Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pidato Lengkap Prabowo saat Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
Prabowo di acara peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (IDN Times/M Ilman Nafi'an)
  • Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk sebagai penghormatan bagi perjuangan buruh perempuan yang memperjuangkan hak-hak pekerja.
  • Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pentingnya nilai Pancasila dan asas kekeluargaan dalam perekonomian nasional, serta menyerukan agar aparat negara bersih dari korupsi dan penyelewengan.
  • Prabowo juga menyoroti stabilitas ekonomi Indonesia meski rupiah melemah, menyebut rakyat desa tetap aman secara pangan dan energi, serta memuji peran TNI-Polri dalam mendukung program pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Presiden Prabowo datang ke Nganjuk buat buka Museum Ibu Marsinah. Katanya Ibu Marsinah itu orang berani yang bela pekerja. Banyak menteri dan orang penting ikut datang. Prabowo bilang ekonomi Indonesia masih aman walau uang rupiah lemah. Dia mau semua pejabat jujur dan bantu rakyat supaya hidupnya lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Dalam pidatonya, Prabowo berbicara mengenai sejumlah hal, mulai dari sosok Marsinah sebagai tokoh perjuangan perempuan dari kaum buruh, program andalannya seperti Koperasi Desa Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Alih-alih menyampaikan bagaimana skema pemerintah dalam memperbaiki lemahnya nilai tukar rupiah, Prabowo justru mengatakan, orang desa di Indonesia dalam kesehariannya tidak menggunakan rupiah.

"Sekarang ada yang selalu entah apa, saya gak mengerti, sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos akan apa, ya kan rupiah begini, rupiah begini dolar begini," ujar Prabowo.

Prabowo kemudian menegaskan, kondisi ekonomi Indonesia masih berada dalam keadaan stabil, terutama jika dilihat dari aktivitas masyarakat di tingkat akar rumput.

"Orang rakyat di desa gak pakai dolar kok, ya kan pangan aman, energi aman ya, banyak negara panik, Indonesia masih oke," ucap dia.

Berikut pernyataan lengkap Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah:

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita sekalian, shalom, salve, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan.

Yang saya hormati, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Saudara Ahmad Muzani, para menteri, Panglima TNI, Kapolri, kepala badan, wakil menteri, dan seluruh anggota Kabinet Merah Putih yang hadir hari ini. Menko Politik dan Keamanan Jenderal TNI Purnawirawan Djamari Caniago, Menteri Sekretaris Negara Saudara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Saudara Sugiono. Menteri Lingkungan Hidup yang sekaligus adalah Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia. Kok gak pakai kaus buruh? Oh, iya. Teman terakhir di penjara, bolak-balik masuk penjara, sekarang jadi menteri. Kita gak tahu, suatu saat dia di atas podium, kita gak tahu. Menteri Ketenagakerjaan Profesor Yassierli, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Saudara Mukhtaruddin, Menteri Pertanian Saudara Andi Amran Sulaiman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Saudari Arifah Fauzi.

Ini orang Jawa Timur kayaknya ya? Orang Nganjuk? Waduh, ini orang Nganjuk melahirkan tokoh-tokoh besar ini. Harus cari sungai mandi di sungai Nganjuk itu, nanti kau jadi tokoh besar kau. Ayo, siapa yang mau jadi presiden? Malam-malam ke Nganjuk biar gak ada wartawan yang lihat. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Kalau mereka berdua itu Prabowo Subiyanto jadi satu. Tanda-tanda, tanda-tanda dari langit. Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI Purnawirawan Dudung Abdurachman, mantan KSAD, penampilan masih kayak Danyon saja kau ya.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Saudara Muhammad Qodari. Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus CEO Danantara Saudara Doni Oskaria. Ada? Oh, gak hadir. Catat. Nanti menghadap saya. Menghadap gak dapat bonus. Jadi menghadap, itu ada dua macam, kalau prestasi menghadap, nah kalau ada masalah menghadap juga. Tapi gak, pasti dia sibuk mengatur-atur. Orang kerja keras, saking kerja kerasnya masuk rumah sakit dia berapa minggu di rumah sakit. Ini menteri-menteri saya banyak masuk rumah sakit karena kerjanya keras.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Saudara Afriansyah Noor. Datuk apa gelarmu? Datuk Rajo Basa. Bukan Datuk Seri, belum ya. Gubernur Jawa Timur Saudari Khofifah Indar Parawansa, Bupati Kabupaten Nganjuk Saudara Marhaen Djumadi. Para pimpinan konfederasi serikat pekerja. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Saudara Andi Gani Nena Wea, yang satu ketua umum, satu presiden. Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia KSBSI Saudari Elly Rosita Silaban.

Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia Saudara Ilham Syah. Rusli kau jadi apa Rus? Yang saya hormati Dirut BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Terima kasih, yang saya hormati perwakilan organisasi-organisasi perserikatan buruh yang hadir. Yang saya hormati perwakilan dari International Labour Organization. Thank you very much for attending, yang saya banggakan para buruh pabrik, para pekerja bangunan, para pengemudi becak, para buruh tani, buruh perikanan, dan para pekerja buruh dari seluruh Indonesia yang hadir dan di mana pun Anda berada.

Oh iya, ini dibisikin, Ketua Majelis Ulama Indonesia hadir Bapak KH Anwar Iskandar, terima kasih. General Secretary ITU-AP Mr. Soya, terima kasih. Ini banyak sekali ada 38 ketua-ketua afiliasi. Perlu saya sebut satu-satu? Tidak perlu. Nanti tersinggung. Awas ya kalau tersinggung.

Tanpa mengurangi rasa hormat saya semuanya. Saudara-saudara sekalian, sebagai insan yang bertakwa marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala, Tuhan Maha Besar, Tuhan Maha Kuasa, yang memiliki sekalian alam. Hanya kepada-Nyalah kita berdoa dan hanya kepada-Nyalah kita meminta pertolongan. Kita bersyukur atas segala karunia, kebaikan, kesehatan, dan kedamaian yang masih diberikan kepada kita sebagai bangsa dan sebagai manusia, kita dapat berkumpul pada pagi hari ini di Kabupaten Nganjuk untuk melaksanakan peresmian sebuah museum yang didedikasikan untuk mengingat perjuangan buruh. Ini adalah saya kira mungkin peristiwa yang langka. Mungkin di seluruh dunia ini, Pak? Belum pernah ada. Museum buruh belum ada ya? Luar biasa. Jadi rupanya mungkin di seluruh dunia baru sekarang ada museum buruh. Tapi tolong dicek, mungkin kan pasti ada, tapi kita, ini peristiwa langka.

Saudara-saudara yang saya hormati dan saya banggakan, khususnya seluruh kaum buruh di seluruh tanah air. Saya kira museum ini didirikan sebagai lambang, sebagai simbol, dan sebagai tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang. Seorang pejuang muda, seorang pejuang perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh. Perjuangan tersebut adalah lambang dari perjuangan semua mereka-mereka yang berada di pihak yang lemah. Orang-orang miskin, orang-orang yang tidak punya kekuasaan, orang-orang yang tidak punya kekuatan.

Saudara-saudara, mungkin bangsa generasi sekarang dari bangsa kita mungkin perlu ingat bahwa mendirikan sebuah negara, mendirikan suatu bangsa, adalah suatu usaha yang panjang, usaha yang penuh kesulitan, penuh tantangan. Dan kita juga harus mengerti bahwa dalam bernegara terjadi berbagai falsafah bernegara.

Sesungguhnya peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi karena negara kita, kita dirikan dengan falsafah dasar Pancasila. Itu adalah kecemerlangan pendiri bangsa kita dan itu tertera dalam Undang-Undang Dasar kita, dalam pembukaannya. Dan itu adalah konsensus, kesepakatan. Kita bisa bersatu antara lain karena Pancasila. Ratusan suku bangsa yang berbeda-beda, bahasanya daerah berbeda-beda, agama berbeda-beda, ras berbeda-beda, kita bisa bersatu. Kita hadapi penjajah, luar biasa pemenang Perang Dunia Kedua, Inggris kembali untuk membuka jalan Belanda untuk berkuasa kembali. Kita hadapi, kita hadapi Jepang, kita hadapi berbagai usaha dari negara-negara besar untuk memecah Indonesia. Sejarah sekarang membuka bahwa pemberontakan-pemberontakan itu disponsori oleh kekuatan-kekuatan besar di dunia. Dalam Pancasila itu tertera jelas-jelas, selain memang sila 1, 2, 3, 4, sila ke-5, Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Jadi sebetulnya kalau ini dipahami bahwa kita ini negara kekeluargaan, dalam Pasal 33 juga disebut bahwa perekonomian kita disusun atas dasar asas kekeluargaan ,yang kaya harus narik yang miskin, yang kuat bantu yang lemah, kekeluargaan. Buruh adalah anak-anak bangsa, petani-petani adalah anak bangsa, nelayan anak bangsa, semuanya. Para pemimpin, para politisi, para birokrat hanya petugas, hanya penerima mandat, hanya mereka yang diberi kepercayaan untuk memimpin semuanya.

Apalagi aparat, apalagi tentara dan polisi. Aparat, tentara, polisi, anak bangsa diseleksi, dibiayai, digaji oleh rakyat, diberi makan oleh rakyat, diberi sepatu oleh rakyat, diberi topi oleh rakyat, diberi pangkat oleh rakyat. Karena itu sebenarnya kalau dasar bernegara ini dipikirkan dan diresapi, tidak perlu. Dan alhamdulillah ini terjadi di masa lalu, kita perbaiki. Saya bersyukur saya mendapat kehormatan pada saat saya jadi Presiden, kawan-kawan buruh datang ke saya minta kenapa tidak ada Pahlawan Nasional dari buruh? Dan saya kembalikan, mana calon Saudara-saudara? Kalau kaum buruh kalau sepakat mengajukan calon, saya akan angkat jadi Pahlawan Nasional. Dan mereka kembali ke saya, mereka satu suara, semua organisasi buruh sepakat Ibu Marsinah sebagai Pahlawan Nasional.

Dan saya mendapat kehormatan untuk jadikan beliau sebagai Pahlawan Nasional. Dan waktu itu mereka lagi minta, buruh mintanya banyak sekali gitu kan? Ya kan? Pak, Bapak harus resmikan Museum Marsinah di Nganjuk. Baik, saya datang. Tentukan tanggalnya lagi. Mei 1 kan hari buruh internasional, May Day di Monas, mintanya tanggal 2. Harus tanggal 2. Waduh, saya tanya Mensesneg gimana acara, akhirnya dapat hari ini tanggal 16 Mei 2026. Tadi jam berapa saya sampai di sini? 8.30. Jam 9.30 sekarang. Kita hitung-hitung dulu jamnya. Jadi 16 Mei itu kebetulan ulang tahun kakek saya Pak Margono Djojohadikusumo. Dan dari dulu beliau selalu memperjuangkan koperasi. Jadi habis ini saya akan ke peresmian koperasi desa dan kelurahan Merah Putih seluruh Indonesia. Kita akan resmikan seribu lebih koperasi hari ini. Kembali ke 16 Mei, jadi 16 satu sama enam tujuh, Mei bulan lima, tujuh tambah lima dua belas, satu sama dua tiga. Nah, 2026 itu sepuluh, iya kan? Jadi tiga tambah sepuluh jadi tiga belas jadinya. Memang kebetulan tiga belas itu salah satu angka kebaikan untuk saya, tiga belas. Tapi tadi rencananya sebenarnya saya ke sini harusnya jam berapa? Pokoknya kalau bisa jumlahnya delapan gitu loh, atau tiga belas. Tidaklah. Yang penting saya datang memenuhi janji saya.

Saya tadi melihat, saya melihat kamarnya beliau tidak diubah. Saya lihat perjuangan beliau ya dan saya prihatin dengan peristiwanya bahwa ada seorang atau pimpinan pengusaha yang punya pemikiran-pemikiran yang jahat demi keuntungan yang besar. Ini tidak sesuai dengan dasar berdirinya Republik kita.

Karena itu sekarang pun saya memimpin, saya ingin tegakkan Undang-Undang Dasar kita, saya ingin tegakkan Pancasila. Bahwa Indonesia ini negara kekeluargaan. Kepada para pengusaha saya mengajak ayo bersama-sama menjadi Indonesia Incorporated. Indonesia Incorporated sebetulnya artinya adalah negara kekeluargaan. Jadi semua bangsa ini satu korporasi. Semua bangsa ini. Artinya seluruh rakyat Indonesia adalah pemegang saham dalam seluruh kekayaan bangsa Indonesia. Semua rakyat Indonesia berhak atas kekayaan tersebut dan semua pemimpin bertanggung jawab di setiap lapisan untuk memperjuangkan ini dengan semua kekuatan dan keberanian yang ada pada dirinya. Bukan sebaliknya.

Bukan pemimpin, bukan pejabat, bukan mereka yang dipilih malah berkolusi untuk menghilangkan hak rakyat atas kekayaan seluruh Indonesia, Saudara-saudara sekalian. Ini perjuangan kita bersama. Sekali lagi tidak benar bahwa saya anti mekanisme pasar bebas. Saya tidak anti mekanisme pasar bebas. Hanya saya mengerti bahwa pasar bebas bisa diselewengkan. Orang miskin suruh bersaing sama mereka pemodal yang sangat besar, suruh bersaing ya gak bisa, gak mungkin itu. Di sini negara kekeluargaan, di sini negara Pancasila. Pemerintah harus bersikap, pemerintah harus intervensi, pemerintah harus membela rakyat yang paling miskin. Kalau bahasa asingnya, bahasa kerennya itu namanya affirmative action. Kalau mereka bisa affirmative action, kenapa kita tidak affirmative action untuk membela rakyat kita? Ya, jadi kita, kita terbuka. Ayo sama-sama ya, ini perjuangan kita bersama dan ini lambangnya adalah Ibu Marsinah ya.

Dan akhirnya kita dapat sedikit langkah kecil untuk menegakkan keadilan, menegakkan keadilan. Kita harus memperbaiki semua kondisi bangsa dan kita tidak boleh, kita tidak boleh tidak jujur kepada diri kita sendiri. Kita harus sadar kekurangan kita. Kita harus menjaga muruah lembaga-lembaga hukum. Hakim-hakim kita harus hakim yang adil dan baik dan bersih. Karena itu saya punya kehormatan tahun lalu saya naikin gaji hakim. Hakim yang paling junior saya naikin hampir 300 persen, 280 persen. Dan sekarang di seluruh ASEAN kita diakui hakim-hakim kita gajinya sudah lompat, sudah menyalip Malaysia. Hakim-hakim paling junior kita gajinya sudah dua kali hakim-hakim Malaysia. Ketua Mahkamah Agung kita sudah menyalip take home pay dari Ketua Mahkamah Agung Singapura. Lumayan. Tapi kita terus harus memperbaiki ya. Kita terus harus memperbaiki. Para hakim kita, pengadilan kita adalah lembaga terakhir, lembaga terakhir rakyat bisa menuntut keadilan, terutama rakyat yang paling lemah.

Karena itu mari kita bersama-sama memperbaiki. Tetapi seluruh aparat lainnya juga harus memperbaiki diri. Kejaksaan, Kepolisian, tentara harus koreksi diri, harus menghilangkan penyelewengan dan korupsi dari tubuh masing-masing. Saya ulangi, seluruh aparat harus memperbaiki diri, harus membersihkan diri, harus berani koreksi. Jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan, aparat yang membeking penyelewengan, aparat yang membeking penyelundupan, membeking narkoba, membeking judi, membeking ilegal ini, ilegal itu, jangan sampai begitu, Saudara-saudara sekalian. Saya mengimbau, saya menghimbau atas nama rakyat, jadilah tentara rakyat, jadilah polisi rakyat yang dicintai rakyat.

Dan ini sudah dirintis oleh pimpinan TNI dan pimpinan kepolisian. Saya lihat. Saya ditanya, saya diejek di negara-negara lain. Saya memang kenyang diejek, gak apa-apa biar aja. Paling diejek, iya kan? Rakyat yang susah lebih menderita tiap hari. Kalau aku diejek ah sudahlah. Saudara-saudara, mereka gimana kok polisi ngurus jagung? Kok tentara ngurus sawah? Ya inilah saya katakan TNI adalah tentara rakyat, polisi kita harus jadi polisi rakyat. Dan ini yang sedang dirintis oleh pimpinan-pimpinan kepolisian sekarang. Saudara-saudara sekalian, tapi harus terus kita koreksi diri. Saya geleng-geleng kepala sedih saya bahwa tiap hari saya dapat laporan pejabat-pejabat yang nyeleweng. Saya sedih. Orang yang saya angkat, orang yang saya bina, orang yang saya kasih kehormatan diberi jabatan yang penting, begitu dia menjabat, nyeleweng, nyuri uang rakyat. Bagaimana? Apa yang harus saya buat? Kepala BPKP, datang ke saya agak gemeter. Heran saya kenapa stres dia dulu. Pak, karena yang dilaporkan diketahuilah bahwa itu beberapa orang itu dekat sama saya gitu.

Jadi dia minta petunjuk apa boleh diteruskan gak pemeriksaan karena dia tahu ini dekat sama Presiden. Dia lihat saya hati-hati bicaranya. Masalahnya apa? Gimana Pak petunjuk? Teruskan pemeriksaan! Tidak ada, gak ada mau orang Prabowo, bukan orang Prabowo, dekat sama saya, ya gak ada urusan. Kalau ada indikasi terus periksa. Justru kalau diberi kehormatan harus lebih hati-hati dan lebih jaga ya. Bukan diberi wewenang kepercayaan malah merasa adigang, adigung, adiguna merasa di atas dan merasa negara ini bodoh. Saudara-saudara, saya heran kalau hari gini masih ada yang nyoba-nyoba ya apa itu di aparat ya? Saya heran, sekarang ada digital ya, ada pemerintah ada macam-macam sekarang, pasti ketahuan deh ya. Saya sedih di ujung puncak karier, yang paling saya sedih adalah nanti anak dan istrinya.

Tapi saya katakan jawaban saya kepada BPKP, Anda boleh catat tanya beliau, Pak Ateh tanya beliau. Jadi bagaimana Pak? Teruskan! Tidak ada siapapun begitu menjabat jabatan negara jabatan berarti tanggung jawabnya kepada negara dan rakyat. Sudah gak ada lagi. Gak ada, saya sendiri katakan mau partai saya sendiri Gerindra cek udah berapa yang diproses dan ditahan. Tidak. Justru harus memberi contoh. Apakah dia jenderal atau mantan jenderal harus memberi contoh. Dulu kamu jago perang, ya sekarang buktikan ke rakyat bahwa kamu selesaikan kariermu, karier kamu dengan tetap kehormatan. Bukan, gak ini saya sampaikan karena saya ya kalau saya dapat laporan ya kan apa yang harus saya buat? Nanti gremeng-gremeng sakit hati ya kan, suruh kembalikan yang dia dapat secara tidak halal gak mau ya sudah, itu urusan sama Kejaksaan sana. Saya serahkan. Jadi Saudara-saudara hari ini terima kasih saya diundang ke sini. Saya waktu itu masih muda ya waktu itu, saya dengar-dengar peristiwa di Jawa Timur tapi saya tidak mendalami. Akhirnya hari ini saya baru sadar, baru paham ya, kolusi aparat dipakai oleh kapitalis-kapitalis tertentu ya kan. Dan ini budaya ini tidak boleh kita teruskan lagi. Semua aparat dari yang tertinggi sampai yang terendah harus mati untuk rakyat, bukan malah menindas rakyat.

Saya tidak mau dengar lagi Panglima TNI, Kapolri, saya tidak mau dengar lagi ada aparat ya yang tidak menegakkan hukum, keadilan, dan kebenaran ya. Tidak boleh membeking-beking macam-macam. Negara kita kaya harus kita amankan kekayaan tersebut untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Saya bertekad, saya percaya dan saya yakin dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan bangkit. Sekarang saja sudah terbukti, sekarang sudah terbukti, banyak negara yang kesulitan yang panik karena perang di Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup. 20 persen BBM dunia lewat Selat Hormuz berarti pupuk terpengaruh karena banyak pupuk berasal dari minyak dan gas, gas, pupuk dari urea ya. Urea sangat dibutuhkan. Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian banyak negara minta pupuk dari Indonesia.

Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita berada sekarang di pihak yang bisa memberi bantuan. Australia minta tolong kita, kita jual ke Australia 500 ribu ton urea ke Australia. Filipina juga minta ke kita, kemudian India minta ke kita, Bangladesh minta ke kita ya, Brasil minta ke kita. Perintah saya bantu semua. Juga banyak negara sekarang mau beli beras dari kita, Saudara-saudara sekalian. Bayangkan kalau kita tidak swasembada, kalau kita tidak buru-buru beresin masalah pertanian. Terima kasih semua pihak, untung kita punya Menteri Pertanian yang hebat. Karena dia memang anaknya petani. Emang dia mukanya aja hitam kayak gitu ya gitu. Kalau gak hitam saya curiga. Dia di sawah terus walaupun tiap saya telepon ada di sini ada di situ gak apa-apa. Ini menteri yang hebat terima kasih. Timnya juga hebat, wakilnya juga hitam kayak dia gitu anak petani juga ngerti. Jadi gak bisa dibohongi.

Saya terima kasih Panglima TNI juga TNI turun membantu. Polri saya terima kasih polisi juga luar biasa mendukung proses ini jagung kemudian gudang-gudang kemudian ratusan dapur MBG mungkin yang terbaik itu polisi sekarang yang terbersih ya. Memang ilmu pemimpin itu kalau ada dua anak buah kita harus bikin bersaing gitu. Jadi kalau ada Panglima TNI saya puji-puji polisi gitu. Nanti kalau ada Kapolri saya puji-puji TNI jadi mereka keluar dari ruangan saya kan, oh... Itu ilmu komandan itu. Jadi membuat menteri-menteri kan juga dipaksa. Saudara-saudara, ini kenapa saya diminta sambutan? Kalau saya dikasih sambutan podium bisa gak berhenti-berhenti ini. Wah, tapi pintar panitia gak ada kopi gak dikasih kopi ya. Saudara-saudara terima kasih saya terima kasih dan percayalah kaum buruh ya percayalah semuanya paham saya adalah paham pendiri bangsa kita, ya. Jadi Saudara-saudara sebetulnya saya yang banyak belajar dari ajaran-ajaran Bung Karno. Jadi maaf Bung Karno bukan milik satu partai, Bung Karno adalah milik seluruh bangsa Indonesia. Bung Karno, Bung Hatta milik seluruh rakyat semuanya, Syahrir semua. Jadi kita di situ kehebatan kita kalau kita mau hebat kalau kita mau maju ya. Jadi kita ambil kekuatan dari semua pihak. Itu dahsyat Indonesia itu. Makanya Saudara-saudara banyak kawasan sedang perang, Indonesia bebas aktif seribu kawan terlalu sedikit satu lawan terlalu banyak. Kita hormati semua.

Suatu saat saya terima Perdana Menteri Fiji di Istana Merdeka saya terima kunjungan resmi. Dia masuk ke kantor saya sesudah upacara di depan wartawan dia keluar air mata dia bilang. Yang Mulia, saya selama saya jadi Perdana Menteri di Fiji dia cukup lama dia jadi Perdana Menteri di Fiji, saya belum pernah menerima penerimaan seperti ini. Saya sangat terharu kenapa karena negara saya sangat kecil, negara dia hanya 1 juta orang tapi kita perlakukan sama dengan negara yang besar. Itulah Indonesia bahwa kita hormat. Ajaran kita, ajaran kiai-kiai kita, ajaran orang tua kita adalah hormat kepada orang tua, hormat kepada guru, hormat kepada tamu. Itu kan yang diajarkan kepada kita? Ya itu, itulah budaya Indonesia, kita hormat. Dan kita tidak mau ada musuh makanya saya canangkan begitu saya jadi Presiden politik luar negeri Indonesia adalah politik bebas aktif non-blok tidak akan ikut dan Indonesia ingin menjadi tetangga yang baik. We want to be the good neighbor and our policy is the good neighbor policy.

Jadi saya perbaiki hubungan sama Singapura, perjanjian-perjanjian yang belasan tahun tidak diselesaikan kita selesaikan. Dengan Vietnam kita selesaikan, Pak Jokowi saya kita selesaikan semua. Sama Tiongkok kita perbaiki, alhamdulillah sekarang di Natuna tidak sering terjadi ribut. Sama Malaysia saya berusaha insya Allah kita selesaikan dengan baik. Sama PNG kita baik, sama Australia kita baik, semua tetangga sama Thailand kita baik. Saudara-saudara karena saya jalankan apa yang diberikan oleh pendiri-pendiri bangsa kita. Jadi saya yakin sekarang ada yang selalu entah apa saya gak mengerti ya, sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan kacau, akan apa ya kan? Rupiah begini dolar begini orang rakyat di desa gak pakai dolar kok ya kan? Pangan aman, energi aman ya, banyak negara panik Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan Yang Maha Kuasa tapi hah ini tapi para unsur pimpinan yang harus, harus setia kepada NKRI.

Bukan rakyat, rakyat pasti setia gak ada pilihan. Ini banyak unsur pimpinan teriak-teriak NKRI tapi gak jelas begitu punya kekuasaan tidak berpihak kepada bangsa sendiri, tidak berpihak kepada rakyat Indonesia.

Saya kira itu dari saya ya, masih ada dua lagi acara hari ini. Tapi terima kasih sekarang apa? Tanda tangan ya? Iya. Oh ya ini saya tutup dulu ya belum ditutup. Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada pagi hari ini Sabtu 16 Mei 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Museum Ibu Marsinah dan rumah singgah di Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Editorial Team