Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Respons Kericuhan Panipahan
Polda Riau mengukuhkan 23 Duta Anti Narkoba (Dok. Polda Riau)
  • Polda Riau mengukuhkan 23 Duta Anti Narkoba dan mendeklarasikan Kampung Tangguh Anti Narkoba sebagai langkah konkret membangun kesadaran kolektif melawan penyalahgunaan narkotika.
  • Kapolda Riau menyoroti kasus narkoba di Panipahan, mengevaluasi 28 personel Polsek dan mengganti 16 di antaranya untuk memastikan integritas aparat dalam pemberantasan narkoba.
  • Polda Riau mendorong pendekatan sosial-ekonomi dengan bantuan mesin ketinting serta mengajak para duta menjadi agen perubahan demi mewujudkan masyarakat Riau bebas narkoba.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
16 April 2026

Polda Riau mengukuhkan 23 Duta Anti Narkoba dan mendeklarasikan Kampung Tangguh Anti Narkoba di Aula Tribrata Lantai 5 Polda Riau. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan kegiatan ini sebagai langkah konkret melawan narkoba dan respons atas kericuhan di Panipahan beberapa waktu lalu.

16 April 2026

Kapolda menyebut banyak nelayan di Panipahan terjerat kasus narkotika dan telah melakukan evaluasi internal terhadap Polsek Panipahan, dengan 28 personel dievaluasi dan 16 diganti.

16 April 2026

Polda Riau juga mendorong pendekatan sosial dan ekonomi melalui pemberian bantuan mesin ketinting kepada masyarakat untuk membuka alternatif mata pencaharian yang legal.

16 April 2026

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemutaran video testimoni mantan pengguna narkoba serta bincang santai bersama duta nasional. Kapolda menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam pemberantasan narkoba.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Polda Riau mengukuhkan 23 Duta Anti Narkoba dan mendeklarasikan Kampung Tangguh Anti Narkoba sebagai langkah memperkuat gerakan sosial melawan penyalahgunaan narkotika di masyarakat.
  • Who?
    Kegiatan dipimpin Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, diikuti 23 Duta Anti Narkoba, serta dihadiri Forkopimda, tokoh masyarakat, dan perwakilan lembaga daerah.
  • Where?
    Acara berlangsung di Aula Tribrata Lantai 5 Polda Riau, dengan perhatian khusus terhadap kondisi sosial masyarakat Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir.
  • When?
    Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 16 April 2026.
  • Why?
    Langkah ini dilakukan untuk menanggapi maraknya kasus narkoba di wilayah pesisir seperti Panipahan serta membangun kesadaran kolektif dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika.
  • How?
    Polda Riau melakukan pengukuhan duta, evaluasi personel Polsek Panipahan, mengganti 16 anggota, serta memberikan bantuan ekonomi berupa mesin ketinting bagi warga terdampak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari Kamis, polisi di Riau pilih 23 orang jadi Duta Anti Narkoba. Pak Kapolda Herry bilang ini supaya orang-orang tahu bahaya narkoba. Di Panipahan ada nelayan yang kena masalah narkoba, jadi polisi juga bantu kasih mesin buat kerja halal. Banyak pejabat datang, semua mau Riau bersih dari narkoba.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pengukuhan 23 Duta Anti Narkoba oleh Polda Riau mencerminkan langkah nyata membangun kesadaran kolektif dan memperkuat sinergi lintas lembaga serta masyarakat. Melalui evaluasi internal, pendekatan sosial-ekonomi, dan dukungan terhadap alternatif mata pencaharian, kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat untuk menciptakan perubahan positif dan lingkungan yang lebih tangguh terhadap ancaman narkoba.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Polda Riau mengukuhkan 23 Duta Anti Narkoba sekaligus mendeklarasikan Kampung Tangguh Anti Narkoba dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Tribrata Lantai 5 Polda Riau, Kamis (16/4/2026).

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari langkah konkret membangun kesadaran kolektif dalam memerangi narkoba.

“Peristiwa di Panipahan beberapa waktu lalu harus kita maknai sebagai wake-up call bagi kita semua. Ini bukan hanya tugas Polri, tetapi juga BNN, Bea Cukai, TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Kita tidak boleh hanya fokus pada penindakan, tetapi juga harus mendorong perubahan sosial,” ujar Herry.

1. Kapolda sebut banyak nelayan terjerat kasus narkoba

Polda Riau mengukuhkan 23 Duta Anti Narkoba (dok. Polda Riau)

Herry juga menyoroti kondisi sosial di Panipahan yang memerlukan perhatian serius. Ia mengungkap, banyak keluarga terdampak langsung oleh narkoba, terutama para istri nelayan yang mengadu karena suaminya terjerat kasus narkotika.

“Saya berterima kasih kepada ibu-ibu di Panipahan yang berani bersuara. Ini menunjukkan ada persoalan sosial yang harus kita jawab bersama. Jangan sampai generasi kita rusak karena narkoba,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen, Kapolda menegaskan telah dilakukan evaluasi internal di Polsek Panipahan.

“Sebanyak 28 personel kami evaluasi dan 16 orang langsung diganti. Saya tidak ingin ada oknum yang bermain dengan pelaku narkoba. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” ujarnya.

2. Polda Riau mendorong pendekatan sosial dan ekonomi

Polda Riau mengukuhkan 23 Duta Anti Narkoba (dok. Polda Riau)

Selain langkah penegakan hukum, Polda Riau juga mendorong pendekatan sosial dan ekonomi melalui pemberian bantuan mesin ketinting kepada masyarakat, sebagai upaya membuka alternatif mata pencaharian yang lebih produktif dan legal.

“Kita harus mengubah struktur ekonomi masyarakat. Ketika ekonomi bergerak dan UMKM tumbuh, maka ruang bagi narkoba akan semakin sempit,” ujarnya.

Kapolda juga menitipkan harapan kepada para Duta Anti Narkoba yang baru dikukuhkan agar mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Saya percaya kepada 23 duta yang hari ini dikukuhkan. Jadilah agen perubahan, suarakan bahaya narkoba, dan bangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat,” imbuhnya.

3. Pengukuhan Duta Anti Narkoba oleh Kapolda Riau

Ilustrasi narkoba (IDN Times/Istimewa)

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemutaran video testimoni mantan pengguna narkoba hingga bincang santai bersama duta nasional.

Melalui kegiatan ini, Polda Riau menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga membangun gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Sinergi menjadi kunci agar upaya pemberantasan narkoba berjalan efektif dan berkelanjutan, demi melindungi generasi muda dan mewujudkan Riau yang bersih dari narkoba,” ujar Herry.

Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, Pangdam I/Bukit Barisan, Kajati Riau, Kepala BNN Provinsi Riau, Bea Cukai Riau, Kemenkumham Riau, Ketua LAM Riau Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, Ketua Granat Riau Freddy Simanjuntak, Bupati Rokan Hilir Bistamam, serta tokoh agama dan masyarakat Desa Panipahan.

Momen utama ditandai dengan pengukuhan Duta Anti Narkoba oleh Kapolda Riau melalui pemasangan selempang kepada para duta, yang terdiri dari lima duta nasional termasuk Okan Cornelius dan 18 duta lokal.

Editorial Team