Jakarta, IDN Times - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, mengingatkan kiai, nyai, pengasuh, pengelola, dan santri agar menjaga nama baik pesantren. Menurutnya, kehormatan dan martabat pesantren menjadi tanggung jawab seluruh pihak yang berada dalam ekosistem pendidikan Islam tersebut.
Nasaruddin menilai, citra pesantren harus dijaga melalui pengelolaan lembaga yang baik, serta perilaku seluruh warganya yang mencerminkan nilai-nilai luhur pendidikan Islam. Ia juga meminta tidak ada lagi persoalan negatif yang mencoreng nama pesantren.
“Marilah kita memelihara citra luhur pondok pesantren. Marwah dan citra pondok pesantren sangat tergantung kepada kita semuanya, para pengelolanya. Jangan lagi ada isu negatif di sekitar pondok pesantren,” ujar Nasaruddin dilansir dari laman resmi Kemenag, saat memberi arahan pada acara Munajat Santri untuk Negeri di Masjid Istiqlal, Jakarta, dikutip Minggu (1/11/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Menteri Koperasi Ferry Juliantoro, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, serta Sekretaris Jenderal dan jajaran pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama.
Nasaruddin mengatakan, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi bangsa. Keberadaan pesantren tidak hanya menjadi tempat mempelajari ilmu agama, tetapi juga wadah untuk membangun karakter, memperkuat akhlak, dan menanamkan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, ia meminta seluruh pengelola pesantren menjaga kepercayaan masyarakat dengan menyelenggarakan pendidikan sesuai aturan dan nilai-nilai Islam. Pesantren diharapkan mampu mencetak generasi yang memiliki pengetahuan luas sekaligus karakter yang kuat.
“Kita ingin pondok pesantren menjadi wadah terbaik untuk melahirkan manusia-manusia utuh di Indonesia ini,” kata dia.
