Pernyataan Ganti Korwil BGN Jadi Laki-laki, Mentan Amran Akan Temui Komnas Perempuan

- Mentan Andi Amran Sulaiman dijadwalkan bertemu Komnas Perempuan di Jakarta pada Kamis, 13 Agustus 2026.
- Pertemuan disebut sebagai silaturahmi setelah Amran menghubungi dan meminta maaf kepada Komnas Perempuan.
- Polemik terkait usulan pergantian Korwil BGN Surabaya Tiara Devi serta pernyataan soal laki-laki untuk posisi tersebut.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, dijadwalkan bertemu Komnas Perempuan di Jakarta pada Kamis (13/8/2026) setelah pernyataannya soal permintaan pergantian Koordinator Wilayah BGN Surabaya, Tiara Devi, menuai sorotan terkait stereotip gender.
“Begitu membaca berita itu, Mentan Amran langsung menelpon Komnas Perempuan, meminta maaf dan menjelaskan bahwa beliau tidak bermaksud seperti itu. Mereka mengerti. Permasalahan clear,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch. Arief Cahyono dalam rilis Kementan, dikutip Kamis.
1. Pertemuan disebut bukan klarifikasi

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengecek stok beras di gudang BULOG di Makassar, Minggu (5/4/2026). (Dok. Kementan) Arief mengatakan, Amran telah menghubungi Komnas Perempuan setelah polemik mencuat. Menurut dia, pertemuan itu bukan forum untuk melakukan klarifikasi lanjutan, melainkan silaturahmi antara Mentan dan Komnas Perempuan.
“Pertemuan lebih merupakan pertemuan silaturahmi biasa,” kata Arief.
2. Polemik bermula dari serapan telur

Pusat pelayanan terpadu Badan Gizi Nasional (dok. BGN) Usulan pergantian Korwil BGN, Tiara oleh laki-laki itu disampaikan Amran dalam Rapat Koordinasi Peternak di Surabaya, Selasa (11/8/2026).
Saat itu, dia tengah membahas tentang belum adanya SPPG di wilayah Surabaya yang menyerap telur langsung dari peternak, meski Kepala BGN telah menyetujui surat permintaan peningkatan serapan.
3. Kementan sebut ada opsi pindah tugas

Kantor Badan Gizi Nasional (BGN). (IDN Times/Trio Hamdani) Amran sebelumnya meminta Korwil BGN Surabaya diganti laki-laki dan menyebut adanya bagian di Kementan yang “agak manja." Pernyataan tersebut kemudian mendapat kritik dari Komnas Perempuan yang menilai narasi itu mereproduksi stereotip bahwa laki-laki lebih sesuai untuk pekerjaan berat.
Kementan mengatakan, Amran kemudian mendapat informasi bahwa Tiara sedang hamil. Setelah itu, Amran menawarkan opsi agar Tiara pindah ke Kementan di Jakarta dengan posisi setara atau lebih tinggi, tetapi dengan beban kerja yang disebut tidak menuntut tantangan fisik dan psikis seberat posisi sebelumnya.















