Polres Ngada melakukan olah TKP kasus kematian anak SD di Ngada. (Dok Polres Ngada)
Melki mengatakan, pemerintah daerah telah gagal jika masih ada warga yang meninggal karena kemiskinan. Dia menilai hal tersebut tidak bisa dibenarkan.
"Malu kita sebagai pemerintah model begini ada warga kita mati hanya karena model begini, harus ke sana! Kuburannya tidak boleh pakai tanah, kuburkan dia dengan layak. Kita juga harus seperti Mother Teresa, dia pun mati sebagai manusia, gak boleh model begini! Malu saya sebagai Gubernur," kata dia.
Melki menyatakan siap bertanggung jawab dan menuntut pihak-pihak yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik apabila kejadian serupa terulang.
"Jangan ada model-model kejadian seperti ini! Besok ada lagi model begini, pasti saya tuntut orang-orangny! Kalau pun saya setiap dituntut, kesalahan itu ada di mana, saya siap dituntut untuk itu," kata dia.
Menurut dia, NTT memiliki alokasi anggaran untuk warga miskin sehingga kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi.
"Perangkat sosial di RT RW kalau ada yang miskin susah, kita urus! Uang ada kok walaupun terbatas. Uang kita ada, ini gak boleh lagi kejadian model begini. Ini cukup sudah yang terakhir saya berharap di sini cukup sudah! Kita tidak boleh lagi ada yang mati hanya karena miskin, uang kita masih ada untuk kasih makan orang hanya sekadar beli buku tulis dan pulpen, kita baku tahu, kita baku bantu," ucap dia.
Depresi bukanlah persoalan sepele. Bila kamu merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.
Saat ini, tidak ada layanan hotline atau sambungan telepon khusus untuk pencegahan bunuh diri di Indonesia. Kementerian Kesehatan Indonesia pernah meluncurkan hotline pencegahan bunuh diri pada 2010. Namun, hotline itu ditutup pada 2014 karena rendahnya jumlah penelepon dari tahun ke tahun, serta minimnya penelepon yang benar-benar melakukan konsultasi kesehatan jiwa.Walau begitu, Kemenkes menyarankan warga yang membutuhkan bantuan terkait masalah kejiwaan untuk langsung menghubungi profesional kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.Kementerian Kesehatan RI juga telah menyiagakan lima RS Jiwa rujukan yang telah dilengkapi dengan layanan telepon konseling kesehatan jiwa:
RSJ Amino Gondohutomo Semarang (024) 6722565
RSJ Marzoeki Mahdi Bogor (0251) 8324024, 8324025
RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta (021) 5682841
RSJ Prof Dr Soerojo Magelang (0293) 363601
RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang (0341) 423444.
Selain itu, terdapat pula beberapa komunitas di Indonesia yang secara swadaya menyediakan layanan konseling sebaya dan support group online yang dapat menjadi alternatif bantuan pencegahan bunuh diri dan memperoleh jejaring komunitas yang dapat membantu untuk gangguan kejiwaan tertentu.Kamu juga bisa menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri, lembaga swadaya masyarakat yang didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan jiwa.
Tujuan dibentuknya komunitas ini adalah untuk mengubah perspektif masyarakat terhadap mental illness dan meluruskan mitos serta agar masyarakat paham bunuh diri sangat terkait dengan gangguan atau penyakit jiwa. Kalian dapat menghubungi komunitas ini melalui nomor telepon 021-06969293 atau melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com.