Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto serahkan dana stimulan perbaikan rumah kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi basah akibat Siklon Senyar di Gedung GOR Pandan, Sibolga Tapanuli Tengah, Selasa (21/4). (Dok. BNPB)
Di Kabupaten Tapanuli Tengah, penyaluran dana stimulan masih berada pada tahap pertama dengan total nilai Rp31,2 miliar. Dana tersebut diberikan kepada warga yang mengalami kerusakan rumah ringan dan sedang akibat bencana.
Sebanyak Rp16,7 miliar dialokasikan untuk 1.098 KK dengan rumah rusak ringan, sementara Rp14,7 miliar diberikan kepada 493 KK dengan rumah rusak sedang.
Kepala BNPB Suharyanto menyebut bahwa bantuan ini tidak berhenti pada tahap awal, melainkan akan terus berlanjut sesuai dengan data yang masuk dari pemerintah daerah.
“Tapanuli Tengah, ini baru tahap yang pertama. Tadi telah kita salurkan bantuan senilai Rp31,2 miliar rupiah. Dana ini diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan sedang,” jelas Suharyanto.
Ia juga memastikan masyarakat yang belum menerima bantuan tidak perlu khawatir karena proses pendataan masih berlangsung.
“Apakah ini yang pertama dan terakhir? Tentu saja tidak. Masih banyak warga masyarakat Tapanuli Tengah yang rumahnya rusak ringan dan sedang namun belum mendapatkan bantuan hari ini,” kata Suharyanto.
“Tapi jangan khawatir, bukan berarti mereka dilupakan, melainkan hanya menunggu giliran saja. Hal ini dikarenakan data yang diberikan dari pemerintah daerah belum seluruhnya masuk ke BNPB,” jelasnya menambahkan.