Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Anggap Kritik Pakar Jadi Fitnah, Prabowo Jawab Pakai Surat Al-Baqarah

2 min read
Anggap Kritik Pakar Jadi Fitnah, Prabowo Jawab Pakai Surat Al-Baqarah
Presiden Prabowo Subianto hadiri HUT PAN di JICC. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Presiden Prabowo Subianto menyebut sejumlah kritik pakar telah berubah menjadi fitnah dalam pidato HUT ke-28 PAN, sambil mengutip Surat Al-Baqarah ayat 191.
  • Prabowo meminta cendekiawan menjaga kejujuran intelektual dan mengingatkan agar kepakaran tidak digunakan untuk mengabdi pada kepentingan bangsa lain.
  • Ia menegaskan target Indonesia makmur tanpa kelaparan, stunting, dan kekurangan gizi anak, serta menyatakan kritik diperbolehkan meski mengkritik diksi sejumlah pakar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subainto menganggap kritik pakar sudah berubah jadi finah. Prabowo kemudian menjawab kritik tersebut menggunakan Surat Al-Baqarah ayat 191.

Hal itu Prabowo sampaikan dalam pidatonya di Perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (18/9/2026).

"PAN kan juga ada basis agamis, kalau tidak salah ada hadis yang bunyinya fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, ada ya? Ada? Surat Al-Baqararh ayat 191, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Ada beberapa pakar, saking pakarnya, dia melontarkan fitnah, tapi sudahlah kita bangsa yang besar bangsa yang kuat, saya mencatat saja, kalau dia sadar saya maafkan, tapi saya ingatkan, kalau Anda punya kepintaran, kalau Anda punya kepakaran, jangan lupa, seorang cendekiawan itu harus jujur, itu namanya kejujuran intelektual, intelektual honesty, apalagi kalian mengabdi kepada kepentingan bangsa lain," ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan, ingin menjadikan Indonesia sbeagai bangsa yang makmur. Oleh karena itu, Presiden Prabowo tak ingin rakyat Indonesia ada yang kelaparan.

"Kita ingin rakyat kita sejahtera, saya dari kecil saya di sumpah saya siap waktu itu, 18 tahun saya siap mati untuk negara ini. Saya ingin membela angsa saya, untuk melihat suatu saat Indonesia terhormat, rakyat indonesia sejahtera, tidak ada orang lapar di Indonesia, tidak ada bapak dan ibu yang bingung kalau anaknya sakit," ucap dia.

Prabowo menegaskan, tidak ingin ada anak-anak Indonesia yang berangkat sekolah dan kekurangan gizi. Sehingga, hal itu menyebabkan anak Indonesia tidak bisa bersaing dengan bangsa lain.

"Tidak ada anak-anak Indonesia yang berangkat sekolah kelaparan, tidak ada anak-anak Indonesia yang stunting yang tidak dapat gizi, sehingga tulangnya lemah, ototnya lemah, sel otaknya lemah, tidak bisa bersaing dengan anak-anak bangsa lain, saya tidak ingin melihat itu," ucap dia.

Prabowo kemudian menyinggung pakar yang menyampaikan kritik. Prabowo mengaku tak masalah dengan kritik yang disampaikan pakar kepadanya. Tapi, Prabowo menganggap pakar yang pintar tersebut dengan diksi goblok.

"Itu bukan sumpah saya, saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera, itu sumpah saya, terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya, jadi goblok," kata dia.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More