Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polda Metro Bakal Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Cari Sebab Kematian
Klinik Mordent, lokasi tewasnya penjaga rumah Febrie Adriansyah. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Polda Metro Jaya menyiapkan ekshumasi jenazah Sutrimo setelah keluarga melaporkan kematiannya, untuk memastikan penyebab kematian.
  • Keluarga menyatakan siap kooperatif jika ekshumasi dan otopsi diperlukan, meski saat melihat jenazah mereka tidak menemukan hal mencurigakan.
  • Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri dengan busa di mulut dan hidung di Kebayoran Baru, lalu dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis, (23/7/2026) pagi

Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, dengan dugaan busa keluar dari mulut dan hidung. Ia dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring dalam kondisi meninggal.

pada hari yang sama

Jenazah Sutrimo dibersihkan dan dipulangkan ke Banyumas.

malam harinya

Sutrimo dimakamkan di desa asalnya di Wlahar.

Sabtu (8/8/2026) malam

Keluarga melaporkan kematian Sutrimo kepada polisi. Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLP/79/Vll/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH.

Minggu (9/8/2026)

Polda Metro Jaya menyatakan sedang mempersiapkan ekshumasi jenazah Sutrimo untuk mencari penyebab kematian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Polda Metro Jaya mempersiapkan ekshumasi jenazah Sutrimo untuk mencari penyebab kematiannya, setelah keluarga melaporkan kematian tersebut.
  • Who?
    Sutrimo, kepala rumah tangga eks Jampidsus Febrie Adriansyah; keluarga Sutrimo; penyidik Polda Metro Jaya; serta Kombes Pol Budi Hermanto terlibat dalam penanganan perkara.
  • Where?
    Ekshumasi akan dilakukan di makam Sutrimo di Desa Wlahar, Banyumas. Sutrimo sebelumnya ditemukan di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
  • When?
    Persiapan ekshumasi disampaikan pada Minggu, 9 Agustus 2026. Jadwal pelaksanaannya hingga saat ini belum ada kepastian.
  • Why?
    Ekshumasi dilakukan untuk mencari kepastian penyebab kematian Sutrimo, menyusul laporan keluarga pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026.
  • How?
    Penyidik akan membongkar kembali makam dan mengangkat jenazah untuk pemeriksaan. Keluarga menyatakan akan kooperatif jika ekshumasi dan otopsi diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Polisi mau menggali lagi makam Pak Sutrimo untuk mencari tahu kenapa ia meninggal. Keluarganya membuat laporan dan mau membantu jika polisi perlu memeriksa tubuhnya. Pak Sutrimo dulu ditemukan pingsan di depan klinik di Jakarta. Mulut dan hidungnya katanya berbusa. Ia dibawa ke rumah sakit, tapi sudah meninggal. Kini polisi sedang menyiapkan pemeriksaan itu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Persiapan ekshumasi menunjukkan adanya upaya untuk memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian Sutrimo melalui pemeriksaan lebih lanjut. Sikap keluarga yang menyatakan siap kooperatif memberi ruang bagi proses penyidikan berjalan terbuka, sementara keterangan bahwa mereka tidak melihat hal mencurigakan serta telah menerima dokumen rumah sakit dapat menjadi bagian dari penelusuran yang lebih terukur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya bakal melakukan ekshumasi atau pembongkaran kembali makam untuk mengangkat jenazah kepala rumah tangga (Karumga) eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sutrimo.

Ekshumasi ini dilakukan setelah pihak keluarga membuat laporan terkait kematian Sutrimo pada Sabtu (8/8/2026) malam. Laporan itu tercatat dengan nomor STTLP/79/Vll/ 2026/ SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH.

“(Polda Metro) Dalam persiapan ekshumasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto kepada IDN Times, Minggu (9/8/2026).

Budi menjelaskan, eksumasi dilakukan untuk mencari penyebab kematian. Namun demikian, dia tidak merinci terkait dengan kapan ekshumasi bakal dilakukan.

Salah seorang anggota keluarga, Abi, mengatakan, pihaknya akan kooperatif apabila penyidik membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah, termasuk apabila ekshumasi dan otopsi dinilai diperlukan untuk kepastian.

Sementara kakak tiri Sutrimo, Tukim, mengatakan, keluarga sempat melihat kondisi jenazah saat tiba di rumah dan ketika itu tidak menemukan hal yang mencurigakan.

Keluarga juga menyebut telah menerima KTP, uang santunan sebesar Rp20 juta, serta sejumlah surat keterangan dari rumah sakit, sementara ponsel milik Sutrimo disebut belum diterima.

Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri di depan Mordent Aesthetic Clinic, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis, (23/7/2026) pagi. Saat ditemukan, diduga mulut dan hidungnya dilaporkan mengeluarkan busa.

Dia kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring dalam kondisi sudah meninggal (death on arrival). Jenazah langsung dibersihkan dan dipulangkan ke Banyumas pada hari yang sama, lalu dimakamkan malam harinya di desa asal di Wlahar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article