Jakarta, IDN Times - Konflik pembangunan sekolah terintegrasi Merah Putih di Pulau Rempang, Batam, kembali menjadi perhatian. Sejumlah warga adat Rempang mengadu ke Komisi Nasional (Komnas) Perempuan terkait dugaan kekerasan dan intimidasi yang mereka alami, saat mempertahankan tanah adat ulayat, Senin (14/9/2026).
Perwakilan dari Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu, Felisia Sopia mengatakan warga sebenarnya tidak menolak pembangunan sekolah terintegerasi Merah Putih. Namun, mereka mempersoalkan penggunaan tanah adat ulayat untuk proyek tersebut.
