Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi dari tahun ke tahun terus naik. Ini membuat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, salah satunya memilih untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Banyuwangi di Taman Blambangan, Sabtu (2/4/2026) yang diikuti ribuan pelajar dan guru. (Dok. Pemkab Banyuwangi)
Angka ini menjadikan Banyuwangi dengan salah satu IPM tinggi di Jawa Timur, bahkan tertinggi di kawasan Sekarkijang.
"Itu sebuah capaian yang sangat bagus, dan tadi juga saya berbincang dengan Ibu Bupati sebelum acara dimulai. Banyuwangi memiliki banyak terobosan dan program kreatif dan strategis di dunia pendidikan, terutama layanan untuk mereka yang tidak berkesempatan sekolah karena berbagai alasan. Karena itu, hari ini saya mengikuti peringatan Hardiknas bersama Forkopimda Banyuwangi, yang berlangsung khidmat dan sangat meriah," kata Mu'ti.
Banyuwangi memiliki sejumlah program kreatif yang berupaya agar anak usia sekolah untuk tetap sekolah. Sebut saja Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh) yang berfokus menjaring anak putus sekolah dan membantunya kembali ke bangku sekolah melalui berbagai skema. Lalu ada Siswa Asuh Sebaya, dimana siswa yang secara ekonomi lebih menyisihkan uang sakunya lalu dikumpulkan untuk membantu kebutuhan siswa yang tidak mampu secara ekonomi. Seperti membelikan sepeda, kacamata, hingga kebutuhan sekolah bahkan siswa dari sekolah lainnya.