Beruang Hitam Masuki Area Perkotaan, Jepang Tutup 94 Sekolah

- Pemerintah Kota Utsunomiya menutup 94 sekolah setelah lebih dari 10 laporan kemunculan beruang hitam di area perkotaan selama tiga hari berturut-turut.
- Otoritas dan pemburu lokal dikerahkan menyisir kota, sementara Jepang mencatat lonjakan penampakan beruang hingga 50 ribu kasus dengan rekor korban jiwa tertinggi tahun ini.
- Para ahli menilai perubahan lingkungan dan berkurangnya sumber makanan alami membuat beruang lapar mendekati permukiman, diperparah oleh penurunan populasi pedesaan.
Jakarta, IDN Times – Pemerintah Kota Utsunomiya di Jepang menutup seluruh 94 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri pada Senin (8/6/2026) setelah lebih dari 10 laporan kemunculan beruang hitam di kawasan perkotaan selama tiga hari berturut-turut. Kejadian ini menarik perhatian karena Utsunomiya berada cukup dekat dengan wilayah metropolitan Tokyo.
Kota yang menjadi ibu kota daerah dengan sekitar 510 ribu penduduk itu berjarak kurang lebih 100 kilometer di utara Tokyo. Untuk menghadapi situasi tersebut, polisi bersama para pemburu lokal dikerahkan guna melacak satwa liar yang telah masuk jauh ke area permukiman padat.
1. Beruang hitam Asia menyusuri berbagai sudut kota

Menurut laporan The Guardian, beruang hitam Asia berukuran sedang dengan panjang sekitar satu meter pertama kali terlihat di dekat taman pada Sabtu (6/6/2026). Rekaman kamera pengawas (CCTV) pada Minggu (7/6/2026) dini hari kemudian memperlihatkan hewan itu berlari di depan dua pemuda yang tampak terkejut di pusat kota.
Beruang tersebut juga terlihat berkeliaran di lingkungan permukiman pada siang hari. Jejak keberadaannya kembali terpantau di kawasan pabrik yang berjarak sekitar dua kilometer dari pusat kota.
Laporan South China Morning Post (SCMP) menyebut beruang itu sempat muncul di sebuah pusat perbelanjaan pada akhir pekan. Lokasi lain yang didatangi meliputi taman, sekolah menengah atas (SMA), SMP, hingga area dekat pasar grosir.
Menanggapi laporan tersebut, pemerintah kota mengerahkan kendaraan dengan pengeras suara untuk mengingatkan warga agar menutup rapat pintu dan jendela. Warga juga diminta menjauhi beruang serta segera berlindung di bangunan terdekat apabila bertemu hewan itu.
2. Otoritas Utsunomiya menyisir seluruh wilayah kota

Petugas masih melakukan pencarian di berbagai area kota, sementara otoritas belum dapat memastikan apakah laporan penampakan itu berasal dari satu beruang atau lebih dari satu hewan.
“Kami memiliki kendaraan yang keluar ke area-area di mana seekor beruang terlihat untuk membuat orang sadar dan mendesak orang untuk tetap di dalam ruangan atau di dalam kendaraan,” kata seorang pejabat Pemerintah Kota Utsunomiya yang berbicara dengan syarat anonim, dikutip SCMP.
Jepang tengah mengalami peningkatan aktivitas beruang dengan sekitar 50 ribu penampakan di seluruh negeri tahun ini. Jumlah tersebut tercatat lebih dari dua kali lipat dibandingkan rekor sebelumnya dan sebagian besar terjadi di wilayah timur laut.
Negara itu juga mencatat jumlah kematian dan cedera akibat serangan beruang tertinggi dalam periode setahun hingga Maret. Data tersebut mencakup rekor 13 korban jiwa yang tercatat pada tahun lalu.
3. Perubahan lingkungan mendorong beruang mendekati permukiman

Para ahli menjelaskan meningkatnya pertemuan manusia dengan beruang berkaitan dengan kondisi hewan yang keluar dari masa hibernasi dalam keadaan lapar. Pada saat yang sama, ketersediaan sumber makanan alami seperti biji ek mengalami fluktuasi sehingga mendorong beruang mencari makan di area lain.
Faktor demografi turut disebut berperan dalam perubahan tersebut. Berkurangnya populasi di wilayah pedesaan akibat perpindahan generasi muda ke kota membuat sejumlah kawasan pinggiran menjadi lebih menarik bagi satwa liar.
Di Pulau Honshu, populasi beruang hitam Asia diperkirakan berada pada kisaran 12 ribu hingga 42 ribu ekor. Spesies ini dapat tumbuh hingga 1,5 meter dengan berat mencapai 120 kilogram.
Beruang hitam Asia berbeda dengan beruang cokelat yang hanya hidup di Pulau Hokkaido. Beruang cokelat jantan dapat mencapai tinggi sekitar dua meter dengan berat hingga 400 kilogram dan memiliki populasi sekitar 12 ribu ekor.
Kasus di Utsunomiya menonjol karena kota tersebut hanya mencatat dua laporan penampakan beruang yang belum terkonfirmasi pada tahun sebelumnya. Pemerintah daerah kini mulai mempertimbangkan penggunaan CCTV yang dipadukan dengan analisis kecerdasan buatan (AI) untuk memantau pergerakan hewan tersebut.
Perluasan wilayah jelajah beruang juga terlihat dari sejumlah kejadian lain di Jepang. Di antaranya adalah insiden beruang yang melukai seorang pendaki asal Rusia di Okutama serta kemunculan beruang lainnya di Hachioji.

















