Jakarta, IDN Times - Peneliti Senior Bidang Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli menyoroti fenomena kebanyakan partai politik di Indonesia bergantung pada tokoh sentral hingga tak berjalannya regenerasi kader. Kebergantungan ini membuat nasib partai politik seringkali mengikuti tokoh sentral tersebut.
Kondisi ini diperparah dengan masih mandeknya regenerasi kepemimpinan yang tidak berjalan secara meritokrasi.
"Banyak partai masih sangat bergantung pada tokoh sentral. Ketika figur kuat melemah, partai ikut goyah. Regenerasi kepemimpinan sering kali tidak berjalan secara meritokratis. Kaderisasi belum menjadi budaya organisasi, melainkan sekadar aktivitas administratif menjelang pemilu," kata dia dalam acara seminar bertajuk 'Menuju Partai Politik Modern' di Jakarta, dikutip Kamis (28/5/2026).
