Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PERADI Profesional: Nilai Syekh Yusuf Harus Dirawat Generasi Muda
Ketua Umum PERADI Profesional, Prof. Harris Arthur Hedar saat menghadiri acara haul akbar Syekh Yusuf Al-Makassari di Gowa. (Dok. PERADI Profesional).

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum PERADI Profesional, Prof. Harris Arthur Hedar menyampaikan, nilai-nilai luhur Syekh Yusuf Al-Makassari dalam memperkuat kebangsaan dan persatuan, harus terus diperjuangkan bagi generasi muda. Syekh Yusuf Al-Makassari merupakan tokoh nasional asal Makassar.

Syekh Yusuf menjadi panglima perang yang memimpin puluhan ribu pasukan gerilya untuk melawan Belanda di wilayah Banten dan Jawa Barat. Pada 1683, VOC mengerahkan pasukan khusus untuk menangkap Syekh Yusuf melalui tipu muslihat, karena strategi perang yang menyulitkan kolonial pada saat itu.

Hal itu disampaikan Prof. Harris Arthur Hedar dalam acara Haul Akbar Syekh Yusuf Al-Makassari, ulama besar sekaligus pahlawan nasional asal Makassar, yang ia inisiasi.

"Nilai-nilai yang diwariskan Syekh Yusuf, seperti persatuan, toleransi, dan pengabdian kepada bangsa, harus tetap dijaga dan diteruskan kepada generasi muda sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujar Harris dalam keterangannya, Minggu (26/7/206).

1. Syekh Yusuf sosok pejuang teladan generasi muda

Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Harris Arthur Hedar. (Dok. Istimewa)

Harris menilai, Syekh Yusuf bukan hanya seorang ulama, melainkan juga pejuang yang menunjukkan keteguhan iman, keluasan ilmu, dan pengorbanan yang luar biasa demi kemuliaan agama serta kemaslahatan umat.

"Dari Syekh Yusuf kita belajar bahwa keimanan bukan sekadar diucapkan, tetapi diwujudkan melalui keteguhan sikap, keluasan ilmu, dan kesediaan berkorban demi kemuliaan agama dan umat," kata Guru Besar Universitas Negeri Makassar itu.

2. Wakafkan tanah untuk yayasan Syekh Yusuf

Ketua Umum PERADI Profesional, Prof. Harris Arthur Hedar saat menghadiri acara haul akbar Syekh Yusuf Al-Makassari di Gowa. (Dok. PERADI Profesional).

Prof. Harris juga menyampaikan komitmennya mewakafkan tanah untuk pembangunan Rumah Tahfiz Syekh Yusuf. Komitmen itu akan dituangkan dalam akta notaris dan diserahkan kepada Yayasan Syekh Yusuf Al-Makassari.

Adapun, Haul Akbar Syekh Yusuf Al-Makassari ke-3 mengusung tema "Menjaga Tauhid, Merawat Persatuan, Menerangi Peradaban" dan digelar di Kompleks Masjid Syekh Yusuf, Katangka, Kabupaten Gowa, Sabtu (25/7/2026).

3. Perjuangan Syekh Yusuf diakui dunia

Makam ulama dan pahlawan nasional Syekh Yusuf Tuanta Salamaka di Macassar, Cape Town, Afrika Selatan. (Wikimedia Commons/Janek Szymanowski)

Syekh Yusuf Al-Makassari lahir di Gowa pada 1626. Kiprahnya dalam menyebarkan Islam dan memperjuangkan kemerdekaan melawan penjajahan menjangkau Sri Lanka hingga Afrika Selatan.

Perjuangannya juga mendapat pengakuan dunia. Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela pernah menyebut Syekh Yusuf sebagai salah satu tokoh inspiratif dalam perjuangan melawan ketidakadilan dan apartheid. Rangkaian Haul Akbar ditutup dengan ziarah ke makam Syekh Yusuf Al-Makassari (Tuanta Salamaka) yang diikuti ratusan jemaah untuk memanjatkan doa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article