Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penutupan Bandara Halim dan Soetta Berlanjut hingga Pukul 18.00 WIB
Suasana Bandara Soekarno Hatta di terminal domestik Minggu (6/9/2026) pukul 03.29 WIB. Sebanyak 33 penerbangan internasional dan domestik terganggu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. (IDN Times/Sunariyah)
  • AirNav Indonesia memperpanjang penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma hingga estimasi pukul 18.00 WIB, Senin, 7 September 2026.
  • Soekarno-Hatta berstatus CLOSED sejak 08.28 WIB, sedangkan Halim Perdanakusuma sejak 08.16 WIB, berdasarkan pembaruan NOTAM masing-masing.
  • Penutupan dilakukan untuk mitigasi keselamatan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau; AirNav terus memantau ruang udara dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - AirNav Indonesia kembali memperbarui informasi aeronautika terkait dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan.

Berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM), periode penutupan sementara Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma (WIHH) diperpanjang hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada Senin (7/9/2026).

"Pembaruan dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi ruang udara dan aspek keselamatan penerbangan," kata Executive Vice President of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, dalam keterangan tertulisnya.

Adapun pembaruan statusnya sebagai berikut:

1. Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), status CLOSED, berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26, mulai pukul 08.28 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.

2. Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP), status CLOSED, berdasarkan NOTAM A3372/26 NOTAMR A3369/26, mulai pukul 08.16 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.

"Penyesuaian periode penutupan tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan, dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," kata Hermana.

Dia menjelaskan, AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan.

"AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu," ujar Hermana.

Curated For You

Editorial Team

Related Article