Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berinteraksi dengan keluarga penerima bantuan di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah pada Kamis, 13 Agustus 2026. (dok. Pemprov Jateng)
Salah seorang penerima bantuan, Sulistyowati mengatakan, kursi roda adaptif tersebut tidak sekadar menjadi alat bantu mobilitas, tetapi juga diharapkan mampu menopang tubuh anaknya dengan lebih baik.
“Harapan saya, tulang anak saya yang semula menekuk bisa menjadi lebih lurus. Dia memang membutuhkan kursi seperti ini,” kata Sulistyowati.
Ia mengaku senang anaknya mendapatkan bantuan tersebut. Kursi roda yang dibuat berdasarkan hasil pengukuran itu diyakini akan memudahkannya dalam merawat dan mendampingi sang anak menjalani aktivitas sehari-hari.
“Semoga ke depan semakin banyak bantuan seperti ini yang diberikan, sehingga kami yang membutuhkan bisa terbantu,” ujarnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang hadir dalam kegiatan tersebut menyapa para penerima satu per satu. Kepada para orang tua, ia berpesan agar tetap sabar dan kuat dalam mendampingi serta merawat anak-anak mereka.
“Yang sabar dan kuat, ya. Ini titipan Allah untuk kita. Saya tahu ini tidak mudah karena saya juga pernah mengalami. Saya merawat anak saya sampai sekarang, usianya sudah 20 tahun. Semoga bantuan ini bermanfaat,” tutur Luthfi saat berinteraksi dengan keluarga penerima.
Menurutnya, penyandang disabilitas harus memperoleh perlakuan, akses, dan kesempatan yang sama. Dengan dukungan yang tepat, mereka diharapkan semakin percaya diri dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Tidak ada manusia yang lahir dalam kondisi yang sama. Karena itu, mereka harus kita perlakukan sama dengan kita, sehingga mereka lebih berdaya guna, memiliki daya saing, dan semakin percaya diri,” katanya.