Ia menambahkan, dengan adanya kapal induk itu lebih banyak helikopter yang bisa diangkut. Dengan demikian logistik yang dibawa bagi korban bencana bisa lebih banyak dan cepat untuk didistribusikan di area yang terpencil.
KSAL Ungkap Alasan Teluk Ratai Lampung Dipilih Jadi Markas Garibaldi

- Teluk Ratai, Lampung dipilih sebagai pangkalan Garibaldi karena kedalaman sekitar 8ā8,5 meter, akses navigasi baik, dan lokasi relatif terlindung; pembangunan lanal terus disempurnakan.
- Kapal hibah Italia berbobot hampir 14 ribu ton tiba di Jakarta setelah 25 hari pelayaran. Reflagging dijadwalkan 24 September 2026, saat kapal menjadi KRI Sriwijaya.
- Garibaldi sementara masuk Satuan Kapal Bantu sambil struktur penempatannya dikaji. Kapal difokuskan untuk operasi selain perang, terutama distribusi logistik bencana dengan kapasitas hingga 14 helikopter.
Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkap alasan Teluk Ratai Lampung dipilih menjadi pangkalan kapal induk Garibaldi. Salah satu penyebabnya, kata Ali, karena kedalamannya cukup bagi eks kapal Angkatan Laut (AL) Italia itu untuk bersandar. Selain itu, kondisi geografisnya juga memungkinkan.
"Draft-nya ini sekitar 8 meter, 8,5 meter. Jadi di sana cukup. Akses navigasinya juga bagus dan agak terlindung juga. Mungkin itu yang menjadi pilihan," ungkap Ali di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026).
Ia mengatakan, saat ini pembangunan lanal di Lampung terus disempurnakan agar siap menerima kedatangan Kapal Induk Garibaldi. Kapal hibah dari Pemerintah Italia itu akhirnya tiba di Jakarta pada Jumat pagi ini. Kapal dengan bobot nyaris 14 ribu ton itu tiba di Jakarta usai mengarungi lautan selama 25 hari.
Saat tiba di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kapal disambut lima pesawat udara Bonanza milik TNI AL. Sejumlah pejabat tinggi seperti Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin hingga tiga kepala staf ikut meninjau ke dalam kapal induk helikopter tersebut.
1. KSAL pertimbangkan bentuk satuan baru

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali (keempat dari kanan) ketika menyambut kapal induk Garibaldi di Tanjung Priok. (IDN Times/Santi Dewi) Lebih lanjut, kata Ali, Kapal Induk Garibaldi akan dimasukan ke dalam Satuan Kapal Bantu untuk sementara waktu. Ia pun mempertimbangkan untuk membentuk satuan baru agar bisa menempatkan kapal induk helikopter itu.
āMungkin sementara kapal ini masuk di satuan kapal bantu. Nanti kita lihat, yang tepat di mana. Apakah kami perlu membangun satuan baru, apakah di Satban Komando Armada (Koarmada) atau Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil)? Nanti kami masih pertimbangkan itu,ā ujar Ali.
Di sisi lain, Ali mengatakan, ketika berlayar untuk kepentingan operasi militer perang maka Kapal Induk Garibaldi perlu dikawal. Namun jenis kapal yang mengawal tak harus destroyer (penghancur).
"Kapal fregat pun bisa mengawal. Yang penting dia punya kemampuan (senjata) anti-udara, anti-kapal selam, anti-kapal permukaan, hingga anti-peperangan elektronik," tutur dia.
2. Kapal Garibaldi akan berganti nama jadi KRI Sriwijaya

Kapal Giuseppe Garibaldi ketika tiba di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara. (IDN Times/Santi Dewi) Ali juga menjelaskan ketika tiba di Jakarta, Garibaldi masih mengibarkan Bendera Italia. Kapal tersebut akan sepenuhnya menjadi milik TNI Angkatan Laut (AL) lewat seremoni pergantian bendera atau reflagging yang direncanakan pada 24 September 2026. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin seremoni itu.
"Jadi, nanti akan diserahkan dan menjadi kapal TNI Angkatan Laut (AL) atau kapal Republik Indonesia (KRI) pada 24 (September). Kemungkinan, tanggal 24 bulan ini juga akan dilaksanakan reflagging atau pergantian bendera dari Bendera Italia menjadi Bendera Indonesia," katanya.
Selain itu, Ali turut memastikan nama yang akan disematkan pada kapal induk itu adalah KRI Sriwijaya. Sebelumnya, santer terdengar Garibaldi akan berganti nama menjadi Gadjah Mada.
"Nantinya, kapal ini akan menjadi KRI Sriwijaya," tambahnya.
3. Kapal Garibaldi akan fokus buat operasi militer selain perang

Kapal Giuseppe Garibaldi milik Angkatan Laut Italia yang dihibahkan ke Indonesia tiba di Jakarta. (IDN Times/Santi Dewi) Ali juga menjelaskan, kapal tersebut akan fokus buat operasi militer selain perang (OMSP). Meski, kata Ali, kapal itu juga bisa digunakan untuk keperluan perang.
"Tapi, akan kami fokuskan terutama untuk OMSP, di mana negara kita ini banyak bencana alam. Jadi, kami sangat membutuhkan kapal atau platform yang bisa membawa banyak helikopter," katanya.
"Jadi, ini bisa (mengangkut) 14 helikopter, mungkin lebih. Itu tergantung dari ukuran helikopternya," tutur dia.



















