Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BRIN Siapkan Mesin Air Siap Minum untuk Sekolah Rakyat

3 min read
BRIN Siapkan Mesin Air Siap Minum untuk Sekolah Rakyat
Kepala BRIN, Arif Satria. (IDN Times/Imam Faishal)
  • BRIN bersama Kemensos menyiapkan mesin pengolahan air siap minum untuk Sekolah Rakyat, mampu mengolah air hujan atau sumber lain hingga 10.000 liter per hari.
  • Mesin air tersebut masih dirakit periset BRIN dan ditargetkan selesai akhir tahun. BRIN juga akan mengembangkan fasilitas air bersih di 14 titik Sekolah Rakyat.
  • Selain air bersih, BRIN menyiapkan sepatu tanpa lem dan jahitan serta riset pengolahan sampah dan pembelajaran untuk menyempurnakan kebutuhan siswa dan tata kelola Sekolah Rakyat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bekasi, IDN Times - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan mesin pengolahan air siap minum untuk mendukung kebutuhan air bersih di Sekolah Rakyat. Mesin tersebut nantinya dapat mengolah air hujan maupun sumber air lainnya menjadi air yang bisa langsung diminum.

Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan, mesin pengolahan air tersebut disiapkan melalui kolaborasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

"Insyaallah bersama Pak Mensos, kita akan kirimkan satu paket mesin pengolahan air siap minum untuk Sekolah Rakyat ini," kata dia usai menandatangani Nota Kesepahaman Kementerian Sosial dengan BRIN di Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi, Kamis (8/10/2026).

  1. 1. Mesin air bisa olah 10.000 liter per hari

    BRIN Siapkan Mesin Air Siap Minum untuk Sekolah Rakyat
    Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

    Arif mengatakan, mesin tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 10 ribu liter air per hari. Teknologi itu memungkinkan air yang berasal dari hujan maupun sumber lainnya untuk diolah hingga dapat langsung diminum.

    "Jadi nanti air dari hujan atau dari sumber apapun, bisa diolah dan bisa langsung diminum. Kapasitasnya sekitar 10 ribu liter per hari," kata dia.

    Mesin tersebut masih dalam tahap perakitan oleh para periset BRIN. Arif menargetkan perangkat itu dapat diselesaikan pada akhir tahun ini.

    "Ini kan dengan periset, kita harus rakit dulu. Ya mungkin akhir tahun ini insyaallah bisa kita selesaikan," ujar dia.

  2. 2. BRIN siapkan sepatu tanpa lem dan jahitan

    BRIN Siapkan Mesin Air Siap Minum untuk Sekolah Rakyat
    Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

    Selain teknologi pengolahan air, BRIN juga menyiapkan inovasi berupa sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat. Sepatu tersebut dikembangkan dengan konsep murah, awet, nyaman, dan mudah dirawat.

    "Kita ingin masyarakat yang selama ini kita anggap kurang beruntung difasilitasi dengan teknologi berupa perlengkapan sekolah yang terjangkau, kuat, awet, dan bagus. Sehingga di tahun ajaran baru nanti, bersama Pak Mensos, kita akan kembangkan supaya sepatu ini bisa dipakai oleh adik-adik kita di Sekolah Rakyat," kata dia.

    Arif menjelaskan, sepatu tersebut memiliki perbedaan dari produk sepatu pada umumnya karena tidak menggunakan lem maupun jahitan.

    "Sepatu ini tanpa lem dan tanpa jahitan. Sehingga memang awet, murah, perawatannya mudah (tinggal dilap saja sudah beres), dan insyaallah nyaman dipakai oleh anak-anak," kata dia.

  3. 3. Inovasi BRIN untuk perkuat sekolah rakyat

    BRIN Siapkan Mesin Air Siap Minum untuk Sekolah Rakyat
    Penandatanganan Nota Kesepahaman Kementerian Sosial dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). (IDN Times/Imam Faishal)

    Arif mengatakan, dukungan BRIN terhadap Sekolah Rakyat tidak hanya mencakup penyediaan teknologi untuk kebutuhan dasar. BRIN juga akan melakukan riset untuk mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran di Sekolah Rakyat.

    "Kita akan terus me-list kebutuhan riset apa yang harus dilakukan untuk menyukseskan Sekolah Rakyat ini. Dari sisi infrastruktur, kita berangkat dari air. Insyaallah dalam beberapa bulan ini, 14 titik di Sekolah Rakyat akan kita kembangkan untuk air bersih," kata dia.

    "Kemudian juga untuk pengolahan sampahnya. Namun yang lebih penting adalah riset di bidang pembelajaran. Jadi kita ingin mengevaluasi proses pembelajarannya sebagai bahan untuk terus melakukan improvement," tambah dia.

    Sementara, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan, dukungan inovasi BRIN dibutuhkan untuk membantu penyempurnaan tata kelola Sekolah Rakyat, termasuk dalam memenuhi kebutuhan para siswa.

    "Hari ini kami juga didukung beberapa hal yang menurut saya akan sangat bermanfaat untuk Sekolah Rakyat ke depan," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More