Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Polda Metro Kantongi Hasil Visum Bambang Setiawan Korban Kerusuhan 27 Agustus

Polda Metro Kantongi Hasil Visum Bambang Setiawan Korban Kerusuhan 27 Agustus
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin di Polda Metro, Jumat (7/8/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Polda Metro Jaya telah menerima hasil visum Bambang Setiawan dari RS Polri, setelah keluarga korban menyetujui pemeriksaan tersebut.
  • Polisi menerbitkan laporan tipe A untuk mengusut penyebab kematian Bambang, meski keluarga menolak dilakukan autopsi.
  • Penyidik masih memburu terduga pelaku pengeroyokan atau penganiayaan melalui keterangan saksi, CCTV, video, konten media sosial, serta sketsa dua wajah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya telah mengantongi hasil visum warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Bambang Setiawan yang meninggal dunia saat kerusuhan 27 Agustus 2026.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, hasil visum diperoleh dari Rumah Sakit Polri yang sempat menangani mendiang Bambang.

“Tentunya visum sudah kami lakukan. Dan keluarga tidak keberatan untuk dilakukan visum, sehingga hasil visumnya juga sudah kami peroleh dari Rumah Sakit Polri,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Rabu (2/9/2026).

Untuk mengusut penyebab kematian, Polda Metro juga menerbitkan laporan polisi tipe A. Laporan tersebut dibuat meski keluarga menolak autopsi.

“(Laporan Model A) ini kami buat sebagai bentuk proaktif Polri di dalam memberikan perlindungan dan menghadirkan keberadaan negara di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan, perlindungan dan mengungkap apa yang terjadi,” ujar Iman.

Iman mengatakan penyidik tetap berpedoman pada ketentuan hukum dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut.

Dalam perkembangan kasus kerusuhan 27 Agustus, polisi masih mengejar terduga pelaku pengeroyokan atau penganiayaan yang menyebabkan Bambang meninggal dunia. Penyidik sebelumnya menganalisis keterangan saksi, rekaman CCTV, video, dan konten media sosial hingga membuat sketsa dua wajah yang mengarah kepada terduga pelaku.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More