029, menekankan pentingnya strategi khas, gagasan kuat, dan kualitas kader dibanding sekadar modal besar.
Jakarta, IDN Times – Ketua Umum Partai Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), Anis Matta, menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota legislatif Partai Gelora, dan memberikan arahan kepada 73 kader yang saat ini duduk di DPRD di berbagai daerah. Acara ini digelar di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (13/6/2026).
Dalam forum tersebut, Anis menegaskan, anggota legislator Gelora merupakan generasi pertama yang akan menjadi fondasi pertumbuhan partai menuju Pemilu 2029. Ia berharap keberadaan anggota dewan di daerah tidak hanya menambah kursi DPRD, tetapi juga menjadi basis perolehan suara untuk merebut kursi DPR RI. Menurut Anis, bimtek menjadi momentum penting untuk memperkuat keyakinan dan strategi kader dalam menghadapi tantangan politik serta dinamika global yang terus berkembang.
1. Kader DPRD disebut pilar masa depan Partai Gelora

Anis mengaku bahagia bisa bertemu langsung dengan anggota legislatif Gelora dari berbagai wilayah Indonesia dalam kegiatan Bimtek tersebut. Ia menyebut semua kader yang berhasil masuk DPRD merupakan generasi pertama yang akan menentukan masa depan partai.
"Jadi saudara-saudara sekalian, karena itu saya ingin memanfaatkan kesempatan sore hari ini supaya kita berdialog lebih banyak. Yang pertama karena saudara-saudara semua ini adalah generasi pertama dari Partai Gelora yang menjadi anggota dewan ya. Seperti yang saya katakan tadi bahwa partai ini adalah partai masa depan, dan karena itu saudara-saudara semua adalah pilar bagi masa depan Partai Gelora," kata dia.
Wakil Menteri Luar Negeri itu juga meminta jajaran partai memetakan seluruh daerah yang telah memiliki wakil rakyat dari Gelora, agar bisa menjadi basis penguatan elektoral pada Pemilu 2029.
"Kalau sekarang totalnya ada 73 ya, sekarang totalnya ada 73. Mudah-mudahan dari setiap daerah ini nanti bukan cuma menambah kursinya di DPRD, tapi juga menjadi basis kita mendapatkan kursi untuk DPR RI," ujar Anis.
2. Anis singgung krisis global dan tantangan kepemimpinan

Dalam arahannya, Anis mengingatkan, Partai Gelora lahir dengan gagasan menghadapi krisis global yang diprediksi mengguncang dunia. Menurutnya, berbagai peristiwa besar seperti pandemik COVID-19, perang Ukraina, hingga konflik di Timur Tengah menjadi bukti dunia sedang memasuki masa ketidakpastian.
"Jadi partai ini didirikan dengan basis satu prediksi bahwa seluruh dunia akan memasuki krisis yang sangat besar, yang mengguncang sendi-sendi sistem dalam tata kelola dunia, mengguncang seluruh institusi, juga menciptakan krisis leadership di setiap negara," katanya.
Anis menilai Indonesia membutuhkan kekuatan politik yang mampu menjadi solusi dan navigator di tengah perubahan global tersebut.
"Dan karena itu, partai ini memang diniatkan sebagai kekuatan politik baru yang ingin mewakafkan dirinya menjadi solusi bagi bangsa Indonesia, menjadi navigator Indonesia di tengah krisis global yang sangat besar ini," ujar Anis.
3. Peluang menang besar pada Pemilu 2029

Dalam sesi dialog bersama anggota DPRD, Anis mengaku memperoleh optimisme baru setelah mendengar laporan kader dari berbagai daerah. Ia menilai para legislator Gelora melihat peluang besar bagi partai untuk tumbuh pada Pemilu 2029.
"Saya merasa mendapat sumber keyakinan pada sore hari ini setelah mendengar saudara-saudara semuanya. Ini bukan hanya pernyataan komitmen, tapi yang saya rasa jauh lebih penting dari itu adalah saudara-saudara semuanya setelah satu setengah tahun, sudah dua tahun ya di DPRD sekarang, menemukan keyakinan bahwa dengan situasi kita sekarang ini kita mempunyai banyak peluang untuk bertumbuh lebih besar pada Pemilu 2029 yang akan datang," kata dia.
Anis kemudian menekankan pentingnya kekuatan gagasan dan kualitas sumber daya manusia dibanding sekadar mengandalkan modal besar. Ia meminta kader memahami cara kerja partai-partai besar, tetapi tidak menirunya.
"Pahami cara berpikir partai besar, tapi jangan ikuti cara kerjanya. Kita musti berpikir dengan cara kita sendiri. Jangan mengikuti cara mereka berpikir," tegasnya.
Menutup arahannya, Anis mengatakan tujuan utama Bimtek adalah menemukan strategi khas Partai Gelora untuk memenangkan pertarungan politik pada 2029.
"Kita musti menemukan cara kita sendiri untuk memenangkan Partai Gelora 2029 insyaallah. Sekali lagi saya mau tanya: Saudara yakin enggak bahwa kita bisa menemukan cara itu?," ujar Anis yang langsung disambut seruan yakin dari para peserta Bimtek.

















