Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polda Metro Ungkap 3 Pembunuh Bambang Setiawan Tak Terkait GRIB Jaya
Tiga individu yang ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan Bambang Setiawan di Pejompongan. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Polda Metro Jaya menegaskan tiga tersangka penganiayaan Bambang Setiawan tidak terafiliasi dengan ormas mana pun, termasuk GRIB Jaya, berdasarkan pengakuan para pelaku.
  • Tersangka FP, DS, dan DDS merupakan pekerja serabutan di sekitar lokasi. Penetapan tersangka didukung pemeriksaan 16 saksi serta barang bukti CCTV, kayu, batu, dan video.
  • Bambang tewas setelah dianiaya saat kerusuhan pascademo DPR pada 27 Agustus 2026. Pelaku mengaku terganggu kerusuhan lalu ikut menganiaya korban yang hendak menutup toko.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bambang, penjual cermin, meninggal setelah dipukul saat ada kerusuhan di Jakarta. Polisi menangkap FP, DS, dan DDS. Mereka pekerja serabutan di dekat tempat itu. Polisi bilang mereka bukan anggota GRIB Jaya atau kelompok lain. Bambang bukan orang yang ikut demo. Ia mau menutup tokonya supaya aman. Polisi masih memeriksa video dan barang bukti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pengungkapan ini menunjukkan langkah penyidikan yang bertumpu pada pemeriksaan 16 saksi, olah TKP, serta analisis rekaman digital dan barang bukti. Penegasan bahwa para tersangka, berdasarkan keterangan mereka, tidak terafiliasi dengan ormas tertentu juga membantu menjaga penanganan perkara tetap berfokus pada tanggung jawab individu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin menegaskan tiga tersangka penganiayaan penjual cermin Bambang Setiawan tidak terafiliasi dengan organisasi masyarakat (ormas) manapun, termasuk GRIB Jaya. Pernyataan itu diperoleh Polda Metro Jaya berdasarkan pengakuan ketiga tersangka sendiri.

"Apakah mereka tergabung dengan organisasi tertentu atau ormas tertentu? Kami pastikan tidak ada. Itu berdasarkan hasil keterangan yang disampaikan oleh para pelaku itu sendiri, mereka tidak terafiliasi dengan organisasi ataupun anggota organisasi tertentu," ungkap Iman ketika memberikan keterangan di kantor Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat pada Sabtu (12/9/2026).

Ketiga individu yang diduga menganiaya Bambang diketahui FP (23), DS (33) dan DDS (29). Mereka sehari-hari merupakan pekerja serabutan dan mencari nafkah di lokasi penganiayaan.

Penetapan ketiganya sebagai tersangka didasarkan pada pemeriksaan dan pengambilan keterangan terhadap 16 saksi. Penyidik juga menyita sejumlah barang bukti usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) berupa satu buah DVR CCTV, enam potong kayu dan delapan buah bongkahan batu.

"Penyitaan juga dilakukan terhadap satu flashdisk yang berisi video untuk dilakukan analisis forensik digital, baik yang tersebar di media sosial maupun dari hasil pengangkatan DVR CCTV," katanya.

Ketika ditanya motif ketiganya menganiaya Bambang hingga tewas, Iman menyebut terganggu dengan aksi kerusuhan yang melebar hingga ke area Pejompongan, Jakarta Pusat. Mereka kemudian malah ikut serta dalam kerusuhan dan menganiaya Bambang.

"Para pelaku merasa terganggu peristiwa yang terjadi saat mereka bersama-sama melintas. Kebetulan para pelaku mencari nafkah di sekitaran atau area tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian, terjadi kerusuhan, lalu mereka ikut serta kerusuhan itu sendiri," tutur dia.

Bambang tewas usai dianiaya orang tak dikenal usai terjadi aksi demo di depan gedung DPR pada 27 Agustus 2026. Ia bukan bagian dari massa demonstran. Bahkan, saat kejadian, Bambang ingin menutup tokonya agar tidak menjadi sasaran tindak kerusuhan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article