Venezuela Desak IMF Bebaskan Asetnya untuk Tangani Gempa Bumi

- Presiden Venezuela Delcy Rodriguez bernegosiasi dengan Direktur IMF Kristalina Georgieva untuk membebaskan aset negara yang dibekukan guna menangani dampak gempa bumi besar di negaranya.
- IMF menyebut Venezuela memiliki aset sekitar Rp87 triliun, termasuk dana Hak Penarikan Khusus dan cadangan devisa yang dapat digunakan untuk kebutuhan kemanusiaan pascagempa.
- Sebanyak 113 ekonom dan akademisi mendesak Amerika Serikat melonggarkan sanksi agar Venezuela bisa mengakses asetnya sendiri demi mempercepat pemulihan dan bantuan bagi korban bencana.
Jakarta, IDN Times - Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, bernegosiasi dengan Direktur IMF, Kristalina Georgieva, pada Kamis (9/7/2026). Keduanya membahas pembebasan aset milik Venezuela di IMF untuk penanganan dampak gempa bumi.
Beberapa pekan terakhir, Venezuela masih harus berjibaku untuk mengevakuasi dan membersihkan bangunan roboh pasca-gempa. Sejumlah negara juga sudah mengirimkan bantuan kemanusiaan dan petugas penyelamat untuk proses evakuasi.
1. IMF sebut Venezuela punya aset sebesar Rp87 triliun

Juru Bicara IMF, Julie Kozack, mengatakan bahwa Venezuela memiliki aset sebesar 4,8 triliun dolar AS (Rp87 triliun) di IMF. Dana sebesar 350 juta dolar AS (Rp6,3 miliar) adalah cadangan devisa. Sedangkan 4,5 triliun dolar AS (Rp81,4 triliun) adalah dana Hak Penarikan Khusus.
Dilansir Telesur, ia mengatakan bahwa IMF dan Venezuela akan berupaya untuk memfasilitasi akses Venezuela atas sumber dayanya sendiri. Ia menekankan bahwa cadangan devisa akan dapat digunakan untuk membantu urusan kemanusiaan.
2. Desak IMF bebaskan aset Venezuela sebesar Rp87 triliun

Pada April, Rodriguez sudah mendesak IMF untuk membebaskan dana Hak Penarikan Khusus milik Venezuela yang diblokir. Dana tersebut sebenarnya sudah diminta oleh mantan Presiden Nicolas Maduro sejak 2020 untuk membenahi infrastruktur penting dan stabilitas ekonomi.
Presiden sementara Venezuela tersebut mengatakan bahwa negaranya sudah bukan lagi menjadi musuh. Ia menekankan bahwa pemerintahannya berupaya untuk memperkuat layanan publik dan meningkatkan kehidupan dari pekerja Venezuela.
3. Ratusan ekonom desak AS longgarkan sanksi ke Venezuela

Sebanyak 113 ekonom dan akademisi mendesak pelonggaran sanksi kepada Venezuela untuk mengatasi dampak gempa bumi besar. Sejumlah ekonom kawakan, termasuk Isabella Weber, Jeffrey Sachs, James K. Galbraith dan lainnya mendesak agar Venezuela dapat mengakses asetnya yang dibekukan sesegera mungkin.
Sejumlah akademisi mendesak Amerika Serikat (AS) untuk mengangkat sanksi yang berdampak pada Bank Sentral Venezuela, perusahaan minyak negara, PDVSA, serta institusi keuangan dan pertambangan di Venezuela. Menurutnya, kemanusiaan harus diutamakan di atas kepentingan politik.
“Ini adalah tindakan barbar dari AS dan Eropa yang menahan uang milik Venezuela sendiri dan sekarang negara itu sangat membutuhkannya untuk penanganan bencana,” tutur Wakil Kepala Center for Economic and Policy Research (CEPR), Mark Weisbrot, dikutip dari El Pais.






















