Cak Imin: Ada 40 Ribu Pesantren Hanya 1 Persen yang Infrastrukturnya Berkualitas

Muhaimin Iskandar menyebut hanya 1 persen dari sekitar 40.000 pesantren di Indonesia memiliki infrastruktur berkualitas, sementara mayoritas berdiri mandiri dengan keterbatasan.
Pada peringatan Hari Santri di Banjarbaru, ia mengajak pesantren berbenah dan mempertimbangkan penggabungan lembaga yang tidak efektif demi meningkatkan kualitas.
Kemenko Pemberdayaan mendorong pesantren mengembangkan ekosistem ekonomi serta pendidikan berbasis keterampilan, kurikulum, dan produktivitas untuk memutus rantai kemiskinan.
Kalimantan, IDN Times - Ribuan santri dan santriwati berjejer memenuhi lapangan Pondok Pesantren Al Falah Putera, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026).
Di tengah udara Kalimantan Selatan yang pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mereka berkumpul untuk menyambut kedatangan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, dalam peringatan Hari Santri.
Di hadapan para santri, Muhaimin menyoroti kualitas infrastruktur pesantren di Indonesia. Ia menyebut, dari sekitar 40.000 pesantren di Tanah Air, hanya 1 persen yang memiliki infrastruktur berkualitas.
"Ada 40.000 pesantren di Tanah Air. Hanya 1 persennya saja yang berkualitas dari sisi infrastruktur, bangunan kayak sekarang ini di Al Falah ini sangat bagus. Mayoritas pesantren-pesantren itu berdiri mandiri, kokoh dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada," ucap Cak Imin.
1. Cak Imin usulkan pesantren yang tidak efektif digabung

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026)/(Dok Kemenko PMK) Ia mengatakan, momentum Hari Santri harus menjadi kesempatan untuk membenahi pengelolaan pesantren agar semakin berkualitas. Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan ialah menggabungkan pesantren yang dinilai tidak efektif.
"Di Hari Santri ini jadikan momentum untuk berbenah. Kalau perlu yang kelihatannya tidak efektif di-merger, misalnya gitu. Sehingga jumlah 40 ribu itu nanti kita dorong untuk menjadi pesantren-pesantren yang berkualitas," katanya.
2. Cak Imin dorong potensi ekonomi di pesantren

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026)/(Dok Kemenko PMK) Selain meningkatkan kualitas infrastruktur, Cak Imin mendorong pesantren mengembangkan potensi ekonomi yang tumbuh di lingkungan pendidikan tersebut. Menurutnya, aktivitas pesantren dapat menjadi kekuatan ekonomi yang manfaatnya dirasakan santri dan masyarakat sekitar.
"Dari Kemenko Pemberdayaan sendiri akan mendorong ekosistem yang sudah berjalan di pesantren itu menjadi potensi ekonomi, karena memang di dalam siklus pesantren," ucapnya.
3. Dua cara untuk putus rantai kemiskinan

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026)/(IDN Times Dini Suciatiningrum) Cak Imin menambahkan, ada dua cara untuk memutus mata rantai kemiskinan, yakni melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Pendidikan perlu membekali santri dengan keterampilan dan ilmu pengetahuan, sedangkan pemberdayaan dilakukan dengan mengoptimalkan kurikulum serta ekosistem ekonomi pesantren.
"Jangan lupa pendidikan itu adalah cara untuk memutus mata rantai kemiskinan sehingga anak-anaknya harus dikasih skill, kapasitas, kemampuan dan ilmu tentu saja," ucapnya.
"Yang kedua, pemberdayaan. Pemberdayaan itu berbasis pada kurikulum, berbasis pada ekosistem ekonomi dan ini akan kita dorong agar pesantren-pesantren mampu menjadi pelaku ekonomi yang produktif," sambungnya.






















