Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemerintah Akan Bangun 500 Sekolah Terintegrasi Nasional hingga 2029

3 min read
Pemerintah Akan Bangun 500 Sekolah Terintegrasi Nasional hingga 2029
Menko PMK Sugiono saat meninjau pelaksanaan pendidikan di SNT 7 Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/10/2026). (Dok.Menko PMK)
  • Presiden Prabowo menginstruksikan pembangunan 500 Sekolah Nasional Terintegrasi hingga 2029, dengan target hadir di seluruh kabupaten dan kota untuk memperluas akses pendidikan berkualitas.

  • SNT ditujukan bagi siswa berprestasi dari berbagai daerah, didukung lingkungan belajar, kurikulum, dan metode pendidikan yang disesuaikan untuk mengembangkan potensi serta talenta mereka.

  • SNT 7 Bogor beroperasi sejak 10 Agustus 2026 dengan 80 siswa, menerapkan STEAMS, Pembelajaran Mendalam, serta Koding dan Kecerdasan Artifisial.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, mengatakan, Presiden Prabowo menginstruksikan untuk mendirikan 500 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di seluruh Indonesia.

Dalam tiga tahun ke depan, kata dia, Prabowo menginginkan SNT sudah berdiri di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Sebab, SNT menjadi salah satu upaya pemerintah dalam membangun manusia Indonesia unggul sekaligus membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak berprestasi dari berbagai daerah.

"Cita-cita Pak Presiden pada saat meluncurkan gagasan ini adalah melakukan suatu pemerataan pendidikan berkualitas ke seluruh Indonesia yang diharapkan menjadi wadah belajar bagi anak-anak berprestasi yang ada di berbagai penjuru Indonesia yang mungkin tidak terjangkau," kata Sugiono saat melihat pelaksanaan pendidikan di SNT 7 Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dikutip dari siaran pers, Kamis (8/10/2026).

  1. 1. Upaya pemerataan pendidikan berkualitas hingga ke daerah pelosok

    Pemerintah Akan Bangun 500 Sekolah Terintegrasi Nasional hingga 2029
    Menko PMK Sugiono saat meninjau pelaksanaan pendidikan di SNT 7 Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/10/2026). (Dok.Menko PMK)

    Sugiono mengatakan, SNT menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan pemerataan pendidikan berkualitas dan memberikan ruang bagi anak-anak berprestasi untuk mengembangkan potensi dan talenta mereka.

    Untuk menunjang hal tersebut, diperlukan lingkungan belajar, kurikulum, dan metode pendidikan yang disiapkan sesuai kebutuhan siswa. Hal ini selaras dengan tujuan pendirian SNT dan instruksi Presiden.

    "Presiden Prabowo tidak ingin melihat ada satu pun siswa Indonesia yang berpotensi dan berprestasi di seluruh pelosok tanah air kehilangan kesempatan untuk memperoleh akses di sekolah berkualitas," ujar Menko Sugiono.

  2. 2. Pelaksanaan pendidikan di SNT 7 Bogor

    Pemerintah Akan Bangun 500 Sekolah Terintegrasi Nasional hingga 2029
    Menko PMK Sugiono saat meninjau pelaksanaan pendidikan di SNT 7 Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/10/2026). (Dok.Menko PMK)

    Dalam kunjungan tersebut, Sugiono meninjau proses pembelajaran, laboratorium, serta berbagai karya siswa yang dihasilkan melalui Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

    SNT 7 Bogor mulai beroperasi pada 10 Agustus 2026 dengan 80 siswa, terdiri atas 40 siswa SMP, dan 40 siswa SMA.

    Proses pembelajaran di sekolah ini dilakukan oleh 15 tenaga pendamping dengan mengimplementasikan pendekatan STEAMS (Science, Technology, Engineering, Art, Math, Sport) yang memadukan sains, teknologi, teknik, seni, matematika, dan olahraga.

    Sugiono juga berdialog secara interaktif dengan para siswa SNT 7 Bogor mengenai pengalaman belajar mereka di sekolah tersebut. Termasuk secara daring dengan sekitar 1.300 siswa dari 16 SNT lainnya yang tersebar di berbagai daerah.

    "Saya lihat tadi para murid yang belajar di SNT ini mengembangkan semua potensi yang dimilikinya, mengembangkan semua talenta yang mereka punya, menyesuaikan dengan kurikulum yang disediakan di sini," kata dia.

  3. 3. Optimisme transformasi pendidikan melalui STN

    Menko PMK Sugiono meninjau pelaksanaan pendidikan di SNT 7 Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu.
    Menko PMK Sugiono saat meninjau pelaksanaan pendidikan di SNT 7 Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/10/2026). (Dok.Menko PMK)

    Menurut Sugiono, lingkungan belajar yang baik, kurikulum serta metode pendidikan yang tepat dapat membuka ruang bagi anak-anak berpotensi untuk berkembang secara optimal. Menurut dia, hal tersebut mulai terlihat dari pelaksanaan pendidikan di SNT 7 Bogor.

    "Saya mengatakan bahwa apa yang menjadi cita-cita dan keinginan Bapak Presiden mulai terwujud. Bahwa anak-anak yang mempunyai potensi besar jika disekolahkan dalam sebuah lingkungan yang baik, kurikulum yang baik, cara pendidikan yang baik, akan menghasilkan anak-anak yang luar biasa," ujar dia.

    Menurut dia, pelaksanaan pendidikan di SNT menjadi salah satu upaya perwujudan manusia unggul yang menjadi bagian dari transformasi pendidikan.

    Dia berharap, kualitas pendidikan yang diberikan SNT dapat mendorong semakin banyak anak berprestasi untuk mengikuti program tersebut.

    "Saya kira ini merupakan salah satu pengejawantahan manusia unggul yang menjadi keinginan transformasi besar Bapak Presiden Prabowo. Saya kira apa yang kami alami dan lihat di sini di SNT 7 seperti SNT lain di seluruh Indonesia. Saya yakin anak Indonesia tidak kalah dengan anak-anak lain di dunia, mereka memiliki potensi besar," ucap dia.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More